Semua Karena Kamu

Semua Karena Kamu
Episode 48


__ADS_3

" Gimana kalau lo menikah sama gue? " kata Glenn tanpa tedeng aling aling, sambil menatap lurus Siti setelah terdiam beberapa saat.


Gadis itu nyaris saja menyemburkan isi mulutnya dan seketika melongo. Lalu dia tertawa. " Apa? Menikah? Lo melamar gue? "


'Glenn mengangguk. Tak ada tanda tanda gurau dari wajahnya. Pria itu terlihat serius.


" Win-- win solution? Lo gak harus menikah sama Zein dan hubungan Melisa bisa berjalan terus. Iya, kan? " pria itu meminta persetujuan Siti.


Tawa Siti surut, bergantian dengan raut wajah herannya. " Lo yakin sama usul itu? Kita menikah? Mustahil bangat menikah. Boro boro menikah, sahabatan aja berantem mulu. Nyokap gue gak terima siapapun untuk jadi menantunya selain Zein, Glenn. Gue sudah coba bujuk mama buat gue cari pacar sendiri tapi dia tetap gak mau. Apalagi lo, coba. " ujar Siti.


" Tapi Om Darwin kan belum tentu nolak juga. " balas Glenn.


" Gue serius, Siti. Kalau lo setuju gue akan menikahi lo dan jadi pasangan yang lo mau. Terserah habis menikah lo mau ajak gue dugem tiap hari juga. Jadi gimana? " lanjutnya.


" Sumpah, gak lucu bercandaan lo. " kata Siti.


" Gue bilang, gue serius. Kita bisa buat orang tua lo yakin. Gue janji bakal yakinin tante Desi soal restu, yang penting sekarang adalah batalnya rencana pernikahan lo sama Zein. Ti, kita sudah kenal bertahun tahun, bakal lebih mudah untuk kita jalanin, kan? Jadi pikirin baik baik. Gue tahu ini gak gampang buat lo, tapi sekali lagi, gue serius. Gue gak main main sama sesuatu sesakral pernikahan. " kata Glenn, serius.


Siti tertawa lagi. " Lo berharap apa dari jawaban gue? Jelas gak lah. Mana mungkin gue menikah sama lo, Glenn. Selain karena lo sahabat gue dan ---- God! Gue tau track record percintaan lo yang macam buku sejarah SMA. Bayangin gue menikah sama mantan bajingan. Mantan pacar lo aja bertebaran kayak debu. " cibir Siti, dengan nada bercanda. Bertahun tahun bersahabat membuatnya tak yakin pria di depannya sedang berbicara serius.


" Wait. jadi lo gak mau menikah karena bagi lo, gua adalah bajingan? "


Glenn tertegun. Begitukah Siti memandangnya sebagai seorang pria? Glenn tak masih berhenti menatap lurus Siti, menunggu wanita itu berhenti tertawa. Hatinya tertohok. Egonya goyah dan harga dirinya sudah beku.


Bajingan. Itulah dirinya.


Siti mengangguk. '' Iyalah! Kerjaan lo kan bikin patah hati banyak cewek. "


" Oke. Silahkan lo menikah sama Zein. Terus lo sakitin perasaan Melisa. Lo hancurin hubungan mereka. Lantas, apa bedanya lo sama perusak hubungan orang? "


Siti menganga mendengar penuturan Glenn yang berintonasi tinggi. Dia tersinggung dan marah.


" Apa lo bilang? Perusak hubungan orang? Lo tahu kalau ini bukan mau gue! Kenapa sekarang lo jadi nyalahin gue?! " balas Siti, membentak. Dia tidak terima di cela seperti tadi oleh Glenn.

__ADS_1


" Terus apa? Terus gue menyalahkan siapa disini? Tante Desi atau nyokapnya Zein? Jelas yang punya kuasa untuk menolak itu lo dan Zein! Tapi gue harus akui keputusan lo tadi sudah benar dengan nolak gue. Mungkin Zein memang yang pantas buat lo. Seorang bajingan jelas gak ada apa apanya dibanding pengacara. Tapi asal lo tahu, bajingan ini juga punya hati. Gue gak peduli lagi, Silahkan lanjutkan pernikahan sialan itu dan label perusak hubungan orang akan nempel di jidat lo itu! "


Siti tak percaya Glenn mengatakan itu semua kepadanya hanya karena ia menolak lamaran dadakan pria itu.


Tak ada kesabaran. Harga dirinya juga terluka dengan ucapan Glenn.


" Oke! Gue akan menikah sesuai apa yang lo mau. Toh, Melisa juga sudah setuju, gak ada yang perlu gue pusingkan lagi. Jadi siap siap lo datang ke pernikahan gue nanti. " ujar Siti, sinis.


Glenn tersenyum kecut. " Fine! "


Glenn bangkit dari anak tangga yang ia duduki.


" Gue gak nyangka lo ngomong kayak gini ke gue. Gak salah kan, kalau gue bilang lo bajingan! Gue gak pernah minta dibantu, gue cuma mau lo dengarin curahan hati gue! Menikah sama lo bukan solusi! Apa lo masih terbawa perasaan setahun lalu? Sudah gue bilang kan, semua itu gak serius. Lo cuma pelarian gue setelah putus dari Lucas. "


Ucapan Siti yang mengungkit masa lalu berhasil menahan langkah kaki Glenn yang hampir mendekati pagar. Dia kemudian berbalik badan dan menatap Siti tidak suka.


" Terus gue diam sementara ada yang terluka kalau lo dan Zein menikah? Gue punya otak, Siti! Gue berusaha buat menyelamatkan lo dan Melisa, tapi gue rasa lo juga menginginkan pernikahan itu, ya? " ujar Glenn, dengan nada sinis. Lalu pria itu benar benar melanjutkan langkahnya dan benar benar pergi dari sana.


" Brengsek! " umpat Siti.


Sementara Glenn sedang diburu amarah mematikan. Sebagai seorang pria dia tersinggung. Seumur hidup dia tidak pernah menolak dicibir sebagai bajingan atau apapun. Namun tak pernah ia duga Siti juga akan menyebutnya seperti itu.


Tak adakah bedanya dia dimata gadis itu? Mengapa seolah rasanya wanita itu tak pernah membutuhkannya? Bukankah dulu dia yang meminta untuk Glenn tetap tinggal demi dirinya?


****


Januari 2018


Januari 2018, satu minggu setelah tahun baru.


Siti menangis tiada henti ketika Glenn menjemputnya di klub, tempat biasa mereka hang out. Wanita itu mengadu bahwa dirinya baru saja putus dengan Lucas dikarenakan pria itu selingkuh.


Dirinya sakit hati dan sesak. Bisa bisanya dia kalah dari seorang pelacur yang berhasil membuat Lucas meninggalkan dirinya. Tanpa disertai alasan yang jelas, Lucas dengan enteng memutuskan hubungan mereka.

__ADS_1


Kesal dan marah, Siti pun melampiaskan semua itu dengan menandaskan enam botol wine sendirian.


" Gue kira dia yang terbaik. " kata Siti, masih terisak.


Glenn hanya membantu mengusap bahu gadis itu agar cepat berhenti menangis.


" Tapi ternyata dia selingkuh sama pelacur. " lanjut Siti.


" Biar gue nanti kasih pelajaran buat dia. " ujar Glenn.


Bagaimanapun ia tetap tak terima melihat sahabatnya dibuat sedemikian rupa sakit hatinya oleh Lucas.


" Nyesek bangat, Glenn. " Siti menyenderkan kepalanya di pelukan pria itu.


Glenn membuka kedua lengannya dan membiarkan gadis itu menangis sepuas mungkin di sana. Dia memeluk Siti dan berusaha menenangkannya. Hingga tak terdengar suara sesenggukan dari Siti, pria itu menghentikan gerakan tangannya.


" Udahan nangisnya? "


Siti tak menjawab.


" Glenn. " panggil wanita itu.


" Apa? "


" Jangan tinggalin gue. " ucap Siti nyaris seperti berbisik. Suaranya lirih.


Glenn tahu Siti sedang mabuk, Namun entah kenapa ia merasa tertegun mendengar Siti mengatakan hal tersebut.


" Gue takut sendirian. " kata Siti, lagi.


" Iya. Gue gak akan ninggalin lo. " jawab Glenn.


" Thanks, Glenn. "

__ADS_1


Siti mengangkat kepalanya .....


__ADS_2