Semua Karena Kamu

Semua Karena Kamu
Episode 59


__ADS_3

Melisa langsung paham. Kalimat terakhir Glenn bagaikan tamparan baginya. Memang sudah tak ada lagi yang bisa diubah dari apa yang sudah terjadi. Dia tidak boleh menyesal, semua sudah menjadi pilihannya sejak awal. Namun semua tidak akan pernah lupa dari ingatannya apabila hanya ikhlas yang ia andalkan.


Dia harus pergi.


Pergi yang jauh untuk melupakan Zein. Mencari kebahagiaan baru dan meninggalkan masa lalu.


" Oke, deh. Gue mau ikut lo ke jogja sama Andi. "


*******


Jogja menyambut mereka dengan ramah. Cuaca cerah dan gaya hidup yang sederhana benar benar memanjakan mata ketiga insan itu. Mereka berada di mobil yang sudah di sewa okeh Glenn untuk membawa mereka ke rumah baru.


Glenn asyik berbincang dengan supir mereka, berbagi cerita mengenai kebiasaan warga jogja dan hal hal menarik lainnya, Sementara itu di kursi belakang, Andi tak sengaja melihat Melisa yang tengah termangu menatap luar jendela.


Awalnya dia ingin mengajak Melisa mengobrol, namun ia urungkan niatnya. Biar saja gadis itu mengurus pikirannya sendiri yang pasti sedang bergejolak. Mereka pergi tepat dua minggu sebelum pernikahan Siti dan Zein.


Andi yakin Melisa sudah mempertimbangkan keputusan untuk pindah ke jogja lebih matang dibanding Glenn dan dirinya. Harusnya ia ikut senang karena mantan pacar yang sampai saat ini tak pernah bisa ia lupakan ikut bersamanya bahkan mereka akan tinggal bersama sampai batas waktu yang belum ditentukan, tetap di satu sisi dirinya ikut terbebani. Melihat Melisa yang belum sepenuhnya rela, membuat Andi juga ikut sedih.


" Kalian mau makan mie kocok, gak? " seru Glenn, antusias.


Andi segera melepas lamunannya dan segera menjawab Glenn.


" Boleh, Kamu juga mau kan, Mel? " pria itu menyentuh tangan Melisa.


" Hah? Terserah kalian, gue ikut aja. " Melisa yang tak tahu apa Glenn tanyakan hanya menjawab seadanya.


Dia sadar telah bertindak keluar dari apa yang sudah ia sudah sepakati dengan dirinya. Melisa berjanji tidak akan terlena oleh apapun yang memiliki sangkut paut dengan masa lalunya. Pada Glenn dia sudah berjanji akan memulai hidup baru dan lembaran baru yang lebih segar. Pada Andi dia sudah berjanji akan melupakan Zein dan seluruh kenangan mereka bersama dulu, Dia telah memberi kepercayaan pada Andi untuk masuk dalam hidupnya sekali lagi.


Melisa berjanji tak akan mengecewakan dua pria yang kini tinggal bersamanya. Para pria yang diam diam selalu menjaganya tanpa ia sadari.


Tiga hari kemudian usai berbenah di rumah baru, Andi mulai menunjukkan lokasi kafe mereka di tempat yang cukup strategis. Glenn sudah memiliki konsep baru untuk usahanya kali ini dan Melisa sudah tahu harus melakukan taktik pemasaran apa agar kafe mereka di minati banyak orang.

__ADS_1


Lima bulan kemudian, kafe mereka resmi di buka. Berkat rekan relasi bisnis Andi, di hari pertama soft opening mereka langsung mendapat 80 pelanggan dan seiring waktu berjalan kafe mereka berjalan lancar bahkan eksis di kalangan remaja dan dewasa.


Kesuksesan singkat yang di raih mereka bukan tanpa alasan. Memiliki latar belakang sebagai pebisnis yang pernah jatuh bangun membuat ketiganya tampak berhati hati dalam memilih langkah. Biarpun usaha kafe itu tak menjadikan mereka tajir melintir, setidaknya ada kebahagiaan setiap menginjakkan kaki di sana.


Itulah yang mereka cari.


Kebahagiaan tanpa beban dan perlahan satu per satu mulai menemukan apa yang mereka sebut bahagia.


Bukan gebetan atau pacar baru tetapi persahabatan ketiganya yang lama kelamaan menjadi rumah setiap salah satu dari mereka butuh tempat bercerita.


" Guys! Ada gold news. " ucap Andi, sambil menjatuhkan bokongnya ke kursi bar di samping Melisa.


Dua sahabatnya langsung memberi perhatian pada Andi.


" Apa? Ada yang berani bayar mahal francise kafe kita? " kata Glenn, sambil meracik kopi untuk Andi.


Andi menggeleng. " Keuntungan nambah tujuh persen dalam kurun waktu dua minggu. Setelah gue analisis, penyebab utamanya adalah kedatangan selebgram terkenal itu. Siapa namanya? gue lupa. "


" Nah! ya dia. Setelah gue kepoin, penggemar dia di jogja itu cukup banyak. Mereka berbondong bondong datang biar bisa nemu spot foto yang sama kayak idolanya itu. " jelas Andi disambut anggukan paham dari kedua sahabatnya.


" Kalau feedbacknya bisa sebaik itu, gue jadi kepikiran buat endorse selebgram datang ke kafe kita. " kata Melisa, insting marketingnya langsung keluar.


" Coba lo tanya fee mereka berapa? Nanti kita diskusikan lagi kalau harganya wajar. " imbuh Andi.


Glenn meletakkan segelas kopi di meja Andi.


" Kalian pada ingat gak, kalau hari ini tepat dua tahun kita pindah ke jogja? " kata Glenn menatap kedua sahabatnya itu.


" Oh iya. Sampai lupa. " Melisa menyadari.


" Gimana kalau kita balik sekarang dan rayain si rumah sambil nonton netflix dan makan pizza? " usul Andi.

__ADS_1


Melisa dan Glenn langsung mengangguk antusias. Glenn menyerahkan kunci kafe ke Dion,pegawai kafe lalu bergegas mengikuti Andi masuk ke dalam mobil. Sudah lama mereka tidak nongkrong bersama layaknya anak muda zaman sekarang. Terakhir mungkin tiga bulan lalu saat ulang tahun Glenn.


Andi menyempatkan untuk beli pizza ternama dan membeli dua box makanan Italia itu. Sesampainya di rumah Melisa langsung mandi sementara dua teman prianya mengatur tontonan apa yang akan mereka nikmati bersama pizza dan sebotol bir.


" Mel! kalau sudah selesai mandi, ambilin charger dikamar lo dong. Punya gue ketinggalan di kafe. " teriak Glenn.


" Iya! " sahut Melisa dari kamar mandi.


15 menit kemudian setelah selesai mandi, Melisa berniat mencari charger cadangan yang ia punya. Ia punya dua pengisi daya ponsel karena terpaksa beli akibat dia lupa taruh dimana yang asli. Dan ketika sudah beli, Ternyata miliknya yang original terjatuh di bawah ranjang.


Melisa menarik sebuah kotak di salah satu laci nakas, seingatnya dia menaruh di sana.


" Mana sih? " dia mengeluarkan satu per satu isi dari kotak besar itu.


" Ketemu. " Melisa langsung menarik kabel tersebut dan tanpa ia sadar sebuah kertas ikut keluar dan terlempar di lantai.


Dia mengambil kertas yang terlipat lipat itu. Hampir saja ia membuka lipatan terakhir yang langsung berisi tulisan tangan seseorang, Melisa tersadar itu kertas yang diberikan Zein dua tahun lalu saat pertunangannya dengan Siti.


Dia meremas kertas tersebut lalu memasukkan kembali ke kotak lalu keluar kamar dan ikut nonton bersama Andi dan Glenn.


" Lama amat, Mel. " protes Glenn.


" Gue lupa tadi taruh dimana charger nya . " kilah Melisa.


" Jangan samapi charger mu ada tiga. " sindir Andi, sambil melahap pizza.


Glenn tertawa. " Pas dong. Gue satu, Lo satu."


Melisa melempar bantal ke arah Glenn sementara Andi ikut tertawa disamping gadis itu. Mereka menikmati tontonan series baru dari tayangan favoritenya hingga terganggu akibat dering ponsel Andi.


" Bentar. " pria itu langsung beranjak menuju teras.

__ADS_1


__ADS_2