
Dia bahkan tidak bisa menutupi keterkejutannya saat Melisa cerita mengenai kecelakaan yang menimpa Zein dan Siti beberapa bulan setelah dua orang itu menjadi pasangan. Pada saat itu, ingin sekali rasanya Glenn kembali ke jakarta dan memastikan keadaan Siti tetapi dia tidak punya cukup keberanian untuk itu.
Yabg benar saja, setelah jauh jauh keluar kota lalu kembali hanya untuk hal yang tak pasti.
Sementara Siti menunggu apa yang akan Glenn katakan selanjutnya. Apakah sebuah hinaan atau sarkas? Apakah bentuk penghakiman yang selalu ia bayangkan? Apakah Glenn akan meledakkan amarah pada dirinya? Ataukah sebuah penyesalan karena sudah mengenal dirinya?
Siti tidak tahu. Pria itu masih diam, dia juga tak berani meminta Glenn untuk pergi. Tak bisa dipungkiri bahwa hatinya benar benar rindu pada pria ini.
Penampilan Glenn tidak pernah berubah, tetap dengan balutan jaket kulit dan kaos polos favoritnya serta celana jeans yang hampir tak layak pakai tapi selalu keren jika dikenakan pria itu.
Dan lagi, sebuah tato di bagian lengan Glenn. Dia ingin sekali melihatnya, bernostalgia tentang apa yang melatarbelakangi terjadinya ukiran di atas kulit pria itu.
Siti jengah. Dia tak tahan dengan situasi ini.
" Mau masuk? " tanya Siti, ragu ragu.
Glenn sontak mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk. Dia menatap Siti, kikuk.
" Hah? "
" Gak ada orang kok. Semua pada sibuk mengurus pemberkatan Mas Sean besok. " imbuh Siti.
" Oh, gak usah. Disini aja, gak enak cuma berdua di dalam. " tolak Glenn.
Siti mengangguk. Dia mempersilahkan Glenn duduk di teras tepat depan pintu utama. Dulu itu adalah spot favorit mereka buat nongkrong setelah pulang dari klub.
" Gue ambilin minum dulu ya. " kata Siti, hendak bangkit namun lebih dulu di tahan oleh Glenn.
" Gak usah, Ti. Gue cuma sebentar kok. " kata Glenn.
Siti duduk kembali. Menyesakkan dan hatinya terasa teriris. Dulu pria itu bisa keluar masuk rumahnya tanpa ijin, mengambil minuman di dapur seperti rumahnya sendiri, tidur di kasur Siti saat dia kelelahan menyetir dan tak sanggup untuk pulang.
Dulu. Lama sekali.
" Jadi kenapa lo kesini, Glenn? " tanya Siti, nyaris seperti berbisik.
Glenn menoleh, menatap gadis itu. " Lo udah gak mau ketemu gue? "
" Bukan. Maksud gue, kirain lo udah benar benar pergi. Gak mau kenal atau berhubungan apapun lagi dengan gue. " ujar Siti.
Glenn tersenyum, dia seperti baru saja tertangkap basah.
" Iya, lo benar. Tadinya gue memang gak mau ketemu sama lo lagi tapi gue baru sadar kalau tindakan kayak gitu justru bikin gue seperti pengecut. " ujar Glenn.
Siti tidak paham maksud pria itu. Jika memang ada kesalahan diantara mereka berdua, sudah pasti dialah penyebabnya bukan Glenn.
Pria dihadapannya adalah pria terbaik yang pernah ia kenal sepanjang hidupnya. Glenn yang selalu menjadi tamengnya sejak SMA, tempat paling nyaman untuk berkeluh kesah tentang apapun yang mengganggu pikirannya. Siti tak henti hentinya menyesak akan tindakan bodoh yang dia lakukan lima tahun lalu.
Seandainya waktu bisa ditarik, mungkin dia tidak akan berada pada suasana canggung pagi ini.
__ADS_1
" Gue gak berani menghadapi masalah yang ada di antara kita. Gue terlalu takut dan tinggi harga diri. Bisa bisanya gue bilang Zein gak pantas buat Melisa karena gak berani bertindak sementara apa yang gue lakukan juga hanya sebatas jalan ditempat. Gue gak pernah berani buat .... memperjuangkan lo. " lanjut Glenn.
Siti tertegun. Dia pikir, Glenn datang sekali lagi untuk menghakiminya. Dia tidak menyangka bahwa pria itu akan meluapkan isi hatinya.
" Sejak kapan, Glenn? " tanya Siti.
Dia tak pernah berpikir pria itu benar benar menyukainya.
" Kapan? Gue juga lupa, tepatnya pada saat itu gue mulai sadar kalau perasaan gue ke lo dan Melisa berbeda. Gue memperlakukan lo lebih dari Melisa. Lebih posesif, lebih emosional, sementara ke Melisa gue jauh lebih lembut, memposisikan diri sebagai kakak. " tutur Glenn.
Gadis itu tersenyum lalu mengangguk.
" Gue ingat waktu lo menggebrak pintu kelas 12 gara gara ada yang ganggu Melisa padahal waktu itu kita baru aja naik kelas 11. Terus sejak itu lo buntutin Melisa kemana pun dia pergi. Gue sempat menyangka lo sayang dia lebih dari sahabat. " kenang Siti.
Glenn tertawa kecil. " Belagu ya, gue? "
" Memang sekarang gak? "
" Iya, padahal gue sayangnya sama lo tapi gak ada yang sadar. " kata Glenn.
" Jelaslah, Lo memperlakukan semua gebetan lo aja sama. " balas Siti.
" Saat itu gue denial, Ti. Gue gak mau suka sama lo. " akui Glenn.
Gadis itu menoleh. " Kenapa? "
" Karena ada Melisa. "
" Maksud gue, kalau gue suka sama lo terus kita pacaran dan nanti bermasalah, kasihan Melisa. Dia cuma punya kita. " ujar Glenn.
Siti mengerti soal itu, Dia bersyukur Glenn tak menyatakan perasaannya sejak awal.
" Tapi pernyataan cinta gue ke lo lima tahun lalu juga serius. " kata Glenn.
" Waktu itu lo spontan banget, gue sempat mikir bercanda. Sorry, gue kurang ajar sama lo. " ucap Siti, merasa bersalah.
Pria itu tersenyum. " Gak apa apa, sudah berlalu juga. Waktu itu gue cuma mikir cara instan supaya bisa bikin perjodohan norak itu batal. Gue gak menyangka bisa seberani itu dan parahnya ego gue terluka waktu lo tolak. " papar Glenn.
Siti merutuki dirinya saat mengIngat kejadian itu. Kini mereka berada di tempat yang sama dengan malam lima tahun lalu.
" Gue benar benar minta maaf untuk semuanya. " ucap Siti, suaranya bergetar menahan tangis.
Glenn benci melihat ekspresi wanita itu. Dia tak mau melihat Siti menampung beban tersebut lagi. Sudah cukup.
" Alasan gue gak datang ke pernikahan Melisa karena gue terlalu malu sama kalian. Gue gak punya keberanian untuk unjuk diri setelah apa yang gue dan keluarga gue lakukan ke kalian. Gue tahu apa yang nyokap gue lakukan ke lo dan begonya gue gak pernah sadar kalau itu yang bikin lo menjauh sampai saat gue benar benar kehilangan kalian, gue sadar dan menyesal. Gak ada satu hari pun gue lewati dengan perasaan lega, gak pernah gue bahagia sejak hari pertunangan itu dan --"
" Gue gak mau dengar apapun lagi soal itu. "
Glenn menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Merengkuh punggung Siti mungkin sudah rapuh untuk menahan segala penyesalannya. Dia tak kuasa menahan sesak di dada ketika mendengar isakan wanita itu terus menjadi seraya kata maaf turut memenuhi telinganya.
__ADS_1
" Sudah, jangan nangis. Gue berani datang berarti semua perasaan gue sudah hilang. Gue sedikit kecewa saat lo gak datang ke nikahan Melisa, gue berharap bisa bertemu dan menuntaskan masalah kita. " ujar Glenn.
Pria itu mengusap kepala Siti, dibiarkan kaos ga basah karena air mata gadis itu. Dia ingin lebih dari sekedar pelukan.
" Maaf, selalu buat lo kecewa. " bisik Siti.
Glenn menyeka air mata Siti menggunakan kedua ibu jarinya.
" Gue sudah gak sanggup buat pura pura kuat tanpa lo. Lima tahun cukup buat kita untuk sama sama saling menyadari perasaan masing masing. " kata Glenn.
Gadis itu mengangguk kuat sembari menahan tangisnya. Dia bisa merasakan deru nafas pria itu yang jarak wajahnya tak sampai 10 centi dengannya.
" Bilang apa yang lo rasa, Ti. " tuntut Glenn.
Perlahan lahan gadis itu mengangkat kepalanya lalu menatap Glenn dengan mata berair.
" Sayang, " kata Siti, nyaris tak terdengar.
" Sayang kamu. "
Glenn lega bukan main mendengar pernyataan itu. Dia mencium kening Siti cukup lama, gadis yang ia rindukan, kasihi, sayangi, gadis yang paling ia cintai.
" Mulai sekarang, gue gak akan menyerah sama apapun halangan diantara kita. Gue bakal berjuang dan pastikan kisah kita berakhir seperti Zein dan Melisa. Janji. " ujar Glenn, penuh penekanan.
Gadis itu tersenyum, dia mencoba menyudahi tangisnya namun sulit.
" Gak bisa berhenti, Glenn. " kata Siti, masih dengan sesunggukan.
Pria itu tertawa. " Nih, gue berhentiin. "
Glenn semakin mendekatkan wajah mereka, Dia memiringkan kepalanya lalu mencium bibir gadis itu. Sejak dulu dia selalu iri pada pacar pacar Siti dan kini dia adalah pemilik gadis itu seutuhnya.
" Agresif bangat, sih. " kata Siti disela, ciuman mereka.
" Biarin. Gue kangen. "
Siti mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu sementara Glenn membimbing ciuman mereka semakin rapat.
TAMAT.
Hai semuanya ....
Terima kasih sudah membaca novelku yanag masih jauh dari kata sempurna.
Terima kasih untuk komen, like serta kritiknya buat Author....
Selamat menikmati setiap suguhan dari Author yang masih kalah dari penulis hebat lainnya disini.
Kasih semangat buat Author supaya makin semangat untuk menulis novel dan cerita cerita selanjutnya.
__ADS_1
Sending Love buat kalian semua 😘💞