Seraphina

Seraphina
Epson 10


__ADS_3

Sera diam memikirkan apa yang di katakan sang Bos. Dia merasa bagaimana bisa dia menikah dengan bos nya. Apa tidak salah. Tapi Dia juga memikirkan kesehatan ibu nya. Dengan terpaksa dia menyetujui syarat dari Devan.


"Ba...Baiklah Tuan, saya setuju dengan syarat anda" ucap Sera dengan rasa ragu. tidak ada pilihan lain .


"Maafkan Sera Ayah, ibuk. Sera tahu ini salah tapi Sera tidak tahu lagi harus bagaimana. Sera benar benar bingung. Sera tidak tega melihat ibu kesakitan seperti ini" Gumam Sera dalam hati.


"Karena kamu sudah setuju, nanti sore kita temui orang tua saya" ucap Devan.


Sepeninggal Sera dari ruangan Devan. Rendi masuk untuk meminta tanda tangan Devan.


"hai Bos, ni tanda tangan dulu berkas nya."ucap Rendi.


"hmmm..." Devan hanya bersegel dan mengambil berkas yang diserahkan Rendi.


" Ren, setelah ini kamu urus semua kebutuhan dan biaya pengobatan ibu Seraphina." perintah Devan.


"Apa Bos, memangnya ibu nona Sera kenapa Bos?" tanya Rendi yang masih bingung dengan sahabatnya.


Devan pun menceritakan kondisi ibu sari Sera. Tak lupa Devan mengatakan Rencana nya untuk menikahi Sera.


"Loe gila bos, masak karyawan lagi susah loe manfaatin." ucap Rendi tak habis pikir dengan rencana Devan.


"Gue gak sejahat itu kali ." Tegas Devan.


" Parah loe Bos, maksut loe apa ngasih penawaran gitu ke Sera."


"Bukan nya loe sendiri yang nyuruh gue nikahin tu cewek, kemarin." tutur Devan.


"Ohw.... jadi loe beneran udah jatuh cinta sama si Sera."


"gue gak tau, yang pasti jantung gue deg deg an, kalau Deket dia. dan lagi waktu gue peluk dia ada sesuatu yang gue rasain."


"Gue nyaman dekat dia, Tapi gue masih belum yakin dengan perasaan ku, karena aku juga masih sangat menyayangi Airin dan berharap dia akan kembali."


"Loe bener bener gila Dev, gue harap loe gak menyesal dengan keputusan yang loe ambil. dan ingat sayu hal jangan pernah loe sakiti hati wanita baik seperti Sera." tegas Rendi dan berlalu pergi.


Hari sudah sore, Devan memanggil Sera ke ruangan nya. Devan menyerahkan paper bag berisi gaun yang cantik kepada Sera. Dan menyuruh Sera memakai nya dan bersiap siap menemui orang tua Devan. Devan menunggu Sera di depan ruang kerja nya, Tak lama Sera pun keluar dengan gaun yang indah dan make up natural. Membuat Sera terlihat semakin cantik.

__ADS_1


Kini keduanya sudah berada di dalam mobil menuju kediaman Devan. Diperjalanan tidak ada satu kata pun yang terucap dari keduanya. Devan memilih fokus mengemudi, dan Sera hanya memandang keluar jendela. Tidak Terasa mereka sudah sampai di rumah Devan, Sebelum Turun mobil Devan sengaja memberitahu Sera agar tidak terlalu banyak bicara dan mengikuti semua permainan Devan.


Devan duduk di sebelah Sera, tepat berada di depan kedua orang tua Devan. Suasana tampak hening dan canggung.


"Pak, buk, kenalkan ini Sera teman dekat Devan. Rencananya Devan mau menikahi Sera secepatnya." ucapan Devan memecahkan keheningan.


"Kamu serius nak dengan perkataan kamu?" tanya ibu Devan


"Devan sangat serius buk."


"baiklah terserah kamu. tapi ibu ingin tahu asal usul gadis ini dan apa pekerjaannya." ucap ibu Devan.


"Saya hanya gadis desa yang merantau di sini. disini saya berkerja di sebuah tempat katering yang bekerja sama dengan Nugi Company dan kebetulan saya ditugaskan sebagai pengawas di kantin kantor Tuan Devan." jawab Sera Jujur.


"Apa...????" ibu Devan begitu terkejut dengan perkataan Sera.


" Kamu tidak salah Devan, kamu memilih gadis biasa sebagai calon istri kamu." ucap ibu Devan.


" ibu Devan mohon restu i Devan dengan Sera. Devan selalu menuruti semua perkataan ibu, jadi kali ini saja turuti kemauan Devan." mendengar perkataan Devan semua diam.


"Baiklah, kapan kalian akan menikah." ucap ibu Devan .


'' 2 minggu lagi kami akan menikah. dan besok saya akan menemui orang tua Sera."


"Apa bapak sama ibuk bisa menemani saya?" tanya Devan pada kedua orangtuanya.


"Maaf ibu tidak bisa, karena besok ada arisan dan ayah kamu besok ada keperluan ke luar kota." ucap ibu Devan.


"Baiklah saya akan pergi sendiri bersama Rendi dan Devia." ucap Devan.


Keesokan hari nya, Devan ditemani Rendi dan Devia menjemput Sera ke tempat kosnya. Sesampainya di sana Devan menyuruh Sera untuk cepat karena tidak mau terkena macet jika berangkat kesiangan. Sera terpaksa meninggalkan adiknya yang harus berkerja. karena masih pegawai baru tidak mungkin untuk mengambil cuti.


Perjalanan hampir 4 jam mereka sampai di depan rumah Sera dan di sambut oleh Putra, adik laki laki Sera.


"Kakak, putra kangen sama kakak!" ucap putra sambil memeluk sang kakak.


Laki laki yang masih duduk di bangku SMA itu heran melihat sang kakak pulang bersama beberapa orang dengan menggunakan mobil

__ADS_1


"Mereka siapa kak?" Tanya Putra dengan wajah bingung.


"Mereka itu atasan kakak ditempat kerja." jelas Sera pada Putra.


"Putra, Ayah sama ibu ada di rumah?" tanya Sera pada Putra.


"Ibu masuk Rumah sakit dan ayah sedang menjaga ibu di sana." jawab Putra.


"Ya sudah kita masuk dulu setelah itu kakak mau ke rumah sakit menengok ibu. Putra mau ikut? " tanya Sera pada Putra.


"Maaf kak, putra tidak bisa ikut. Putra ada tugas sekolah." ucap Putra.


Di sebuah brangkar Rumah sakit kecil. seorang wanita paruh baya sedang terbaring lemah. dan ditemani sang suami


"bu, ibu harus cepat sehat demi ayah dan anak anak kita." ucap sang suami.


"InsyaAllah yah, ibu akan cepat sehat. ayah jangan kuatir." ucap sang istri.


"Yah, ibu ingin pulang ke rumah saja. kalau lama lama di sini kita tidak ada uang untuk biaya rumah sakit." ucap nya lagi.


"Ibu tenang saja, masalah biaya nanti pasti ada rejekinya sendiri. nanti ayah usaha kan. yang terpenting ibu cepat sehat lagi." ucap sang suami.


Tidak lama kemudian terdengar suara pintu ruang rawat di buka.


Terlihat seorang gadis masuk dan di ikuti oleh 2 orang laki laki yang tampan dan gagah masuk keruangan. dan disusul 1 gadis lagi dibelakang nya.


"Sera"Ucap Ayah dan ibu Sera bersama.


"Iya Yah, bu, ini Sera" ucap Sera menghampiri ranjang sang ibu. fan memeluk nya


"Bagaimana keadaan ibu." tanya Sera.


"Ibu kamu harus segera dioperasi sebelum kondisinya lebih parah lagi." ucap ayah Sera.


"Ayah, kenapa ayah bilang semua pada Sera."Ucap ibu Sera


"Memang kenapa bu, Sera kan anak ibu. jadi Sera berhak tahu keadaan ibu." kata Sera. "Ibu tenang saja gak usah banyak pikiran, yang terpenting ibu bisa segera sehat kembali." lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Tapi nak, masalah biayanya bagaimana?" tanya ibu Sera.


__ADS_2