Seraphina

Seraphina
Epson 36


__ADS_3

"Gue mau tanya sama loe Dev, kenapa gue tadi pagi pas bangun udah ada di hotel. dan seingat gue semalem waktu di pesta gue ngajak loe pulang bareng kan?" tanya Rendi yang penasaran dengan apa yang terjadi pada dirinya.


"Semalem itu loe pingsan sebelum ninggalin acara. Gue panik lah, jadi gue sewa kamar buat loe istirahat." jelas Devan.


"Lha napa loe gak bawa gue pulang?" tanya Rendi.


"Semalem, gue lagi pening banget dan gak mungkin buat nyetir." jawab Devan.


"Trus semalem loe tidur dimana? tanya Rendi


"Gue..." Ucap Devan Menggantung.


"Gue gak mungkin bilang yang sebenarnya sama loe Ren. Gue gak mau loe salah paham sama gue. gue juga gak mau sampek loe bilang semuanya ke Sera. gue tahu perbuatan gue semalem udah nyakitin banyak orang. tapi gue gak tahu harus berbuat apalagi. gue bener tersiksa semalem. sampe gue harus meneruskan hasrat gue ke orang yang juga gue sayang. gue udah ngerusak masa depan seorang gadis. Gue bingung sekarang." Batin Devan.


"Dev..."


"Devan..." Rendi berusaha memanggil Devan namun tak digubris sama sekali.


"Woy, Devan loe kesambet apaan. Woy..." Teriak Rendi pada Devan dengan sedikit geram.


"Eh,.... biasa aja kali kagak usah teriak teriak loe pikir gue budek apa." jawab Devan sambil mengusap telinganya.


"Lha nie anak. gak sadar apa dari tari gue udah panggil berkali kali gak nyaut." ucap Rendi.


"Loe kenapa sih, ada masalah apa. cerita sama gue." Tanya Rendi.


"Gue gak apa apa, oh ya loe tadi nanya apa ama gue. sorry gue lupa." ucap Devan sambil cengengesan.


"Lho semalem tidur dimana." ucap Rendi mengulangi pertanyaannya kepada Devan.


"Gue semalem tidur satu kamar sama loe, tapi pagi pagi gue bangun trus ke sini." jawab Devan.


"Loe kok gak bangunin gue." tanya Rendi.


"Gue lihat tidur loe pules banget gue gak tega banguninnya."


"Trus semalem Airin dimana." Tanya Rendi


"Si Airin kemarin pulang sama temen kantornya. " Jawab Devan.


"kalau loe ngerasa belum sehat, loe pulang aja istirahat sono. gue gak mau di cap sebagai bos gak ada hati. karena mempekerjakan karyawan yang sedang sakit."


"Hmmm.... kalau gitu gue pulang aja. badan gue juga masih gak enak rasanya." ucap Rendi lalu pergi meninggalkan ruangan Devan.

__ADS_1


Sepeninggal Rendi, Devan sedikit berfikir. bagaimana dia menghadapi istri, keluarga, dan sahabatnya. ketika mereka semua mengetahui apa yang telah terjadi pada dirinya.


Setelah terdiam beberapa saat Devan sadar bahwa dia belum menghubungi istrinya dari kemarin.


Devan mengambil handphone nya yang sedang ia charger. Ia mulai membuka dan menggeser layar handphone nya mencari nama seseorang yang sudah mulai mengisi hari hari nya.


Setelah menemukan nya, Devan melihat begitu banyak notife panggilan tak masuk dari istrinya. Devan bingung harus bicara apa pada istrinya.


setelah berpikir keras, dan tak mau membuat istrinya khawatir, Devan menekan gambar telpon pada layar handphone nya.


"Tut...tut...tut..." Suara telpon tersambung.


"Assalamualaikum mas." Jawab Sera dari sebrang telpon.


"Waalaikumsalam sayang."


"Mas, baik baik saja kan. dari kemarin Sera coba hubungi kenapa gak bisa." Suara Sera terdengar sangat mengkhawatirkan suaminya yang tak memberinya kabar dari kemarin.


"Mas baik baik saja, kemarin mas sibuk. sangking sibuknya mas sampai gak tau kalau handphone mas kehabisan baterai. mas lupa mencharger handphone mas." jawab Devan.


"Alhamdulillah, kalau mas baik baik saja. Mas sudah makan."


"Mas sudah makan sayang, ni mas lagi di kantor. mas masih banyak kerjaan jadi mas harus matikan telpon nya ya? nanti mas telpon lagi." ucap Devan


"Iya sayang, kamu juga hati hati disana, jaga kesehatan. jangan sampai Ngrepotin ayah sama ibu." Ucap Devan.


"Mas sayang kamu." lanjut Devan


"Sera juga sayang mas." Ucap Sera, kemudian telpon terputus.


"Maaf kan mas Sera, mas belum mampu berkata jujur pada kamu." gumam Devan setelah mematikan sambungan telpon nya.


*****


Tak terasa Waktu berlalu dengan cepat. Kini sudah satu bulan berlalu dari kejadian tersebut.


Sera sudah kembali ke apartemen Devan. seminggu setelah kejadian itu Devan menjemput Sera di rumah orangtuanya.


Tanpa Sepengetahuan Sera, Devan sering bertemu dengan Airin di sela sela kesibukannya.


Devan merasa bersalah pada Airin , maka dari itu Devan tak pernah bisa menolak permintaan Airin untuk menemui nya.


Sera tak pernah menaruh curiga sedikitpun pada Devan. Karena sangat pandai menutupi semuanya dari Sera.

__ADS_1


Pagi ini, Sera terbangun dengan keadaan yang sedikit tidak baik. Ia merasakan badan nya lemas dan juga pusing. Namun Sera tetap memaksakan diri untuk bangun dari tempat tidurnya. menyiapkan segala keperluan suaminya.


Setelah semua siap Sera membangunkan suaminya.


" Mas bangun, udah siang nih. kamu gak ke kantor." ucap Sera sambil menggoyangkan tubuh suaminya.


"Eghhh" Lenguh Devan. kemudian mengerjapkan matanya. Mulai mengumpulkan kesadarannya.


"Ayo lah mas, udah siang ini." ucap Sera lagi.


"Iya sayang, nih mas bangun." Devan beranjak dati tempat tidurnya menuju kamar mandi.


Hampir 30 menit Devan berada di kamar mandi. Ketika Devan keluar dari kamar mandi. Di lihatnya sang istri sedang berbaring di tempat tidurnya dengan memejamkan mata.


Devan berjalan menghampiri sang istri. Devan duduk di sebelah istri nya. lalu mengusap kepala sang istri.


"Yank, kamu kenapa kok tidur lagi." Tanya Devan.


"Sera lagi gak enak badan mas, semua kebutuhan mas udah Sera siapin. maaf Sera gak bisa nemenin mas sarapan." Ucap Sera masih dengan mata terpejam.


"Kamu sakit apa Yank?" sambil memegang kening Sera. " Tapi badan kamu gak demam" ucao Devan masih dengan tangan yang menempel pada kening Sera.


"Sera cuma lemes aja mas." jawab Sera.


"Aku antar ke dokter ya?" tanya Devan.


"Gak usah mas, Sera cuma kecapean. nanti setelah Sera istirahat, pasti udah Enakan."


"Kamu yakin, kamu gak apa apa yank." Sera mengangguk


"Ya udah, kalau kamu gak mau ke dokter." ucao Devan.


" Aku ambil sarapan dan vitamin ya buat kamu. setelah itu kamu istirahat." Kembali Sera hanya menganggukkan kepala nya.


Devan pergi keluar kamar menuju dapur mengambil sarapan dan vitamin untuk Sera. Setelah semua yang dibutuhkan sudah berada di tangannya Devan segera masuk ke kamar kembali.


Devan membantu Sera untuk duduk.


"Yank, makan dulu ya, trus minum vitaminnya." ucap Devan kemudian menyuapi Sera.


Baru beberapa suap makan, Sera sudah menghentikan tangan Devan yang ingin menyuapinya lagi.


"Udah mas, aku kenyang."

__ADS_1


"ya udah, nih minum vitaminnya dulu." sera mengangguk kemudian meraih vitamin dan segelas air yang diberikan Devan.


__ADS_2