
"Lalu dimana istriku Sera." Tanya Devan.
" Maaf Tuan bukan nya nona Sera masih tertidur."
"Kalau dia masih tidur, untuk apa aku bertanya kepada mu, Huh!" Bentak Devan.
" Dan, kenapa kau meninggalkan istriku sendirian, sedangkan kau aku tugaskan untuk menjaga istriku." lanjut Devan dengan nada yang Emosi.
"Maaf Tuan, tadi saya di perintahkan..." ucapan nya terhenti kala Devan menyauti nya.
"Sudah lah, aku akan mencari nya sendiri, aku harap kau tahu kesalahan mu." Devan berjalan meninggalkan ruangan Sera, dengan buru buru.
*****
Di sebuah rumah sederhana, yang terletak di sebuah Kampung, dipinggir kota. Sera melangkahkan kakinya untuk turun dari taxi yang ia tumpangi.
" Pak, maaf. Bisa tunggu sebentar, saya mau ambil uang di dalam untuk membayar ongkos nya." Pinta Sera dengan lembut.
"Iya nona."
Sera segera berjalan menuju rumah orang tuanya, yang kebetulan rumah itu sudah nampak sepi.
Sera segera mengetuk pintu, tak lama keluar lah seorang wanita paruh baya dengan mata bantal karena mengantuk dan begitu ia tahu, siapa yang berdiri dihadapannya, seketika ia membelalakan matanya.
"Astaghfirullah, Sera. Kenapa kamu malam - malam datang kesini. kamu sendirian, dimana suami kamu. apa kalian sedang bertengkar?". Begitu banyak pertanyaan yang di lontarkannya.
"Maaf buk, nanti Sera jelasin. tapi Sera bisa minta uang untuk bayar ongkos taksinya?"
ibu Sera segera, masuk kedalam rumah mengambil beberapa lembar uang untuk membayar ongkos taksi.
Setelah selesai dengan urusan taksi, ibu Sera segera mengajak Sera masuk kedalam Rumah. Rumah nampak sepi, karena semua sudah tidur.
Ibu, menyuruh Sera duduk, dan segera mengambilkan Sera minuman. melihat kondisi Sera yang tidak baik, ibu Sera memilih diam dan tak bertanya apapun pada putri nya.
"Minumlah nak, dan segera istirahat lah." ucap ibu Sera.
"Terimakasih bu" ucap Sera kemudian meminum minuman yang disediakan sang ibu, dan beranjak menuju kamar nya.
*****
Disisi lain, Devan begitu kelimpungan mencari keberadaan sang istri. Ia nampak begitu kacau setelah mengetahui kepergian sang istri.
cukup lama Devan mengendarai mobil nya menyusuri jalanan ibu kota berharap dapat menemukan keberadaan sang istri.
Karena merasa mengantuk dan sangat amat lelah, Devan memutuskan pulang ke rumah orang tuanya. guna beristirahat dan meminta bantuan orangtuanya mencari keberadaan Sera.
__ADS_1
cukup lama perjalanan Devan menuju rumah orangtuanya, sesampai nya di rumah, jam sudah menunjukkan pukul 3.00 dini hari.
Devan segera beristirahat dikamar nya, namun matanya begitu enggan untuk terlelap. Dalam hati dan pikirannya kini hanya ada sang istri.
Karena benar benar tak bisa tidur Devan memutuskan untuk menemui kedua orangtuanya saat itu juga meskipun hari masih terbilang cukup gelap.
tok...tok...tok...
ceklek, suara pintu terbuka.
"Devan, ngapain kamu ketuk kamar Bapak sepagi ini. bahkan ibu kamu saja belum bangun. dan kenapa kamu disini, bukan nya menemani istri kamu di rumah sakit kamu malah kesini." Cecar Bapak Devan
"Maaf pak, bukan maksud Devan mengganggu tidur bapak dan ibu. Tapi kali ini Devan bener bener butuh bantuan kalian." ucap Devan.
"Memangnya ada apa, lebih baik kita bicara diruang keluarga saja. kasihan ibu kamu masih tidur." ajak bapak Devan.
Sesampainya di ruang keluarga.
"Katakan Dev, ada masalah apa sampai kau membangunkan bapak pagi buta begini."
"Sera, meninggalkan rumah sakit sejak kemarin Sore" ucap Devan to the poin.
" Apa." ucap bapak Devan terkejut. " lalu kenapa kamu diam saja di sini. bukan nya mencari istri kamu, kamu malah kesini."
" Devan sudah mencari nya sepanjang malam tapi tak menemukannya, makanya pak, Devan kesini mau minta bantuan bapak sama keluarga lainnya."
" dia, meninggalkan telpon genggamnya di rumah sakit." jawab Devan.
"Apa sudah kau hubungi keluarga atau orangtuanya?"
"Astaga" ucap Devan terkejut dan mengusap kasar wajahnya." Kenapa aku tak kepikiran untuk hal itu."
"Sekarang hubungi keluarga nya!" perintah bapak Devan.
Dengan sigap Devan mengambil handphone nya, mencari nama. orang tua Sera. setelah ketemu segera ia melakukan panggilan telepon.
Cukup lama, tapi tak ada merespon telpon dari Devan.
" Bagaimana, " tanya Bapak Devan.
"Tak ada yang menjawab panggilan Devan pak."
"Coba sebentar lagi mungkin mereka sedang sholat subuh atau masih tertidur." Devan ayah mengangguk.
"Bapak mau kembali ke kamar dulu, nanti setelah dapat kabar, segera beritahu bapak. lebih baik kamu istirahat dulu, biar badan kamu lebih segar dan bisa kembali mencari Sera nantinya" ucap Bapak Devan dan berlalu kembali ke kamarnya.
__ADS_1
*****
Di kediaman orang tua Sera. Nampak terlihat Keluarga Sera termasuk Sera tengah melakukan sholat subuh berjamaah.
Setelah melaksanakan kewajiban mereka, mereka segera melakukan aktifitas rutin pagi mereka.
Sera kini tengah membantu ibu dan adik perempuannya menyiapkan sarapan.
"Kak, kapan kakak datang. Desi kok gak tau ya?"
"Semalem, kamu udah tidur ibu yang buka in pintu buat kakak kamu." bukan Sera yang menjawab namun sang ibu lah yang menjawab pertanyaan Desi.
" Hmmm" jawab Desi sambil manggut-manggut.
"Oh ya kak, aku..." perkataan Desi terhenti tat kala melihat kakaknya berlari ke arah kamar mandi sambil membekap mulutnya.
"Hoek...hoek..hoek..." terdengar suara Sera yang muntah membuat ibu dan Desi sangat khawatir, dan berlari menuju kamar mandi.
"Nak, kamu kenapa. kamu gak apa apa kan? " Teriak ibu dari depan pintu kamar mandi.
"Kak, buka pintunya. kakak kenapa." kini giliran desi yang memanggil manggil sang kakak tapi tak ada sahutan dari dalam kamar mandi.
" Sayang, Sera buka pintunya. kamu kenapa?" ucap ibu Sera yang semakin panik.
" Ibu tenang dulu, kakak pasti baik baik aja. kita tunggu sebentar lagi, pasti kakak keluar. kalau sampai dalam 5 menit kakak gak keluar keluar. kita dobrak saja pintunya.
sudah cukup lama mereka menunggu di depan pintu. namun Sera tak kunjung keluar. akhirnya Desi memanggil sang ayah dan juga Putra.
Sekarang mereka semua tengah berada di depan pintu kamar mandi.
"Ada apa ini Bu?" Tanya Ayah Sera.
"Sera, ada didalam kamar mandi sejak tadi. dan ibu sudah berusaha memanggil bahkan menggedor pintunya tapi gak ada sahutan apapun dari dalam yah, Ibu bener bener khawatir sama Sera yah." ucap ibu Sera begitu khawatir dan sudah nampak tak bisa membendung air mata nya.
"Ibu, tenang dulu ya !"
"Yah, kita dobrak saja pintunya." ucap Putra.
dan diangguki oleh sang ayah. Putra segera mengambil ancang ancang guna membuka paksa pintu kamar mandi.
" Brak " sekali
" Brak " dua kali percobaan gagal. namun Putra tak menyerah dan kembali mendobrak dengan sekuat Tenaga.
"Brak " ketiga, akhirnya pintu terbuka.
__ADS_1
" SERAAA..."