Seraphina

Seraphina
Epson 31


__ADS_3

Devan beralih menatap sang istri kemudian mengecup singkat pucuk kepala sang istri dan berkata," jangan nakal, jangan merepotkan ibu sama ayah. Aku akan segera menjemputmu di sini." Sera terkekeh mendengar ucapan Devan yang menganggap nya seperti anak kecil.


*****


Disebuah ruangan tampak seorang wanita telah tersenyum karena rencana nya membawa Devan ke sisi nya akan segera terwujud.


"Akhirnya, gue akan bisa miliki loe seutuhnya Dev." gumam Airin di iringi seringai tawanya.


tapi disisi lain sang atasan sedikit di buat bingung kenapa tiba tiba Airin memberinya jadwal meeting dadakan dengan Nugi Company dan mengatakan ada masalah pada proyeknya, karena sepengetahuan nya proyek itu baik dan berjalan sesuai rencana awal.


Alex sedikit terkejut ketika melihat berkas laporan yang di siap kan Airin untuk pertemuan nya dengan pimpinan Nugi Company. dia segera memanggil sekertaris nya.


"Ai, apa yang terjadi dengan proyek kita. kemarin baik baik saja kenapa seketika ada laporan janggal seperti ini." tanya Alex penuh selidik pada Airin.


"Saya sendiri kurang tau Tuan, itu laporan baru saya dapat tadi pagi. makanya saya langsung atur pertemuan dengan pihak Nugi Company." ucap Airin.


"Baiklah, kita bahas nanti. sekarang kamu bersiap kita akan berangkat 10 menit lagi." titah Alex. Airin segera keluar ruangan dan bersiap karena dia juga sedang tidak sabar untuk bertemu dengan sang pujaan hati.


*Flashback on*


Airin POV.


Pagi ini gue terbangun karena mendengar notife dari handphone gue. gue liat ternya itu pesan dari ibu Devan yang mengatakan bahwa anaknya sedang ambil cuti buat nemenin sang istri pulang ke kampung halamannya.


Gue bener gak rela kalau sampai mereka berduaan menghabiskan waktu bersama. Gue juga gak rela kalau sehari aja gak bisa ketemu sama si Do'i. Akhirnya muncul ide gila di otak cerdas gue.


Gue coba hubungin salah satu anak buah gue yang bertugas ngawasin proyek kami. gue minta dia manipulasi data bahan proyek yang seakan akan itu sangat mempengaruhi kinerja mereka.


Awalnya dia menolak, karena gue iminh imingin bonus yang menggiurkan akhirnya dia mau membantu gue. Dengan perjanjian bahwa dia akan aman dan tetap bisa kerja di proyek juga tentunya.


Gue setuju dengan syarat dia. dan dia mulai memanipulasi data dan gue yang emang bertugas juga buat ngawasin proyek itu dengan mudah meyakinkan Rendi asisten Devan kalau masalah itu harus segera Devan Selesaiin hati ini juga


Selain rencana itu, gue juga udah susun rencana lain. karena hati ini gue bener bener pengen miliki Devan seutuhnya.


"Yes, mereka semua percaya dengan apa yang gue rencanain, sekarang gue tinggal yakinin Bos Alex kalau memang ada sedikit masalah."teriak gue kegirangan dalam hati. karena ngibulin Alex itu gak mudah. apalagi dia emang selalu mantau perkembangan setiap proyek yang dia jalankan dengan sedetail mungkin.


*Flashback of*

__ADS_1


*****


Author POV


Disebuah kafe sudah duduk seorang dengan setelan rapih dan di temani berbagai macam file dihadapannya. eits, tapi dia gak sendirian. Dia ditemani Sekertarisnya.


Hampir 10 menit sudah mereka menunggu tapi orang yang mereka tunggu belum nampak batang hidungnya.


"Kamu sudah benar benar buat janji dengan mereka" tanya sang Pria.


"Sudah Tuan, mungkin masih dijalan kena macet."


"Kalau sampai 5 menit lagi mereka gak sampai, aku bakal pidahin proyek ke tangan yang lain"ucap Alex. Ya, pria itu adalah Alex pimpinan AL GROUP.


"Saya, coba hubungin mereka lagi Tuan."Airin sedikit gugup bagaimana memikirkan rencananya yang akan gagal begitu saja jika Devan tidak segera datang.


Airin meraih penselnya menekan tombol untuk menghidupkan ponselnya, dan mulai menggeser layar ponsel nya mencari nomer seseorang.


My Dear


ya benar saja itu adalah nama kontak Devan di ponsel Airin. Karena rasa cinta nya yang begitu dalam pada Devan. Mungkin rasa cinta itu kini sudah berubah menjafi obsesi karena Airin akan menghalalkan segara cara untuk mendapatkan Devan. yang Jelas jelas sekarang sudah beris


"Maaf kan kami Tuan, sudah membuat anda menunggu." ucap Devan sedikit ngos-ngosan karena dia tadi berlari dari parkiran dan diikuti oleh Rendi asisten nya.


"Tidak masalah Tuan Devan." ucap Alex "Silahkan duduk" lanjutnya.


Airin yang melihat Devan datang, tersenyum simpul dengan tatapan penuh makna kepada Devan. tapi itu semua tak liput dari pandangan Devan. namun Devan mencoba fokus pada apa yang menjadi tujuan awalnya.


"Kita langsung saja bahas masalah ini,"ucap Devan dan diangguki oleh Alex.


Mereka akhirnya membahas semua nya dengan seksama. mulai meneliti apa sebenarnya akar permasalahannya dan mencari solusinya.


Devan membulat kan matanya ketika menelisik lagi hasil laporan file yang ia pegang.


"Maaf Tuan apa maksud laporan ini? kelihatannya ini sebenarnya hanya masalah kecil saja.namun jika dibiarkan akan menjadi masalah yang cukup rumit." ucap Devan


"Apa maksud anda." Devan mencoba menunjukan hasil laporan proyek itu pada Alex. disitu jelas jelas. terjadi manipulasi data. itu membuat keempatnya membulatkan mata karena terkejut

__ADS_1


"Airin, coba kamu hubungi pengawas proyek yang memberi kamu hasil laporan ini." Mendengar perintah Alex, Airin segera menghubungi pengawas proyek.


"Sudah Tuan, pengawas itu akan segera datang dan menjelaskan semuanya" ucap Airin, setelah mematikan ponselnya.


Tak lama Pengawas proyek itu datang


"Maaf tuan ada apa memanggil saya kemari." ucap pengawas proyek


"Kamu lihat laporan kamu itu" ucap Alex sambil melemparkan laporan nya.


pengawas proyek mengambil kemudian membulatkan matanya, ia menampilkan wajah yang seolah olah kaget dengan hasil laporannya, padahal dia tahu itu adalah ulahnya yang merubah datanya.


" Maaf tuan, atas kecerobohan saya. saya benar benar tidak sengaja melakukan ini."


"Lalu apa solusimu" tanya Rendi penuh selidik.


"Saya akan merekap ulang Tuan, karena seingat saya tidak seperti ini seharusnya. "


"cepat lakukan sekarang, karena kecerobohan kamu dalam menginput data, kami jadi membuang waktu berharga kami." ucap Alex .


"Lakukan sekarang, atau bonus kamu kami hilangkan." tambah Devan.


Pengawas proyek mengambil beberapa berkas yang ia bawa tadi lalu mulai mengecek ulang dan menginput ulang data tersebut.


setelah menunggu hampir 30 menit pengawas proyek pun selesai memperbaiki laporannya, kemudian menyerahkan pada Devan.


"Ini tuan, silahkan anda cek ulang."


"hmmm" Devan mengambil dan mulai mengecek ulang semuanya. lalu ia tersenyum.


"Jangan ulangi kecerobohan kamu. karena ini sangat merugikan kami. "ucap Devan dan menunjukan laporan itu juga pada Alex.


Alex menerima dan melihat laporan itu, ia terkekeh kenapa bisa mereka semua ceroboh dan tak mengecek dengan teliti. menurutnya ini masalah sepele tidak harus pimpinan atau atasan turun tangan langsung.


"ckkk,,, cuma gara gara kayak gini kita tafi kalang kabut. padahal masalah ini kan bisa selesai meskipun kita gak turun tangan langsung."


."Anda benar Tuan, karena para asisten yang ceroboh ini, saya juga harus mengebut dijalan tadi karena ingin segera sampai dan menyelesaikan nya. dan saya harus rela meninggalkan istri saya di rumah orang tuanya." ucap Devan sedikit nyengir dan menatap Rendi kemudian Airin

__ADS_1


"Maaf"....


__ADS_2