Seraphina

Seraphina
Epson 43


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa" ucap Devan begitu melihat Sera yang sedang berdiri di depan wastafel dengan wajah yang terlihat begitu pucat.


Sera hanya menggelengkan kepalanya lalu membasuh wajahnya. berharap ia akan lebih merasa segar.


"Yank, kamu kenapa ? kamu pucat gitu . " ucap Devan sambil membantu Sera berjalan keluar kamar mandi.


"Aku gak papa mas, aku hanya mual. dan ini hal yang wajar di awal kehamilan. dokter kemarin juga udah jelasin bahwa aku akan mengalami ini. dokter juga udah ngasih aku obat mual sama vitamin kok." ucap Sera sambil menyandarkan tubuhnya pada kepala tempat tidur.


"Beneran kamu gak apa apa yank, aku kuatir banget liat kamu kayak gini."


"Aku gak papa, nanti setelah aku minum obat dan istirahat aku pasti baikan."


"Ya udah, kamu istirahat dulu, aku buatin kamu bubur dulu biar kamu bisa minum obat." Sera mengangguk kemudian Devan pergi ke dapur.


Di dapur Devan Segera membuatkan Bubur untuk Sera. tak lupa ia pun membuat minuman hangat untuk Sera. berharap istrinya akan lebih merasa baikan setelah makan dan minum minuman hangat.


Tak butuh waktu lama, bubur pun siap. Devan segera membawa masuk ke kamar. namun di lihatnya Sera tengah tidur.


Devan menatap lekat wajah Sera, yang nampak begitu manis menurutnya. Karena ia tak mau melihat istrinya terganggu Devan meletakkan bubur di atas nakas dan berlalu ke kamar mandi, bersiap siap untuk ke kantor.


Selesai dengan berbagai ritualnya, Devan keluar dari kamar mandi. namun ia di kejutkan dengan Sera yang sudah terduduk dan memangku sebuah mangkok di hadapannya.


"Kamu, udah bangun Yank?" tanya Devan pada Sera.


"Hmmm."


" kamu lapar banget ya. sampek bersih gitu buburnya gak tersisa."


"hmmm,, buburnya enak mas. aku mau lagi." sambil menyodorkan mangkuk kosong pada Devan.


"Apa, kamu masih laper" ucap Devan melongo.


"Hmmm... kamu bikinin lagi buburnya." ucap Sera sambil tersenyum manis pada Devan. Devan tak bisa menolak permintaan istrinya.


Akhirnya Devan pun membuat satu porsi lagi untuk Sera dan satu porsi untuk dirinya.


"Ni yank bubur nya, mau aku suapin." tawar Devan.


"Hmmm... gak usah deh. kamu juga belum makan kan. jadi aku makan sendiri aja, biar kamu bisa makan." ucap Sera.


Sera, melahap habis buburnya, kemudian minum obat dan vitamin dari dokter kemarin.


"Ya udah yank, kan kamu udah sarapan, udah minum obat, kalau aku tinggal ke kantor gpp kan? soalnya aku ada meeting penting hari ini." tanya Devan.

__ADS_1


"Iya, aku udah gak papa mas,.kamu ke kantor aja."


"Ya udah, kamu baik baik di rumah. nanti kalau ada apa apa, kamu telpon aku ya!" ucap Devan lalu mencium kening sang istri dan berlalu pergi.


*****


Di kediaman Nugroho, Semua keluarga Devan telah menyelesaikan sarapan mereka.


"Mas, kamu udah telpon Devan belom, buat membicarakan masalah kemarin!" Tanya Bulek Devan pada Ayah Devan.


"Aku belum sempat telpon dia."


"Bapak, ini gimana sih. kok gak telpon Devan. Semakin cepat masalah ini selesai semakin baik."


"Ya sudah buk, ibu aja yang telpon Devan. suruh kesini." ibu Devan mengangguk kemudian menghubungi Devan.


"Tut...tut...tut..." Suara telpon tersambung.


"Assalamualaikum bu" jawab Devan


"Nak, kamu bisa ke rumah. ada yang mau kita bicarakan sama kamu." ucap ibu Devan.


"Kalau sekarang Devan gak bisa buk, mungkin nanti pulang kerja baru Devan bisa ke sana." ucap Devan.


kemudian telpon pun terputus.


"Gimana mbak, apa kata Devan." tanya bulek Devan.


"Nanti pulang kerja dia mau kesini." ucap Ibu Devan.


*****


Di apartemen, Sera merasa sangat bosan. Sera tak tahu harus melakukan apa. akhirnya ia memutuskan pergi keluar hanya untuk sekedar jalan di sekitar taman kota dekat apartemen.


Sera memilih berjalan kaki menuju taman, karena memang jarak taman yang tak begitu jauh dari apartemen. hanya membutuhkan waktu 20 menit berjalan kaki untuk sampai di taman itu.


Sera, duduk di sebuah kursi taman. Dari tempat duduknya, ia bisa melihat beberapa anak kecil yang sedang bermain dan tertawa.


"Bunda, udah gak sabar sayang. lihat kamu tumbuh jadi anak yang ceria seperti mereka. Berlari, bercanda, tertawa. pasti gemesin banget nantinya" gumam Sera sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Karena rasa haus, Sera memutuskan mencari penjual minuman di sekitar taman. namun tak juga menemukannya.


Sera melihat sebuah kedai kecil di sebrang jalan. karena tergesa gesa, Sera tak menyadari jika ada sebuah motor yang melaju kencang ke arahnya.

__ADS_1


"Brukk" suara tabrakan yang begitu keras.


Sera terjatuh tak sadarkan diri. banyak para warga dan orang di sekitar yang melihat itu. dan menghubungi Ambulans untuk membawa Sera ke Rumah sakit.


Di salah satu sudut taman nampak seseorang yang tersenyum senang melihat kejadian itu. dan berbicara di telpon.


"Halo bos, semuanya udah beres." setelah mengatakan itu orang tersebut pergi meninggalkan taman.


*****


Di kantor, Devan telah menyelesaikan meeting nya. Devan merasa ada yang janggal dengan hati nya saat ini.


"Kenapa gue keinget Sera terus ya" gumam Devan dalam hati .


Karena perasaan nya yang terus tak tenang. Devan memutuskan untuk menelpon nomer Sera.


"Halo yank" ucap Devan


"Maaf, Tuan. apa anda suami pemilik handphone ini." jawab seseorang.


"Iya, kenapa handphone istri saya ada di kamu. dimana istri saya."tanya Devan


"Maaf Tuan, istri Tuan mengalami kecelakaan. dan sekarang di rawat di rumah sakit XX" mendengar itu Devan langsung mematikan telpon nya dan bergegas menuju rumah sakit yang telah di sebutkan tadi.


Devan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. hingga hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Devan menuju resepsionis untuk menanyakan di mana istrinya.


"Maaf sus, dimana korban kecelakaan atas nama Seraphina?" tanya Devan.


"Ibu Seraphina masih dalam penanganan di ruang IGD tuan. anda bisa lurus ke sana lalu belok kanan." ucap Suster mengarahkan Devan.


Devan langsung berlari menuju tempat yang ditunjukkan oleh suster tadi.


Devan melihat seorang laki laki tengah duduk memegang sebuah handphone dan tas wanita. ia yakin itu milik Sera istrinya.


Devan segera menghampiri laki laki tersebut.


"Dimana istri saya? apa yang terjadi, kenapa istri saya bisa seperti ini." tanya Devan.


"Istri anda masih di dalam tuan dalam perawatan. tadi istri anda mengalami tabrak lari di jalan dekan taman kota tuan. dan ini barang barang istri Anda." ucap laki laki itu.


"Terima kasih telah membawa istri saya kemari."

__ADS_1


"Sama sama, saya permisi Tuan." laki laki tersebut pergi meninggalkan rumah sakit.


__ADS_2