
" Brak " sekali
" Brak " dua kali percobaan gagal. namun Putra tak menyerah dan kembali mendobrak dengan sekuat Tenaga.
"Brak " ketiga, akhirnya pintu terbuka.
"SERA", teriak semua orang terkejut melihat Sera telah jatuh pingsan di dalam kamar mandi.
Dengan sigap ayah Sera berlari dan mengangkat tubuh kecil sang putri sang dibawa ke dalam kamar . Ibu Sera segera mencari minyak angin untuk di berikan kepada Sera agar cepat sadar.
Hampir satu jam lamanya, namun Sera tak kunjung membuka mata. membuat seluruh keluarga nya bingung dan khawatir.
" Yah, kenapa Sera tak segera siuman. ini sudah hampir satu jam." ucap Ibu Sera yang sudah khawatir melihat kondisi sang anak.
" Ibu tenang ya, bentar lagi Sera pasti sadar."
"Yah, kita bawa ke klinik saja bagaimana ? Ibu bener bener khawatir melihatnya yang semakin pucat." pinta sang ibu
"Ya sudah bu, kita bawa ke klinik saja." ucap ayah Sera.
"Putra, cepat kamu pinjam mobil pak RT buat bawa kakak kamu ke klinik." Putra yang mendengar ucapan sang ayah segera berlari menuju rumah pak RT.
"Des, kamu siap kan beberapa perlengkapan yang mungkin nanti akan dibutuhkan di klinik." Desi mengangguk dan segera melaksanakan perintah sang ayah. Sedangkan sang ibu terus berusaha membuat Sera agar segera sadar.
tak lama putra datang membawa mobil Pak RT. mobil Avanza putih yang sedikit kotor di bagian roda samping bawah. karena jalanan yang dilalui masih banyak yang belum beraspal.
Putra dengan sigap membantu sang ayah membawa Sera ke klinik bersama sang ibu. sedangkan Desi diminta untuk tetap di rumah.
tak membutuhkan waktu lama, mereka telah sampai di sebuah klinik. Sera segera dilarikan ke ruang IGD untuk mendapat penanganan.
Keluarganya begitu khawatir menunggu kabar dari dokter.
"Ceklek" terdengar suara pintu sedang terbuka, dan keluar lah seorang dokter. Keluarga Sera segera menghampiri sang dokter guna mengetahui kondisi Sera.
"Dok, bagaimana keadaan putri kami?" tanya Ayah Sera.
"Maaf, apa disini ada suami dari pasien.'' tanya sang dokter.
"maaf dok, menantu saya sedang ada pekerjaan di luar kota." jawab ayah Sera.
"Apa ada hal yang membahayakan anak kami dok?" Tanya ibu Sera sedikit ragu dan bergetar .
" Ibu yang sabar, ada hal buruk yang harus saya sampaikan tentang kondisi yang di alami nona Sera da...." ucpan sang dokter terhenti karena berbagai macan pertanyaan dari ibu Sera.
__ADS_1
"Ada apa dengan Sera dok, putri saya kenapa? tolong putri saya dok." ucap ibu Sera, dengan suara gemetar dan berlinang air mata.
"Ibu, tenang dulu. tolong dengarkan penjelasan saya."
"Nona Sera, sampai saat ini belum sadarkan diri. karena kondisi tubuh nya yang lemah di awal kehamilan nya, ditmabah lagi dengan stres atau pikiran berlebih. dan seperti nya nona Sera habis mengalami kecelakaan yang cukup parah. itu yang memperburuk keadaannya." jelas dokter panjang kali lebar .
"*Kayak rumus luas persegi panjang aja thor pakek panjang kali lebar😅" Putra
"Haduh, diem napa sih Put. ganggu moment sedih aja nih." decak author
"Lha salah ndiri gue dari tadi di kacangin gak di kasih bagian dialog🤪" Putra.
"suka suka othor lha, mau kasih kamu dialog pa kagak. dah diem aja sana " sungut sang dokter.
"Thanks ya dokter tamvan udah belain Othor 🤩"
"Terima kasih pujiannya thor😘 emang dari dulu saya tampan" Dokter
" 😳 pede juga ni dokter. udah lah thor lanjut lagi cerita nya. moment sedih lho nanti hilang." Putra.
"Oke gaes kita lanjut👌. sun sayang othor😘😘😘*"
"Maka dari itu, ada beberapa hal yang harus saya sampaikan disini. tentang kondisi pasien. dan saya membutuhkan persetujuan dari suami nona Sera untuk melakukan tindakan selanjutnya." ucap sang dokter.
"Saya suami Sera, lalukan apa pun dok." ucap Devan. ya suara itu adalah suara Devan yang baru saja sampai di klinik.
"Baik pak. tapi sebelumnya, saya ingin menanyakan serta memberi tahu sesuatu tentang kondisi nona Sera. Bisa kah anda ikut saya keruangan sebentar?" tanya sang Dokter.
" Baiklah dok." Devan segera mengikuti langkah sang dokter.
"Nak, kami ikut. kami ingin mengetahui kondisi Sera " ucap ibu Sera dan diangguki oleh Devan.
*flashback on*
setelah pembicaraan nya Devan dan sang bapak berakhir, Devan pergi beristirahat dan berusaha memejamkan matanya namun tak bisa sama sekali. ia begitu mengkhawatirkan kondisi sang istri.
Devan segera meraih kunci mobil dan menuju ke rumah orang tua Sera. namun sesampainya di sana, Devan di kejutkan kembali dengan kabar yang di ucapkan Desi.
"tok...tok ..tok..."
"Assalamualaikum"
"ceklek", sura pintu dibuka." waalaikumsalam."
__ADS_1
"Mas Devan" ucap Desi sedikit terkejut.
"Des, apa Sera kesini. apa dia ada disini. " tanya Devan.
"Iya mas, Ta..Tapi..."
" Tapi kenapa Des." ucap Devan memotong ucapan Desi.
"i..itu mas. kak Sera.."
"Sera kenapa? cepat bilang sama saya. ada apa dengan Sera." ucap Devan dengan suara parau yang terdengar sangat khawatir.
"Kakak, tadi pagi pingsan di kamar mandi. dan hampir satu jam tak sadarkan diri."
"lalu dimana Sera sekarang?"
"Ayah, ibu, dan Putra mengantar Kak Sera ke klinik terdekat dari sini mas."
Mendengar ucapan Desi, membuat Devan mengambil langkah seribu guna menemui dan melihat kondisi sang istri.
*flashback off*
Sesampainya di ruangan sang dokter mereka segera duduk. dan dokter mulai menjelaskan kondisi Sera.
"Maaf sebelumnya Pak, apa sebelumnya nona Sera habis mengalami kecelakaan?" tanya Dokter.
" iya dok, dua hari yang lalu istri daya baru saja sadar dari koma nya karena kecelakaan." ucap Devan.
Ucapan Devan pun membuat ibu dan seluruh keluarga Sera terkejut.
"apa maksud kamu nak, lalu jika Sera kecelakaan kenapa kamu tidak memberitahu kami sebagai orangtuanya." tanya ibu Sera.
"maaf bu" ucap Devan.
" sudahlah bu, nanti kita minta penjelasan Devan. mungkin dia punya alasan tidak memberitahu kita. sekarang kita dengar penjelasan dokter dulu." ucap ayah Sera berusaha menenangkan sang istri.
" Jadi apa itu sangat berpengaruh besar dok, kepada kondisi anak saya sekarang." tanya ayah Sera .
" begini pak. kondisi nona sera sekarang yang tengah hamil muda di tambah dengan stres berlebih apalagi keadaannya paska koma yang belum begitu pulih sepenuhnya. membuat kondisi tingkat kesadarannya menurun. jika dalam waktu beberapa jam ke depan belum sadarkan diri juga kami khawatir nona Sera akan mengalami koma kembali. dan itu sangat berbahaya bagi sang janin."
" Dok, lakukan yang terbaik untuk mereka." ucap Devan.
"Tapi...."
__ADS_1