
Keesokan hari nya, Seraphina bersiap siap menuju kantor. Seperti biasa Seraphina mengawasi dan mengontrol semua kualitas makanan yang akan dia sajikan.
Kini Jam menunjukan jam makan siang. Dia bergegas masuk ke dapur kantin untuk memasak makan siang untuk Pimpinan perusahaan seperti perjanjian mereka sebelumnya. yang mengharuskan Seraphina menyiapkan sendiri menu makan siang sang Bos.
Setelah berkutat selama 30 menit di dalam dapur makanan telah siap. Seraphina bergegas menuju ruang kerja pimpinan. Sebelum masuk ruangan dia berpapasan dengan Rendi yang kebetulan baru saja keluar dari ruang kerja pimpinan.
"Selamat siang Tuan Rendi" sapa Seraphina kepada Rendi.
"Siang nona Sera."
"Apakah itu makan siang untuk Tuan Devan."tanya Rendi dan diangguki oleh Seraphina. "Baiklah langsung saja kamu masuk, karena Tuan Devan sudah menunggu makan siangnya."
"Terimakasih Tuan, saya permisi dulu."
Di dalam ruang kerja nya terlihat Devan sedang duduk di atas kursi kebesarannya.
"Permisi Tuan, ini makan siang anda."
"hmmmm... letakan saja di meja sana." perintah Devan
"Baik Tuan."
"Saya telah meletakkan nya dimeja Tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Seraphina.
Seraphina hendak berlalu keluar ruangan. Sebelum dia membuka pintu langkah kakinya terhenti karena panggilan Devan.
"Tunggu."
"Iya Tuan, apa masih ada yang anda perlukan?" tanya Seraphina.
"Bisakah kau menemaniku makan siang."
"Maaf Tuan, tapi rasanya tidak pantas kalau saya makan bersama anda." Tolak Seraphina.
__ADS_1
"Saya tidak suka dibantah, dan ucapan saya adalah perintah."
"Baiklah Tuan."
Akhirnya Seraphina duduk menemani Devan makan siang. Selama makan siang Tidak ada percakapan ataupun semacamnya hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar. Seraphina begitu canggung ketika hanya berdua dengan Devan di ruangan tersebut.
Setelah makan siang Seraphina segera membereskan semuanya dan kembali ke dapur kantin. Tak lama terdengar bunyi dari handphone Seraphina, Dia segera mengambil dan melihat nama sang ayah yang sedang menelpon nya.
Drrrtttt....Drttttt.....
"Halo, Assalamualaikum Ayah."
"Waalaikumsalam nak, bagaimana kabarmu di sana Sera."
"Alhamdulillah ayah, Sera baik- baik saja. Ayah, Ibu dan adik- adik apa kabar?"
"*Ayah, ibu dan adik-adik baik- baik saja."
"Sera, Ayah hanya ingin mengabarkan kalau adik kamu Desi ingin bekerja di kota. kebetulan dia sudah mendapat tawaran kerja di sebuah restoran di kota. Ayah harap kamu bisa menjaga adik kamu di sana." ucap Ayah Seraphina*.
"Kapan Desi akan berangkat kesini ayah." tanya Seraphina.
"Desi baru saja berangkat, kemungkinan nanti sore tiba di terminal kamu jemput adik kamu ya nak."
"Baik Ayah, nanti Sera jemput Desi."
" Ya Sudah Ayah Sera mau lanjutin kerja, biar cepat selesai dan bisa jemput Desi di terminal." lanjutnya Seraphina.
"Baiklah ayah tutup dulu telpon nya, kamu hati hati ya nak. jaga diri baik-baik. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam ayah, ayah juga jaga kesehatan ayah. sampaikan salam Sera sama ibu dan juga Dito." jawab Seraphina sembari menutup telponnya.
~Diterminal~
__ADS_1
Sore hari, bus yang dinaiki Desi telah sampai di terminal. Desi turun dengan membawa tas ransel dipunggung nya. Dia begitu bingung melihat banyaknya orang berlalu lalang di terminal. maklumlah ini kali pertama Desi menginjakan kaki nya di kota. Sebelumnya Desi belum pernah berkerja. Karena Desi merasa haus dia mencari air minum dan memilih duduk di ruang tunggu yang tersedia di terminal guna menunggu sang kakak yang akan menjemput nya.
Tak terasa sudah hampir 30 menit Desi menunggu, tapi dia tidak melihat kemunculan Seraphina. Desi nampak cemberut karena Sera tidak kunjung datang. Dan dia memutuskan untuk mencari telpon umum ingin menelpon kakaknya. maklum lah, Desi tidak memiliki handphone. Ketika hendak pergi dari duduknya ada orang yang memanggil nama nya, merasa ada yang memanggilnya, Desi mencari sember suara yang begitu ia kenal. Dan betul saja itu suara Seraphina.
"Desi..." Teriak Seraphina sambil berlari menghampiri adiknya.
"Kakak." Desi
Desi senang melihat sang kakak menghampirinya. mereka saling berpelukan, meluapkan rasa rindu. karena sudah hampir 1 tahun ini Seraphina tidak pulang kampung.
"Kakak, Desi kangen sama kakak." Isak tangis mengiri suara Desi."Kenapa kakak gak pernah pulang setahun terakhir ini, apa kakak tidak kangen sama kami di kampung. dan ya kakak kenapa terlambat menjemput ku, aku benar benar bingung tadi seandainya kakak tidak datang. " Omel Desi pada sang kakak.
"Kakak, Juga kangen sama adek kakak yang bawel ini." Ucap Seraphina sambil melepaskan pelukan nya. " Sudah jangan ngomong mulu, mending kita ke kosan kakak biar kamu bisa istirahat dek."dan diangguki oleh Desi.
Diperjalanan pulang, Desi tak henti henti bercerita tentang keadaan orang tua dan adik nya di kampung. Dia juga menceritakan keseharian nya di kampung saat selama Seraphina berada di kota. Seraphina hanya menjadi pendengar yang baik untuk semua cerita adik nya. Seraphina tertawa ketika Desi bercerita hal yang lucu dan akan bersedih di kala Desi menceritakan ketika orang tua nya sedang sakit, atau pun ketika keluarga nya dikampung mengalami kesulitan. Seraphina merasa menjadi anak yang tidak berguna karena tidak ada untuk mereka ketika mereka kesulitan.
Tak terasa mereka sudah sampai di kosan Seraphina. Seraphina segera membuka pintu kos nya dan mempersilakan Desi masuk. Sera menyuruh adiknya untuk membersihkan diri dan beristirahat. Selagi Desi membersihkan diri, Seraphina menyiapkan makanan dan minuman untuk sang adik. Ketika makanan siap Seraphina segera memanggil adik nya untuk makan malam bersama.
"Dek, ayo makan malam dulu nanti setelah makan kamu bisa istirahat lagi."
"Iya Kak." Desi
"Dek, kamu kerjanya mulai kapan? tanya Seraphina.
" InsyaAllah lusa kak, jadi besok kakak bisa nemenin Sera melihat restoran tempat kerja Desi tidak.''
"Tentu Dek, kakak akan temani kamu apalagi besok hari minggu jadi kakak libur." ucap Seraphina.
"Terimakasih kakak, kakak memang kakak yang terbaik."
"ya udah selesaikan makan mu, lalu istirahat lah. kamu pasti capek." perintah Seraphina.
"Siap kakak."
__ADS_1
/// jangan lupa berikan jempolnya ya kak, biar *author semangat untuk berkarya.///
~maaf ya.... kalau masih banyak typo* ~