Seraphina

Seraphina
Epson 30


__ADS_3

"Tapi..."ucap Sera terhenti.


"Udah ya ! gak Ada tapi tapi an. aku gak mau di bantah untuk kali ini." ucap Devan.


"Baiklah"


" Istri pintar" ucap Devan dan mengecup pucuk kepala Sera dengan penuh kasih sayang.


*****


Devan sampai ke kantor dan meminta Rendi mengosongkan jadwalnya untuk beberapa hari ke depan karena ia ingin menemani Sera pulang ke kampung.


"Ren, kamu kosongkan jadwalku untuk beberapa hari ke depan ya" perintah Devan.


"Emang kenapa bro? " tanya Rendi.


"Gue mau nemenin istri gue pulang kampung." Rendi hanya manggut manggut mengerti maksud Devan.


"Loe mau ikut atau gak." tanya Devan pada Rendi.


" Gak usah deh, gue kerja aja lagian ada beberapa file yang harus di selesaiin." ucap Rendi.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu. orang tersebut tidak jadi masuk keruangan Devan dan memutuskan untuk berbalik untuk pergi dari tempat nya berdiri.


Tak Terasa hari sudah sore, Devan memutuskan untuk pulang ke apartemen dan bersiap siap untuk berangkat ke kampung halaman sang istri esok hari.


sesampainya di apartemen Devan segera menghampiri sang istri yang tengah memasak di dapur.


" Kamu masak apa sayang" Ucap Devan


" ya Allah, kamu ngagetin aja mas." kaget Sera ketuka Devan memeluk Sera dari belakang.


"Ni lagi buatin kamu Soto Betawi." Devan manggut manggut mendengar ucapan Sera.


"Dah siap," ucap Sera pada Devan. " Udah siap ni, kamu kemeja makan dulu biar aku siapin semuanya"


Setelah menyiapkan semua, Devan dan Sera mulai makan malam. setelah selesai mereka memutuskan untuk segera istirahat.


*****


Malam telah berganti pagi, Devan dan Sera sudah bersiap untuk berangkat menuju kampung halaman Sera.


Karena hari masih pagi dan jalanan masih lengang membuat perjalanan mereka terasa lebih cepat dari biasanya.


Devan dan Sera sudah Sampai di depan rumah Sera. Sera segera turun dari mobil dan disusul Devan. Mereka berdua berjalan bersama menuju depan pintu rumah orang tua Sera.


Sera mulai mengetuk pintu rumah sederhana yang nampak nyaman dan asri.

__ADS_1


Tok...tok...yok....!!!!


"Assalamualaikum" Sera mengucap salam.


"Waalaikumsalam" sahut seseorang dari dalam rumah.


"Ceklek"


suara pintu terbuka. Ibu Sera yang membuka ointu terkejut saat melihat anak sulungnya berdiri tepat dihadapan nya sekarang.


"Ibu, Sera rindu." Sera langsung berhambur memeluk ibu nya.


"Ibu juga rindu sama kamu nak ." Ucap Ibu Sera membalas pelukan sang anak.


"Ayo masuk nak." ajak ibu Sera setelah melepaskan pelukan dari sang anak.


Didalam rumah Sera dan Devan duduk di kursi ruang tamu. kemudian ayah Sera dan adik laki laki Sera keluar menemui mereka di ruang tamu.


"Apa kabar Ayah," ucap Sera sambil mencium punggung tangan sang ayah. Devan pun melakukan hal sama seperti Sera.


" Ayah baik nak, bagaimana kabar kalian." tanya Ayah Sera.


"Kabar kami baik yah" jawab Devan di sertai seutas senyum ketulusan.


"Udah lama kalian gak pernah main ke sini. apa kalian begitu sibuk atau sudah tak merindukan kami disini." sahut ibu Sera setelah meletakkan minuman di depan Sera dan Devan.


"Ibu, maaf kan Sera. Sera baru sempat main kesini." ujar Sera.


"Iya nak, gak apa apa. ibu sama Ayah ngerti akan kesibukan kamu." tutur ibu Sera.


Mereka mengabiskan waktu dengan mengobrol banyak hal. meluapkan rasa rindu mereka masing masing.


Tiba tiba dering ponsel Devan menghentikan aktifitas mereka Sesaat.


Drttt...drttt...drttt.


"Maaf, Devan angkat telpon dulu.'' pamit Devan pada anggota keluarga istrinya.


Devan pergi keluar guna mengangkat telpon dari asisten sekaligus sahabatnya.


Devan : "halo, Assalamualaikum"


Rendi : "Waalaikumsalam"


Devan : " Ada hal penting apa Ren, Sampai sampai loe ganggu waktu gue sama keluarga istri gue."


Rendi : "Tau aja loe kalau ada yang penting."

__ADS_1


Devan :. "Ya tau lah, loe gak akan telpon gue dan ganggu waktu gue sama keluarga kalau gak ada hal gang penting."


Rendi : " Jadi gini...."


Devan. :" udah cepetan ngomong, kalau loe gak segera ngomong gue matiin ni telpon."


Rendi : "Iya iya"


Rendi : " Jadi gini, proyek kita dengan AL Group sedikit ada masalah."


Devan : " Loe kan bis handle masalahnya."


Rendi : " Sorry Dev, kali ini gak bisa. masalahnya sedikit riweh dan Tuan Alex minta loe ketemu langsung sama dia."


Devan : " oke, gue akan datang. cepat loe siapin segalanya. gue bakal datang kurang lebih 1 jam kalau jalanan lancar"'


Panggilan pun terputus.


"Ahhhggg,,,, sial. kapan sih tu anak bisa biarin hidup gue bahagia sebentar. tanpa ada beban" Gumam Devan dari hatinya.


Devan masuk ke rumah orang tua Sera, dengan wajah yang tertekuk.


"Kamu kenapa mas" tanya Sera.


"Maaf sebelumnya, Devan mau bilang, barusan asisten saya telpon. saya harus segera ke kantor karena ada sedikit masalah yang tidak bisa di handle oleh asisten saya. dan hanya saya yang bisa menyelesaikan nya." jelas Devan.


"Gak Apa apa nak. itu memang sudah tanggung jawab. kamu sebagai pimpinan di perusahaan yang besar." ucap ayah Sera.


"Saya benar benar minta maaf." ibu Sera dan Ayah Sera hanya bisa mengangguk memahami menantu mereka.


" Sayang, kalau kamu masih rindu dan ingin di sini kamu bisa tinggal beberapa hari di sini. nanti kalau kerjaan ku beres aku langsung jemput kamu."


"Kamu serius mas, aku bisa tinggal di sini untuk beberapa hari." Devan mengangguk dan tersenyum pada Sera, nampak pancaran bahagia dari wajah Sera.


"Tapi nanti kalau aku disini, nanti siapa yang urus semua keperluan kamu." tanya Sera dengan wajah sedikit murung.


"kan ada Rendi disana, Rendi bisa jadi apa aja hang aku mau." ucap Devan.


"Kamu, percaya kan kalau Rendi bisa jagain dan ngurus semua kebutuhan ku." lanjut Devan kemudian membisikan sesuatu pada Sera. " kecuali memanaskan ranjang ku, hanya kamu yang bisa*.


"Mas.." Sera membulatkan matanya dan juga reflek mencubit perut suaminya.


"Ya sudah, aku masih mau kangen kangen an sama ibu ayah, juga putra. kamu balik hati hati ya! kamu juga harus janji kalau semua selesai kamu jemput aku disini." Pinta Sera oada Devan.


" aku janji sayang." ucap Devan.


" Yah, bu, put, Saya pamit dulu ya, tolong jaga istri Devan disini. kalau dia nakal cubit saja hidung nya." Sera melotot ke arah Devan. Devan terkekeh melihat tingkah polos dan manja sang istri yang selalu nampak ketika sedang bersama keluarganya. Dibalik sifatnya yang pekerja keras, kuat , dan Mandiri. Sera juga seorang gadis yang memiliki sifat manja ketika berada dekat orang yang ia sayangi

__ADS_1


"Iya nak, kamu hati hati ya" Ucap orang tua Sera bersamaan. kemudian Devan mencium punggung tangan ibu dan ayah mertuanya.


Devan beralih menatap sang istri kemudian mengecup singkat pucuk kepala sang istri dan berkata," jangan nakal, jangan merepotkan ibu sama ayah. Aku akan segera menjemputmu di sini." Sera terkekeh mendengar ucapan Devan yang menganggap nya seperti anak kecil.


__ADS_2