
"Devan sekarang jelaskan semuanya sama kami disini." ucap bapak Devan.
"...." Devan hanya diam
"Devan, Bapak gak pernah ngajarin kamu untuk jadi pengecut. sekarang katakan pada kami semua apa yang sudah kamu lakukan sama Airin." ucap Bapak Devan dengan sedikit menahan amarahnya.
"......"Devan masih terdiam dan menunduk kan wajahnya.
"Devan" Bentak bapak Devan. yang sudah tak bisa menahan amarahnya dan berdiri menghampiri Devan.
"Plak" suara tamparan menggema di seluruh ruang tamu, membuat semua yang ada ada disitu kaget.
"Pak, Jangan pukul Devan. kita dengar penjelasan Devan dulu." ucap ibu Devan seketika ketika melihat anak laki lakinya ditampar sang suami.
"Bapak, gak tahu lagi harus ngomong apa sama kamu Devan. Bapak merasa gagal mendidik kamu Devan." Ucap Bapak Devan yang masih emosi dan merasa begitu kecewa pada anaknya.
"Udah mas, kita duduk dulu. kita dengarkan penjelasan Devan."ucap ibu Devan menenangkan Bapak Devan yang sangat emosi.
"Iya mas, mas sekarang duduk dan tenangkan hati mas. tahan emosi mas. kita dengarkan dulu penjelasan Devan." ucap Bulek Devan.
Dan disisi lain Devia hanya bisa menangis melihat semua kejadian yang ada dihadapannya.Bapak Devan akhirnya mau duduk dan mendengarkan penjelasan Devan.
"Bapak benar benar, gak habis pikir sama kamu Devan. kamu itu laki laki. apa kamu akan jadi pengecut seperti ini." ucap bapak Devan lirih karena sangat kecewa sama anaknya.
"Ayolah nak, kamu bicara. jangan diam aja kayak gini." kata ibu Devan.
"Devan, tatap ibu nak. Nak kalau kamu diam kayak gini terus gak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. yang ada kamu akan nambah masalah dan masalah akan semakin runyam." Ucap Ibu Devan.
"Iya nak, ayo sekarang kamu cerita sama kami. kami pasti akan bantu kamu nak." ucap bulek Devan.
" Devan, benar kata ibu dan bulek kamu. Kami disini akan selalu membantu kamu nak." kini paklek Devan lah yang berbicara.
Devan mendengar semua itu akhirnya mau membuka suaranya.
"Maaf" hanya satu kata yang keluar dari mulut Devan.
"Maaf, kami tak butuh kata itu Devan. Kami butuh penjelasan kamu." bentak Bapak Devan.
"Semua ini bukan sepenuhnya salah kami pak. Kami dijebak malam itu. Kami gak sadar waktu itu." ucap Devan.
"Dan sekarang, Airin sedang mengandung anak Devan." lanjut Devan lalu menceritakan semua kejadian malam itu yang menimpa dirinya dan Airin.
Semua orang sangat terkejut mendengar ucapan Devan.
__ADS_1
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang nak." ucap Ibu Devan.
"Devan bingung buk, Devan gak tau harus berbuat apa. Devan gak mungkin nikahin dia, Devan udah punya istri buk." ucap Devan.
"Devan, kamu itu laki laki. kamu harus mempertanggungjawabkan semua kelakuan kamu. meskipun itu bukan sepenuhnya salah kamu." Bapak Devan berbicara lalu pergi meninggalkan semua yang berada diruang tamu.
"Mas kamu bener bener keterlaluan. bisa bisanya kamu berkhianat di belakang kak Sera. mas keterlaluan. aku kecewa sama kamu mas. mas gak pikirin perasaan kak Sera." kata kata itu muncul dari bibir Devia yang sudah merasa geram kepada sang kakak.
Setelah mengatakan semua itu, Devia pun mengikuti langkah sang bapak pergi meninggalkan ruang tamu.
"Maaf kan Mas, Via. mas gak bermaksud nyakitin Sera." ucap Devan namun tak dihiraukan Devia.
"Devan kami akan berusaha membantu kamu menyelesaikan masalah ini. kamu harus yakin kami akan selalu ada di samping kamu. kami akan selalu mendukung semua keputusan Kamu nak."
ucap ibu Devan
"Iya nak, kami selalu ada untuk kamu." ucap bulek Devan.
"Sekarang kamu masuk kamar kamu nak, kamu istirahat. besok kita bahas ini lagi. kita cari solusinya bareng bareng." kata ibu Devan.
"Nggak buk, Devan pulang aja ke apartemen kasian Sera dia di apartemen sendirian. dia juga lagi sakit hari ini." ucap Devan.
"Devan pamit ya buk" ucap Devan lalu berdiri menyalami dan mencium punggung tangan ibu, bulek dan paklek nya.
*****
Ditempat lain, Airin sedang duduk balkon rumahnya menikmati senja yang sedang menampakkan kecantikannya. Hembusan angin sore menambah suasana yang begitu menenangkan hati.
Airin berdiri lalu berjalan kesisi pagar Balkon.
"Akhirnya" ia tersenyum kemenangan.
"Devan, akhirnya gue bakal miliki loe seutuhnya. Tinggal satu langkah lagi sayang, kita akan bersatu."
"Dan sekarang tinggal Satu orang lagi yang harus gue singkirkan. Sera, loe gue harus buat loe pergi dari sisi Devan." Gumam Airin.
Airin mengambil telpon nya yang berada di saku celananya. kemudian dia mencari nomer telpon seseorang dan menelponnya.
"Tut....tut....tut...."suara telpon tersambung.
"Hallo" jawab seseorang dari seberang telpon.
"Gue minta loe lakuin apa yang gue suruh tadi siang" ucap Airin.
__ADS_1
"Baik Bos, Bos tinggal terima beres."
"Oke, gue tunggu kabar baik dari loe." ucap Airin lalu mematikan sambungan telponnya.
*****
Devan sudah sampai di apartemennya. Dia memencet bel namun tak ada sahutan dari Sera. pada akhirnya Devan memencet password pintunya dan masuk ke dalam apartemen.
Devan langsung menuju kamar nya. Ketika ia masuk ia tak menemukan Sera didalam. Devan merasa kawatir pada Sera. karena kondisi Sera yang sedang tidak sehat.
Devan mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Devan mencoba membuka namun kamar mandi terkunci dari dalam.
"Sera, kamu didalam sayang." Teriak Devan dari balik pintu.
"Iya, mas." ucap Sera.
Devan merasa lega istrinya baik baik saja. Devan memilih menunggu Sera dengan merebahkan Tubuhnya di kasur.
Karena merasa begitu lelah Devan akhirnya tertidur sebelum Sera keluar dari kamar mandi.
Sera keluar dari kamar mandi menatap ke arah tempat tidur ia tersenyum melihat suaminya yang sudah terlelap.
Sera berjalan dan duduk di samping Devan. Sera menatap dalam pada wajah Devan.
"Kamu semakin tampan mas, kalau kayak gini." gumam Sera.
"Kamu pasti capek mas, seharian bekerja keras untuk kita." Ucap Sera sambil mengelus wajah Devan tanpa sadar.
Devan merasa ada yang mengelus wajahnya. karena merasa terganggu ia membuka matanya.
"Maaf mas, gara gara aku kamu jadi terbangun" ucap Sera.
" Gak papa sayang, aku malah senang karena aku terbangun jadi aku bisa bersihin badan aku. rasanya lengket banget." ucap Devan.
"Ya udah mas mandi sekarang, airnya juga udah aku siapin." ucap Sera. namun Devan belum beranjak dari kasurnya ia malah bertanya tentang keadaan Sera.
"Oh ya, gimana keadaan kamu sekarang, apa masih pusing, kalau masih pusing kita ke dokter aja." ucap Devan.
"Aku udah baikan mas, mas gak usah khawatir. Sekarang mas cepetan mandi, mas bau banget tauk ." ucap Sera sambil menutup hidungnya dan terkekeh.
"Iya...iya, aku mandi sekarang." ucap Devan lalu beranjak turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Sebelum Devan menutup pintu kamar mandi dia memanggil Sera.
__ADS_1
"Sera."