Seraphina

Seraphina
Epson 22


__ADS_3

Devan panik, dan memilih mengendong Airin masuk ke dalam rumahnya.


Devan membaringkan tubuh Airin di sofa ruang tamu. Devan menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan Airin.


tak lama dokter pun datang dan memeriksa keadaan Airin.


"Ini ada vitamin untuk nona, tolong berikan ketika dia sudah sadar." ucap sang dokter.


"iya dok, tapi bagaimana keadaan nya saat ini dok. kenapa dia belum sadar." tanya Devan


" nona, tidak apa apa. dia hanya kelelahan. sebentar lagi di pasti siuman." ucap sang dokter.


"Saya permisi dulu Tuan."pamit sang dokter.


"Terimakasih dok."


Sudah hampir satu jam Devan menunggu tapi Airin tak kunjung sadar. Devan merasa sangat lelah dia ingin sekali pulang dan beristirahat. tapi melihat keadaan Airin dia tak tega untuk meninggalkannya. Devan memutuskan untuk duduk di sofa dekat Airin tidur. karena rasa kantuk yang amat berat akhirnya Devan tertidur.


Disisi lain, Seorang istri tengah gelisah menunggu suaminya yang belum pulang tanpa kabar sama sekali.


"Mas, udah malem gini kok belum pulang sih." gumam Sera dalam hati.


Sesekali ia melihat notife di handphonenya berharap ada pesan dari sang suami. Tapi tak ada satu pesan pun yang ia terima.


Sera duduk di ruang tamu sambil memandang ke arah pintu apartemen berharap suami nya segera pulang.


Karena rasa lelah setelah seharian bekerja Sera tertidur di sofa ruang tamu.


*****


Pukul 03.00 dini hari, Devan terbangun dari tidurnya. Dilihatnya Airin masih tertidur. Devan mengingat sang istri. Devan memutuskan kembali ke apartemen dan meninggalkan Airin yang masih tidur.


"Maaf, Airin aku harus pulang kasihan istriku menunggu ku di rumah. ia pasti khawatir." Bisik Devan pada Airin.


Devan mengendarai mobilnya dengan cepat karena jalanan pun masih sepi tak butuh lama ia sampai di apartemen.


Devan membuka pintu apartemen, setelah terbuka ia di kejutkan dengan keadaan Sera yang tertidur di sofa ruang tamu.


"Kasihan sekali istriku, pasti dia menunggu ku pulang." gumam Devan dalam hati.


Devan mengangkat tubuh istrinya dan diletakkan dengan pelan di atas ranjang tempat tidur mereka. Devan menyelimuti istrinya dan menuju ke kamar mandi membersihkan diri.


Selesai membersihkan diri dan berganti pakaian Devan membaringkan tubuhnya disamping sang istri. Devan mengelus lembut kepala sang istri dan dicium nya kening sang istri.


Merasa ada yang mengganggu tidurnya Sera menggeliat dan mulai membuka mata.


"Mas, sudah pulang." ucap Sera.


"Iya sayang, mas baru saja pulang. Maafkan mas ya. mas seharian sibuk sekali. sampai tak bisa memberikanmu kabar."

__ADS_1


"Tidak apa mas, Sera tahu mas pasti sibuk. Mas sudah makan" tanya Sera.


"Mas tadi sudah makan."


"Sudah sayang, mas sudah makan. sekarang tidurlah." pinta Devan, Sera menganggukkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya.


"Maaf sayang, Aku belum bisa jujur sama kamu soal Airin yang kembali." ucap Devan dalam hati dan mencium pucuk kepala Sera. Devan memeluk Sera dan mulai ikut memejamkan mata.


*****


Sera terbangun dalam pelukan Devan. Sera menatap lekat wajah Devan. Sera tersenyum, merasa sangat bahagia. karena merasa bersyukur dan bahagia dengan hidupnya sekarang. Tanpa ia sadari akan ada mala petaka dalam kehidupan rumah tangganya.


Sera bangun menuju dapur. Dengan sigap ia memasak makanan untuk suami nya. Setelah makanan siap. ia kembali ke kamar menyiapkan keperluan lain sang suami. dan membangunkan suami nya.


"Mas, ayo bangun ini sudah siang. nanti kamu terlambat ke kantor." Devan menggeliat. mulai membuka mata.


Dilihatnya Sang istri yang sudah membangunkannya. Devan tersenyum dan mencium sekilas bibir Sera.


"Morning kiss, sayang" Ucap Devan dengan senyumnya.


Sera tersipu malu menerima perlakuan Devan yang begitu manis pagi ini.


"Bangun, dan mandilah. Aku akan siapkan pakaian kerjamu. lalu kita sarapan sama sama." Titah Sera pada Devan.


"hmmm... kamu sudah mandi" tanya Devan pada Sera.


"Mandi bareng yuk." ucap Devan dengan manja pada Sera.


"Nggak ah." tolak Sera.


"Ayolah, sayang." Rayu Devan


"Udahlah, sana mandi duluan. aku masih sibuk." Akhirnya Devan pasrah melangkah menuju kamar mandi.


Setelah menyelesaikan semuanya. Sera dan Devan sarapan bersama.


Mereka menikmati sarapan dengan berbincang ringan dan di selingi canda tawa.


"Sayang, kamu sudah selesai sarapan nya." tanya Devan.


"Iya, ini sudah selesai. mau berangkat sekarang."


"Hmm... aku akan ada meeting."


Mereka berdua keluar apartemen menuju parkiran. Saat berjalan menuju parkiran telepon Devan berdering.


"Ya...." Ucap Devan.


"....."

__ADS_1


"iya, sebentar lagi aku sampai."


"....."


Telepon Di akhiri.


"Dari siapa mas." Tanya Sera pada Devan.


"Si Rendi. minta aku segera datang, meeting akan di mulai." jawab Devan.


Untunglah jalanan hari ini tidak terlalu ramai. Jadi Devan dan Sera bisa sampai kantor dengan cepat.


Sesampainya di kantor Devan segera menuju ruang meeting. sedang kan Sera pergi ke kantin.


*****


Diruang meeting, semua klien sudah siap dengan segala materi yang akan dibahas, Mereka tinggal menunggu Devan yang belum datang.


klek.... suara pintu terbuka. Terlihat Devan masuk dan meminta maaf akan keterlambatan nya kali ini. Mereka memaklumi Devan. karena baru kali ini Devan terlambat. Meeting pun dimulai.


Meeting kali ini benar benar lama dan menguras tenaga. Meeting selesai pukul 11 siang. Dan itu tak berselang lama dengan waktu makan siang.


Devan mengajak seluruh klien yang ikut meeting untuk makan siang bersama. Mereka menyetujui nya.


Devan menyuruh Rendi menghubungi bagian kantin menyiapkan makanan spesial untuk makan siang mereka.


Rendi segera menghubungi bagian kantin. dan kebetulan yang mengangkat panggilan interkom itu Sera


"Tolong segera siapkan menu makan siang untuk klien di ruang meeting." perintah Devan.


"Siap Tuan." jawab Sera


"ini nona Sera kan" tanya Devan.


"Iya tuan, ini saya Sera. apa yang harus saya siapkan dan untuk berapa orang tuan." tanya Sera pada Rendi.


"Siapkan makanan yang spesial, tolong kamu sendiri yang siapkan dan nanti kamu juga ikut menyajikan nya disini karena kami tidak mau kalau klien kami kecewa. siapkan untuk 10 orang ya".


"Baik Tuan."


Sera segera menyiapkan segala sesuatu nya. setelah semua siap. Sera memastikan kembali makanan yang akan diaajikan. Dengan bantuan beberapa pramusaji kantin Sera mengantar makanan ke ruang meeting.


Diruang meeting, Rendi sedang berbincang dengan para klien nya. Disana juga Airin. Airin masih terlihat pucat tapi dia tetap pergi bekerja dan mengikuti meeting. sesekali ia melihat ke arah Airin. ada sedikit rasa khawatir pada Airin. bagaimana pun Airin pernah ada dalam hatinya.


Airin meminta ijin pada Bosnya untuk ke toilet.


"Maaf, Tuan Alex, saya permisi ke toilet sebentar." dan diangguki oleh Alex.


Airin berjalan melewati Devan. tiba tiba Kepala nya kembali pusing, seketika ia terjatuh pingsan. melihat ada yang tak beres pada Airin Devan mengamatinya, ketika Airin akan terjatuh dengan sigap Devan Menangkap Airin dalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2