
"Tapi maaf pak, karena klinik kami ini termasuk klinik kecil. kami menyarankan bapak dan keluarga membawa nona Sera ke Rumah sakit yang lebih besar. mengingat kondisi nya yang juga tengah hamil. jadi kita memerlukan dokter spesialis kandungan untuk memantau janinnya." ucap dokter.
"Segera lakukan pemindahan istri saya ke Rumah sakin yang lebih besar. saya tidak mau istri dan calon anak saya kenapa napa."
" baik pak. Kami akan melakukan yang terbaik." Setelah mengatakan itu dokter segera pergi meninggalkan Devan untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan Sera.
Sepeninggal dokter ibu Sera memandang kearah Devan dengan tatapan penuh tanya. Devan yang di perhatikan pun paham dengan tatapan sang mertua. akhir nya Devan menjelaskan dan menceritakan tetang kondisi Sera. namun ia tak menceritakan tentang kondisi rumahtangganya kepada sang mertua.
" Ada satu hal yang masih mengganjal dalam hati dan benak kami." ucap Ibu Sera.
"Ada apa buk, Devan sudah menjelaskan semua pada ibu. mengenai Sera yang kecelakaan dan alasan Devan tak mengabari ibu, hanya karena Devan tak mau ibu khawatir saja."
" Kenapa Sera bisa pergi ke rumah ibu tanpa kamu dampingi padahal kondisinya masih lemah?" tanya ibu Sera.
"I..itu karena..." Devan sedikit gelagapan mendengar pertanyaan sang mertua.
"Jangan bilang kalian sedang bertengkar." ucap ibu Sera.
" Bu, sudahlah. jangan sudutkan menantu kita dengan pertanyaan mu itu. " Ayah Sera.
"Memang kenapa Yah, ibu hanya ingin tahu. dan ibu merasa ada sesuatu yang mereka sembunyikan dati kita." Ibu Sera.
" Maaf buk, bukan maksud Devan disini untuk membohongi ataupun membuat kalian kecewa. "
"Apa maksudnya nak" Ibu Sera.
" Semua ini salah Devan. Devan belum bisa jadi suami yang baik dan bertanggung jawab untuk Sera."
" nak, sebuah hubungan rumah tangga itu akan adanya sebuah konflik adalah hal yang wajar. dan semua tergantung dari dua belah pihak menyikapi masalah yang dihadapi." Ayah Sera.
" Kalian harus saling terbuka satu sama lain, jangan dibutakan oleh ego kalian masing masing. apalagi kalian akan menjadi orang tua. Bicarakan semua baik baik. jangan sampai kalian menyesal di kemudian hari." lanjut ayah Sera.
" Iya, Devan mengerti. Devan akan memperbaiki kesalahan Devan." Ucap Devan.
__ADS_1
Ibu Sera memilih pergi untuk melihat keadaan putrinya. kini tinggal ayah Sera juga Devan yang sedang duduk berdua tanpa obrolan apapun.
Ayah Sera paham akan kondisi sang menantu yang masih menutupi suatu hal.
"Dev, Ayah tahu masalah mu dan Sera bukan masalah sepele . ayah mengenal Sera dengan baik. dia gadis yang akan berpikir berkali kali lipat sebelum melakukan tindakan nya. apalagi sekarang dia sedang mengandung. dia tak akan mengambil tindakan membahayakan anaknya jika dia merasa masih sanggup menghadapi masalah nya." ucap ayah Devan.
" Tapi sekarang dia mengambil keputusan pergi dalam kondisi hamil dan masih dalam masa pemulihan sehingga itu memperburuk keadaannya. Katakan lah nak. ada masalah apa sebenarnya. mungkin ayah bisa membantu."
" Maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut Devan.
"Tak perlu menutupi apapun dari ayah nak. ayah juga seorang laki laki. ayah tahu apa yang kau rasakan saat ini."
"Maaf kan Devan ayah. semua salah Devan. " akhirnya Devan buka suara. dan menceritakan semua masalah rumah tangganya pada sang mertua. tanpa menutupi apapun lagi .mendengar penjelasan Devan hati ayah Sera sedikit dongkol namun ia mencoba menahan amarahnya. karena ia mengerti bahwa semua itu bukan sepenuhnya salah Devan.
" minta maaflah, dan Jelaskan semuanya dengan pelan pelan pada Sera. jadilah laki laki yang bertanggung jawab. " Ucap Ayah Sera.
" Ayah, apa Sera akan memaafkan dan memberikanku kesempatan kembali untuk berada disampingnya."
jelas ayah Sera.
"Devan mengerti ayah."
*****
Di lain tempat, Airin duduk termenung menyesali semua perbuatannya. Air mata terus membasahi pipinya mengiringi setiap penyesalan dalam hati nya.
"gue... kenapa gue sejahat ini." lirihnya
"Kenapa...kenapa...ahhhhggg" Teriak Airin sekencang mungkin.
" Gue harus minta maaf. Ya, gue harus minta maaf. Gue gak bisa hanya terus terusan diam merenungi setiap kesalahan gue. gue harus bertemu Sera. " monolog Airin pada dirinya sendiri.
setelah merasa sedikit tenang dia memutuskan bangkit dari duduknya dan pergi menemui Sera.
__ADS_1
*****
Disebuah rumah sakit Besar di Ibu kota. kini Sera terbaring dengan beberapa alat bantu. kini tengah ada beberapa dokter ahli dan perawat yang sedang memeriksa keadaan Sera. Ya, Sera telah dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar.
setelah selesai memeriksa kondisi Sera. dokter menemui Devan dan orang tua sera
Disinilah Devan dan orang tua Sera, duduk dihadapan para dokter mendengarkan setiap penjelasan yang diberikan oleh sang dokter.
" Sebelumnya kami meminta maaf, karena harus mengatakan hal ini pada kalian." ucap salah satu dokter.
" Ada apa dengan istriku," tanya Devan.
"Maaf tuan, Keadaan nona Sera begitu memprihatinkan. kondisinya sangat kritis. dan ini tidak hanya berhubungan dengan raga nya saja yang merasa tersakiti. kondisi psikis nona Sera juga mempengaruhi kesehatannya. itu yang membuat nona Sera masih dalam kondisi seperti ini." jelas dokter.
"Dalam beberapa jam ke depan jika tidak ada perkembangan pada kondisi nona sera, saya khawatir dengan janin yang yang ada dalam kandungannya."
"Kami para tim dokter akan melakukan yang terbaik, dan memantau terus setiap perkembangan kondisi nona Sera."
Setelah mendengar semua penjelasan dokter. Devan merasa terpuruk. apa yang harus ia lakukan. dia merasa sangat bersalah. Disinilah Devan sekarang berada. disebuah taman di area rumah sakit ia duduk termenung dalam pikirannya sendiri
"Ya Allah Kenapa semua ini harus terjadi dengan istri dan calon anak.q "lirihnya dalam penyesalan.
"Apa yang harus aku lakukan. aku harus apa. aku tak mungkin sanggup jika kehilangan salah satu dari mereka." Jeritnya dengan derai air mata yang tak lagi bisa ia bendung.
Saat Devan kalut dengan setiap pemikirannya, tiba tiba ada seseorang yang berlutut dihadapan nya.
"Dev, maafin gue. gue salah. gue keterlaluan. gue orang yang kejam, gimana pun gue juga seorang wanita, tapi gue tega nyakitin hati wanita lain." Air mata telah membasahi pipi wanita itu
"Dev, gue bener bener minta maaf" ucapnya terbata bata karena tangis nya.
"Dev, gue mohon. izinin gue ketemu Sera. gue bener bener mau minta maaf."
"CUKUP"
__ADS_1