
Sedangkan Rendi yang baru terbangun dari tidurnya merasa sangat terkejut.
"Hoam....Gue dimana sekarang." sambil menatap ruangan disekelilingnya.
Setelah beberapa saat dia baru tersadar, "hah, kenapa gue bisa ada dikamar hotel." ia memegangi pelipisnya yang masih terasa pusing.
"Dev, Devan. loe ada dimana." lama ia memanggil manggil Devan tapi tak ada sahutan dari Devan.
"Gue inget semalem pas acara itu gue pusing banget, tapi kenapa gue gak inget apa yang terjadi selanjutnya, Gue harus pergi dari sini. Gue harus cari Devan." Rendi bergegas untuk keluar dari kamar hotel.
*****
Ditempat lain, Sera yang baru saja membantu orangtuanya memasak di dapur dikejutkan dengan kedatangan adik perempuannya.
"Assalamualaikum, kakak cantik." Salam Desi
"Waalaikumsalam, Desi kapan Sampai dek?" tanya Sera sedikit terkejut.
"Barusan aja sampai kak." jawab Desi dan berjalan ke arah Sera.
"Kak, Desi kangen sama kakak" ucap Desi sambil memeluk sang kakak. "Kakak sekarang udah lupa sama Desi, sejak kakak menikah kakak gak pernah nengok Desi di kos." Protes Desi kepada sang kakak.
"Maaf, maaf ya Dek. kakak bener bener sibuk banget."Desi hanya mengangguk tanda mengerti.
"Kamu duduk aja di meja makan. kakak mau siapin makanan ini dulu. lalu kita sarapan sama sama." pinta Sera.
"oke." Ucap Desi kemudian duduk di meja makan.
Baru saja Desi duduk, tapi ia sudah dikagetkan dengan teriakan seseorang .
"DOR."
"Astagfirullah" ucap Desi sambil memegang dadanya yang terkejut.
"Hahahahahah" Suara gelak tawa terdengar. "Gitu aja kaget "
"Kamu ya, selalu aja ganggu in kakak. untung aku gak jantungan." gerutu Desi.
"Ya, elah kak. gak bakal kakak jantungan cuma gara gara denger suara orang ganteng." Pedenya si Putra, dan seketika mendapat jitakan dikepalainya."Awww"
"Pede banget sih jadi bocah." ucap Desi.
"Udah, jangan ribut mulu. kalian ini kebiasaan kalau ketemu ada aja yang diributin." Sela Sera di tengah perdebatan kedua adiknya.
"Dek kamu panggil ayah sama ibu di halaman, kita sarapan sama sama." pinta Sera.
__ADS_1
"Noh, kak Sera nyuruh tuh. cepetan panggil ayah sama ibu." ucap Desi pada putra
"Ogah ah, gue males jalan ke depan. loe aja sana." ucap putra
"Yang disini paling kecil siapa? loe kan Puput! jadi loe yang harus panggil ibu sama ayah." ejek Desi pada Putra.
"Jangan panggil gue Puput, nama gue Putra." sentak Putra dengan bersedekap tangan di depan didada.
"Idih ngambek, cowok apaan ngambek." ejek Desi lagi.
"haduh, kalian ini ya. udah makan aja sana. biar kakak aja yang panggil ibu sama ayah." ucap Sera yang jengah dengan kelakuan adik adiknya.
Selesai sarapan mereka semua duduk di ruang tamu sambil ngobrol.
"Desi, gimana kerjaan kamu Dek." Tanya Sera.
"Ya, gitu deh kak." jawab Desi singkat
"Gitu gimana? " tanya Sera lagi.
"Ya, biasa aja. lagian Desi udah mutusin Buat cari kerjaan lain. soalnya Desi udah gak nyaman." jelas Desi.
"Rencananya mau kerja apa?" Tanya Sera lagi.
"Kamu gimana put, mau lanjut kuliah apa nggak?" kini giliran putra yang mendapat pertanyaan dari Sera.
"Putra pengen lanjut kak! tapi mikir dua kali kasihan ayah sama ibu. biaya kuliah kan mahal." Jawab Putra.
" Kalau kamu pengen lanjut, nanti ayah sama ibu usahain nak. yang penting kamu serius belajarnya." Ayah Sera menjawab keraguan puta bungsu mereka.
"Tapi yah," ucap putra terpotong.
"Udah, gak usah tapi tapi an. yang penting kamu belajar yang rajin. masalah biaya kan bisa dicari. lagian kamu nanti bisa kuliah sambil kerja, kalau kamu gak mau terlalu bebani ayah sama ibu." ucap Sera.
"Maaf, kakak kali ini gak bisa bantu. karena kakak udah gak kerja, kalau mau minta sama mas Devan kakak gak enak." lanjut Sera.
"Udah nak, itu tanggung jawab ayah sama ibu, buat nyekolahin Putra. jadi kamu gak usah mikirin itu ya!" ucap Ayah Sera.
"Oh ya nak, kapan Devan Jemput kamu. Bilangin jangan buru buru jemput ibu sama ayah masih kangen sama kamu." ucap ibu Sera.
"Sera gak tau bu, ini aja dari kemarin gak ada kabar." ucap Sera.
"Ya udah, kamu sabar aja. mungkin masalahnya belum kelar. makanya gak bisa ngasih kabar ke kamu." ucap ibu Sera.
"Kamu sebagai istri yang baik, selalu do'akan suami kamu supaya dia selalu dalam lindungan Nya, dan usaha nya diberi kelancaran." ucap ibu Sera Lagi
__ADS_1
"Makasih ya bu, ibu selalu memberi wejangan yang baik buat Sera.
*****
Ditempat lain, Rendi terlihat sangat gusar karena Devan tak bisa dihubungi. Bahkan Devan tidak ada di apartemen atau pun rumah orangtuanya.
"Lho kemana si Dev, gue kawatir lor kenapa napa." gumam Rendi.
Lalu Rendi melajukan mobilnya ke Kantor Devan. Berharap laki laki itu tengah bekerja di kantor.
Sesampainya di kantor, Rendi bergegas lari masuk ke ruangan Devan. Rendi langsung membuka pintu ruangan Devan tanpa mengetuknya Terlebih dahulu
"Brak" suara pintu terbuka dengan kerasnya.
"Woy, loe paan masuk masuk gak permisi , malah bikin ribut. untung gue gak jantungan." Bentak Devan dari balik meja kerjanya.
"huh... hah... huh...hah..." Suara deru nafas Rendi.
"Woy, denger gak gue nanya sama loe" tanya Devan sedikit emosi.
" hah... sorry, tadi gue habis lari dari parkiran sampe sini." jawab Rendi yang sambil mengatur deru nafasnya.
"Lha, siapa suruh loe lari." ucap Devan Sekena nya.
"lha, si curut. gue lari lari an gini juga gara gara loe ogeb. loe kagak apa apa kan! " Kata Rendi dengan sedikit jengkel pada Devan.
"Lha emang kenapa sama gue. orang gue gak kenapa napa."
"Loe tu ya, dari pagi gue hubungin gak bisa, gue cari di apartemen gak ada. gue tanya ibu loe. dia bilang loe gak dirumah.gue khawatir sama loe." jelas Rendi pada Devan.
Devan segera mencari telpon genggamnya. setelah ketemu.
"Sorry, handphone gue lowbat, gue gak tau. pa lagi dari kemarin gue gak cek handphone gue." jawab Devan kemudian mencharger handphone nya.
"Dah, ni minum. kelihatan capek banget loe." ucap Devan sambil menyodorkan segelas air pada Rendi.
Rendi segera mengambil dan meminumnya. kemudian ia duduk di depan meja kerja Devan.
"Dev, loe beneran gpp?" tanya Rendi.
"Gue gpp, seharusnya yang tanya itu gue. loe gimana? gpp kan?" Rendi menggelengkan kepalanya.
"Gue mau tanya sama loe Dev, kenapa gue tadi pagi pas bangun udah ada di hotel. dan seingat gue semalem waktu di pesta gue ngajak loe pulang bareng kan?" tanya Rendi yang oenasaran dengan apa yang terjadi pada dirinya.
"Semalem...."
__ADS_1