
Hampir 20 menit lamanya Devan berada dikamar mandi. Setelah selesai dengan segala ritualnya Devan keluar dan langsung duduk disebelah kedua mertuanya.
Orang tua Sera berserta yang lainnya bersamaan menatap ke arah Devan, seakan meminta penjelasan dari Devan.
"Oke, Devan jelasin." Devan berhenti sejenak untuk menarik nafas sebelum melanjutkan ucapannya.
"Sebenarnya Sera sudah sadar dari tadi pagi."
"Lalu kenapa kau tak mengabari kami." tanya ibu Sera.
"Maaf bu, Bukannya Devan gak mau ngabarin ibu. tapi tadi pagi saat Sera sadar dia sama sekali tak mau Devan tinggal. dan meminta Devan untuk menemaninya. dan pada akhirnya Devan ikut ketiduran." penjelasan Devan membuat semua orang yang di sana menjadi paham akan kondisi yang mereka lihat tadi.
" Baiklah nak, jaga istrimu dengan baik. jangan sakiti hatinya lagi. kami akan pamit pulang dulu. besok akan kembali lagi. dan segera kabari kami jika terjadi sesuatu pada Sera " pamit ayah Sera dan diangguki oleh Devan.
"Ayah, ibu, putra sama Desi hati- hati dijalan. dan terima kasih atas kebaikan kalian." ucap Devan dan dibalas senyuman oleh semua orang.
****
Hari demi hari berganti, kini kondisi Sera semakin membaik dan telah di ijinkan pulang oleh sang Dokter, dengan catatan Sera masih harus banyak istirahat dan menjaga pola makan. selain itu Sera dilarang keras untuk memikirkan hal hal yang berat. Karena akan mempengaruhi kondisi janin yang kini tengah memasuki usia 3 bulan itu.
"Sayang, aku senang akhirnya kau bisa pulang ke rumah." ucap Devan penuh dengan kegembiraan.
"Hmmm" Sera hanya ber dehem.
"Kamu kenapa? apa kau tak senang sudah bisa pulang ke rumah" Sera hanya menggeleng.
" Lalu kenapa ? " Tanya Devan sambil meraih tangan Sera dan menatap kedua mata Sera dengan lembut
" Katakan, apa yang mengganjal di hati mu, jangan pernah menutupi apapun lagi dari ku." lanjut Devan. Tanpa Sera sadari air matanya kembali menangis.
"sttt,,," ucap Devan seraya mengusap air mata Sera." Katakan Sayang"
karena bujukan Devan akhirnya Sera mau membuka suaranya dan mengeluarkan segala yang ia pikirkan.
" Mas, Sera bisa minta sesuatu. tapi janji ya! mas Devan gak akan pernah marah sama Sera?"
"Iya sayang katakan apa yang kamu inginkan, jika Aku mampu, aku akan wujudkan permintaan kamu." ucap Devan.
"Janji dulu ! "
"Iya, Aku Janji."
__ADS_1
" bisa tidak untuk saat ini, Sera tinggal sama orang tua Sera di kampung" Ucap Sera sedikit takut, takut jika permintaan nya akan ditolak oleh Devan.
Devan pun tersenyum " Apapun untuk mu sayang" kemudian mencium pucuk kepala Sera. " Lakukan hal yang membuatmu senang." Sera pun tersenyum.
"Sampai nanti aku melahirkan ya mas, nanti setelah aku melahirkan aku akan ikut tinggal di rumah kamu" Devan pun mengangguk, tanda menyetujui ucapan sang istri.
"Sekarang, kita siap siap ya! nanti kita pulang ke rumah ayah sama ibu, dikampung."
"Hmmm"
Setelah semua siap Devan dan Sera bergegas menuju ke kampung halaman Sera.
sesampainya di kampung, Orang tua Sera di buat terkejut akan kehadiran Sera beserta Devan. mereka pikir Devan dan Sera bertengkar kembali sehingga membuat Sera ingin tinggal di kampung.
Setelah mendengar penjelasan dari Devan, yang mengatakan bahwa itu keinginan Sera dan mereka baik - baik saja membuat semua keluarga menjadi lega dan bahagia.
Devan memutuskan bahwa ia akan sering mengunjungi istrinya di kampung, karena dia tak mungkin untuk tinggal dikampung dalam waktu lama, karena perusahaan membutuhkan dia.
"Sayang, untuk beberapa hari ke depan aku akan menemani kamu disini, tapi aku tak bisa jika terus disini, perusahaan membutuhkan aku." ucap Devan yang kini tengah berada dikamar berdua dengan Sera.
"Iya mas, aku ngerti. tapi kamu harus janji kamu akan sering nengok aku di sini. ingat disini masih ada anak kita." jawab Sera.
" Iya, sekarang kamu istirahat. kasihan baby nya. pasti capek sehabis perjalanan jauh." Sera pun mengangguk kemudian merebahkan tubuhnya. tak butuh waktu lama ia pun terlelap ke dalam alam mimpi.
*flashback on*
Devan tengah terlelap dalam tidurnya, begitu pun Sera yang senantiasa berada dalam pelukan Devan. terusik karena suara Telpon Devan yang terus berdering.
"Mas, ada telpon angkat dulu gih!" Sera membangunkan Devan agar mengangkat panggilan itu dulu.
Devan segera menggeser tombol hijau tersebut dan panggilan pun tersambung.
"Ya , ada apa?" Devan
"Sorry ganggu istirahat loe" Rendi
"hmmm"
"Besok, ada meeting penting dengan klien luar negri. membahas produk baru kita untuk dipasarkan ke mancanegara" Rendi
"lalu "
__ADS_1
"Loe harus hadir i sendiri meeting itu, dan tidak bisa diwakilkan. gue udah siapin berkas berkas nya. loe tinggal datang dan ikut meeting" Rendi.
"Oke, jam berapa dan dimana." Devan
"Meeting nya jam 1 siang, sekalian makan siang bersama di cafe d'Lamos" Rendi.
"Oke, besok pagi gue balik "
"Tut.tut.tut" panggilan pun terputus.
"Ada apa mas, siapa yang telpon?" tanya Sera ketika melihat suaminya meletakan telpon nya ke atas nakas.
"Rendi, dia bilang besok ada meeting penting. Jadi besok mas harus balik ke kota. untuk menghadiri meeting tersebut." ucap Devan.
"Kamu tak apa kan jika aku tinggal ke kota?" Sera tersenyum mendengar pertanyaan sang suami.
"Gak apa apa mas, lagian kamu kan pergi untuk kerja. dan kamu kerja juga buat keluarga kita."
" Aku besok akan berangkat pagi, kamu baik baik disini. kalau ada apa apa, atau butuh sesuatu segera hubungi aku. aku akan usahakan yang terbaik untuk kamu dan calon anak kita." ucap Devan sambil mengusap perut Sera yang masih terlihat rata.
"Dedek, baik baik ya, di dalam sini. jangan bikin susah mama. papa harus kerja." kemudian mengecup perut Sera.
"Iya, papa. dedek pasti akan baik dan sehat di dalam sini." ucap Sera menirukan suara anak kecil.
mereka pun kembali beristirahat.
"Flashback off"
Sera mengantarkan Devan sampai ke halaman depan rumah.
"Mas hati hati, jangan ngebut bawa mobilnya. setelah sampai kabari Sera!" ucap Sera.
"Iya saya, kamu juga jaga diri dan calon anak kita dengan baik di sini." ucap Devan.
" Iya mas," kemudian Sera mencium punggung tangan Devan. Devan membalas dengan sebuah kecupan di pucuk kepala Sera.
"Yah, bu, Devan titip istri sama calon anak Devan ya."
" iya nak, kamu gak usah khawatir. mereka akan baik baik saja di sini. kamu hati hati ya!" ucap ibu Devan.
"Terimakasih, Devan pamit. Assalamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam"