Seraphina

Seraphina
Epson 34


__ADS_3

"Brukkkk "


Devan nampak begitu panik melihat Rendi yang tak sadarkan diri. Devan ingin mengangkat tubuh Rendi. namun Dirinya juga merasa sedikit pusing.


" Kita bawa Rendi ke kamar hotel aja. biar nanti aku panggil dokter kesini. kelihatan nya kamu juga kurang baik hari ini. gak mungkin kalau kamu bawa mobil." usul Airin pada Devan.


tanpa pikir panjang Devan menyetujui ucapan Airin kemudian meminta bantuan pada beberapa petugas hotel untuk membopong Rendi ke kamar yang sudah mereka pesan.


Rendi dibaringkan di atas kasur yang ada di kamar hotel. kemudian Devan mencari telpon nya untuk menghubungi dokter. tapi sialnya telpon nya lowbat.


Devan meminta Airin untuk menghubungi dokter. Sebelum Airin menghubungi dokter Rendi nampak Lemas dan dikuasai oleh hasratnya ketika menyentuh lengan Airin.


Airin melihat itu semua dan juga merasakan hasrat yang sama pada tubuhnya.


"Dev, aku akan hubungi dokter. tapi melihat kamu yang sepertinya kurang sehat lebih baik kamu istirahat dikamar sebelah. aku akan membooking nya untuk kamu istirahat." Devan hanya mengangguk kemudian melangkah keluar meninggalkan kamar yang Rendi tempati.


Melihat Devan yang sudah keluar kamar, Airin mengurungkan niatnya untuk menelpon dokter, karena dia tahu kalau Rendi hanya tertidur karena obat tidur yang ia berikan.


Airin mengikuti Rendi masuk ke kamar yang sudah ia siapkan. disana nampak Devan yang sudah terbaring di atas kasur dan mulai merasakan kegerahan yang begitu hebat.


"Apa yang terjadi pada tubuhku. Kenapa aku tak bisa mengendalikan hasratku." rancau Devan


Airin melihat semua itu, dan berjalan mendekati tubuh Devan.


"Kak, kau kenapa. apa kau gerah kalau kau gerah lepaslah bajumu dan aku akan merendahkan suhu ruangan Ini." Airin berbicara dengan nda setenang mungkin dan mengendalikan hasratnya karena tak mau Devan curiga kepadanya.


"Hmmm...baiklah." seketika Dwvan membuka bajunya dan membuangnya kesembarang arah.


Melihat itu, Airin mulai mendekat dan merayu Devan. Devan yang sudah dipengaruhi oleh hasrat tak bisa mengendalikan dirinya. Begitu juga dengan Airin. Karena dia juga tak sengaja meminum minuman yang mengandung obat perangsang tersebut.


Flashback On


AIRIN POV


*Di acara perjamuan tersebut setelah gue disambut oleh tuan Alex gue pergi ke toilet tanpa pamit pada Devan atau pun Rendi.


Sesampainya di toilet gue mulai melanjarkan rencana gue.


Bak rejeki nomplok, didalam toilet gue mendengar salah satu pelayan disana sedang menelpon seseorang dengan terlihat kesedihan di wajah dan juga cara bicara nya.

__ADS_1


Gue sedikit mendengar pembicaraan nya, ternya dia sedang butuh uang untuk anaknya yang sedang sakit di rumah.


Gue terus mengawasi pelayan tersebut. setelah telpon nya dimatikan. gue berjalan mendekatinya dan mulai memberikan tawaran pada nya.


"Permisi, saya akan membiayai pengobatan anak anda jika anda bisa membantu saya." Seketika pelayan itu menatap ke arah ku.


"Aku tahu, sekarang kau butuh banyak uang bukan. untuk peyembuhan anakmu." ucap ku lagi kepadanya.


"Dati mana Anda tahu." tanya nya dengan sedikit gemetar.


"Maaf, tidak sengaja saya mendengar obrolan anda di telpon." ucapku.


"Bagaimana, kau mau membantuku. sebagai ibalannya kau harus menuruti perintah ku dan bekerja untuk ku."


"Tapi..." ucapannya gue potong.


"Gak ada tapi tapi an, apa kau mau melihat anakmu selalu kesakitan." sergahku.


"Baiklah, apa yang perlu saya lakukan." Tanya nya kepadaku


"Mudah, kau bisa campurkan obat ini ke minuman lelaki yang ini." ucapku sambil menunjukkan foto Rendi.


"Apa ini nyonya."


"Dan satu lagi, campurkan yang ini pada minuman laki laki yang ini." ucapku sambil menjnjukan foto Devan.


"Awas jangan sampai tertukar."


" Hmmmm... Baiklah" jawabnya sambil mengambil obat yang kuberikan dengan sedikit gemetar.


Flashback Of*.


Karena sudah dikuasai oleh hasrat masing masing pada akhirnya Devan melakukannya dengan Airin.


"Airin, maafkan aku. aku sudah tak bisa menahan hasratku ini." bisik Devan dengan sedikit kesadaran yang ada kepada Airin.


"Lakukan lah kak, aku juga sudah tak bisa menahan hasrat ini. ini sangat meyakinkan jika aku terus menahannya." balas Airin kemudian Dibalas dengan kecupan pada bibir Airin.


Mereka pun melewati malam yang panjang berdua dengan suara lenguhan dan peluh keringat.

__ADS_1


Mereka melakukannya berkali kali, tanpa sedikit pun perasaan lelah atau bersalah.


Bahkan Devan pun seakan dikuasai oleh setan dan dia tak sadar dengan perbuatan nya kali ini ia telah menyakiti hati seseorang yang mulai mencintainya dan begitu sebaliknya.


*****


Malam yang panjang telah berganti pagi. Nampak di atas kasur tengah terlelap seorang pemuda dengan posisi memeluk erat gadis yang ada disebelahnya.


Sinar mentari mulai menyeruak masuk kedalam kamar melalui celah celah gorden yang tertutup.


"ehgggg" Terdengar suara lenguhan. Dan namaok ia mulai membuka mata nya.


Ketika matanya terbuka sepenuhnya ia sedikit terkejut melihat gadis yang ada disebelahnya. ia menyibak selimut yang menutupi tubuh mereka.


Ia membulatkan matanya, menyadari bahwa mereka tengah tidur tanpa sehelai benang pun yang menempel pada masing masing tubuh mereka.


"Ah, sial. ternyata semalam benar benar terjadi. kenapa aku seceroboh ini. tapi kenapa aku terkesan sangat menikmatinya." ucap Devan menhingat kejadian semalam.


"Kau sudah bangun kak." ucap Airin yang mulai membuka matanya.


"hmmm."


"Kak." ucap Airin sedikit bergetar menyadari posisinya saat ini.


"Maaf, maafkan aku, semalam tak bisa menahan hasratku." Devan mengucapkan kata maaf seraya memegang kedua pundak Airin.


"Aku juga minta maaf kak, karena tak bisa menolak mu semalam. kau sangat memaksaku." ucap Airin dan mulai menumpahkan air mata nya.


Devan yang melihat keadaan Airin yang tak baik. ia merasa sangat bersalah dengan Apa yang sudah terjadi. Devan menarik Airin kedalam pelukannya.


"Semua akan baik baik saja, kau tenanglah." ucap Devan dan Airin tetao saja menangis dalam pelukan Devan.


"*Apa yang harus aku lakukan sekarang. Ah,,, sial. bagaimana aku menjelaskan nya pada Sera. Tapi aku juga tak bisa membohongi perasaan ku yang memang masih ada rasa untuk gadis kecilku Airin." gumam Devan dalam hati.


"Akhirnya, kau akan menjadi milikku seutuhnya Devan. tinggal selangkah lagi. semoga kau tumbuh disana , agar aku bisa memiliki Kekasih ku seutuhnya" batin Airin*.


"Sudahlah, jangan menangisi semua ini lagi. aku akan selalu ada untukmu. aku akan mencari solusi dari semua ini." ucap Devan seraya melepaskan pelukan nya.


"Tapi, bagaimana dengan istrimu kak. aku tau kau sangat mencintai nya." tanya Airin.

__ADS_1


"Tenanglah, biar dia menjadi urusanku." ucap Devan kemudian mengecup pucuk kepala Airin.


"Sekarang, hapus air matamu dan bersihkan dirimu. setelah itu kita akan keluar dari hotel ini " perintah Devan pada Airin.


__ADS_2