Seraphina

Seraphina
Epson 48


__ADS_3

"Tahan emosi lho Dev, ingat bagaimanapun sekarang dia tengah hamil anak lho juga.Gue gak mau loe jadi seorang ayah yang kejam pada anaknya" Devan mengangguk paham dan melanjutkan langkah kaki nya.


"Dev, kamu datang." Airin tersenyum senang melihat Devan berdiri tepat dihadapan nya.


"Lihat lah Ren, Devan datang untuk menyelamatkan ku, dan memberi mu pelajaran." ucap Airin lagi.


"Devan, lihatlah apa yang sudah di perbuat sahabat kamu kepada ku dan calon anak kita. tolong suruh dia melepaskan ku, aku sangat capek sedari tadi hanya duduk dengan posisi seperti ini." Devan hanya terdiam mendengar semua ocehan Airin kepadanya.


"Devan, kenapa kau diam saja dari tadi cepat bantu aku." Rengek Airin pada Devan.


"Cukup Ai" Bentak Devan seketika membuat Airin terdiam.


"ka...kamu, kamu membentak ku Dev."


"Iya, dan itu belum sebanding dengan apa yang telah kau lakukan kepada ku, dan istri ku" ucap Devan dengan nada dinginnya.


"A...apa maksud kamu Devan?" tanya Airin gagap.


"Tak perlu pura pura lagi Ai, aku tahu ini semua sudah kau rencanakan. dari malam penjebakan yang mengakibatkan kau mengandung darah daging ku, lalu kecelakaan yang menimpa Sera."


Airin hanya terdiam menatap Devan, "Bagaimana Devan bisa tahu tentang semua ini, sekarang apa yang harus aku lakukan agar dia percaya lagi padaku." gumam Airin.


"Kenapa kau diam, semua yang ku katakan adalah kebenaran. dan kau heran darimana aku mengetahuinya." Bentak Devan.


"Kamu salah paham Dev, aku tak mungkin melakukan semua itu" Elak Airin.


"Sudahlah, tak perlu kau tutupi kesalahanmu dengan omong kosong mu itu."


"Percayalah, aku tak mungkin melakukan semua itu." Devan sudah geram karena Airin terus saja mengelak. Akhirnya Devan menatap ke arah Rendi menyuruh melepaskan ikatan pada tubuh Airin. setelah tali terlepas Devan melemparkan beberapa bukti kejahatan Airin tepat di depan wajahnya.


"Buka, dan bacalah. semua bukti kejahatan mu sudah jelas." Airin segera mengambil dan melihat semuanya.


Airin tak percaya bahwa apa yang ia rencanakan akan gagal dan terbongkar secepat ini

__ADS_1


"Dev, maafkan aku. aku bisa jelaskan semua ini."


"Aku tak butuh penjelasanmu."


"Devan, aku mohon maaf kan aku."


"Maaf"Devan menjeda perkataannya. "Kamu pikir setelah melakukan semua itu, dan membuat celaka istri dan calon anak ku, aku akan dengan mudah memaafkan mu, Huh" bentak Devan.


"Apa maksud mu Dev, aku tak pernah berniat melukai calon anakmu, bahkan aku selalu menjaganya."ucap Airin yang tak paham akan maksud Devan.


"Setelah kau membuat Sera celaka dan hampir kehilangan bayinya, kau masih bisa bertanya apa maksud ku."


"apa, jadi maksud mu anakmu, adalah anak dari wanita sialan itu."


"Jaga ucapan mu Airin, Kau itu juga akan menjadi seorang ibu tapi kenapa kau tega melakukan semua ini kepada wanita lain. bahkan wanita itu tak pernah membuat kesalahan terhadapmu."


" Maaf Dev, aku benar benar gak tau kalau Airin sedang hamil. Aku benar benar menyesal. jafi tolong maafkan aku."


" aku akan memaafkan semua kesalahanmu, jika Sera juga bisa memaafkan mu dan dengan syarat juga tentunya."


" Aku ingat itu"


"Lalu syarat apa yang kau minta."


" Jaga anakku selama ia dalam kandungan mu, tapi maafkan aku, karena aku tak bisa menikahi mu Ai. tapi kau tenang saja aku akan memenuhi seluruh kebutuhan mu dan setelah anak itu lahir kau bisa berikan dia kepadaku karena bibi ku yang akan merawatnya." ucap Devan pajang lebar.


"Kau gila Dev, bagaimana bisa kau melepaskan tanggung jawab mu kepada ku. apa kau mau anak ini lahir tanpa seorang ayah. dan apa kau tak berfikir bagaimana perasaannya ketika dia lahir dan kau memisahkannya dari ibunya."


"Lalu, apa kau berfikir sebelum kau melakukan semuanya kepada Sera, Huh" Bentak Devan


"Jika kau tak mau melakukan syarat ku, aku pastikan kau mendekam di balik jeruji besi, dan kau akan menderita seumur hidup mu"


"Kau Gila Devan, Kau tega membiarkan anakmu lahir dalam penjara"

__ADS_1


"Maka turuti semua perkataan ku."


"Baiklah," ucap Airin putus asa, dan ada sedikit penyesalan dan kesedihan dalam hatinya. meratapi semua keadaannya sekarang.


"Ren, mana berkas yang aku minta untuk Kau siapkan" pinta Devan dan Rendi segera memberikan nya pada Devan. Dalam berkas tersebut berisi surat perjanjian antara dirinya dan Airin. bahwa Devan tidak akan menikahi Airin dan sebagai bentuk tanggung jawab dia akan memenuhi semua kebutuhan Airin. Airin tak berhak menuntut hal lainnya pada Devan, jika dia menuntut atau melanggar berarti dia telah siap untuk mendekam di balik jeruji besi karena perbuatannya. Surat perjanjian itu juga berisi bahwa Airin setuju jika kelak anaknya lahir dia akan menyerahkannya kepada bibi Devan.


Disisi lain Sera sudah sadar kembali dari pengaruh obat yang diberikan sang dokter. Sera mengingat semua percakapan antara suami dan keluarga suaminya. Sera merasakan kecewa dan sedih.


Sera kalut dengan segala pemikiran nya, berlahan ia duduk dari posisi tidurnya. ia mulai melepas selang infus yang menancap pada tangannya. kemudian turun dari ranjang dan mulai melangkah keluar dari ruang rawatnya.


Tak ada yang mengetahui kepergian Sera, Karena orang yang ditugaskan untuk menjaga Sera kini tengah pergi keluar untuk menebus obat yang di resep kan oleh Dokter.


Sera berjalan menyusuri jalanan ibu kota yang mulai lenggang karena hari sudah cukup larut malam.


Sudah cukup jauh ia berjalan kini ia menatap sekeliling dan bingung kemana dia harus pergi. karena tak mungkin ia kembali ke apartemen sang suami apalagi ia sekarang merasa kan kekecewaan yang begitu besar.


"Aku harus kemana, ini sudah terlalu larut. aku tak punya tujuan sama sekali." gumam nya dalam hati.


"Maafkan bunda nak, kau harus mengalami semua ini sekarang. tapi tenang saja semua akan baik baik saja dan Bunda akan selalu membuatmu bahagia apapun akan bunda lakukan untuk mu sayang" ucapnya seraya mengelus perutnya yang masih rata.


Setelah lama terdiam dengan pikirannya, Sera mutuskan kembali ke kampung halamannya ke rumah orang tuanya.


*****


Di rumah sakit terlihat Devan baru saja datang untuk melihat kondisi sang istri.


sesampai nya di ruang rawat Sera, devan di huat terkejut karena tak menemukan sang istri begitu pula orang suruhannya yang seharusnya menjaga Sera.


Ditengah keterkejutan nya, terdengar suara pintu terbuka.


"Ceklek"


"Sera" ucap Devan

__ADS_1


"Maaf tuan, ini saya suster Hana."


"Lalu dimana istriku Sera." Tanya Devan.


__ADS_2