Seraphina

Seraphina
Epson 12


__ADS_3

Tidak terasa hari pernikahan mereka tiba. Sera beserta orang tua dan kedua adiknya sedang bersiap menuju hotel tempat diselenggarakannya pernikahan Sera dan Devan.


Sera memasuki kamar dimana dia akan di rias, tidak menunggu lama seorang perias pengantin dan beberapa asisten nya masuk untuk memoles Sera.


"Perfect, cantik sekali 🤗" ucap sang perias.


Sera hanya tersenyum mendengar pujian sang perias.


Sera berjalan keluar didampingi Desi dan sang ibu menuju meja akad. Semua mata tertuju pada kecantikan Sera tak terkecuali Devan.


Kini mereka berdua duduk bersanding dihadapan penghulu dan ayah Sera sebagai Wali yang akan menikah kan putri nya.


Tangan mereka telah berjabat sebuah ijab Qabul telah terucap. sebuah kata "Sah" keluar dari ucapan para saksi.


Kini Sera menjabat dan mencium punggung tangan Devan. dan dibalas kecupan di kening Sera.


Nampak kebahagiaan terpancar dari raut wajah mereka kecuali ibu Devan, yang dari awal kurang suka terhadap Sera.


"Akankah Sera mendapat kebahagiaan seutuhnya dalam ikatan pernikahan suci"gumam author."


Acara Ijab Qabul telah selesai. kemudian acara dilanjutkan dengan resepsi sederhana yang dilangsungkan di tempat yang sama. mereka duduk bersanding di pelaminan. satu per satu tamu undangan memberi selamat kepada mereka.


Acara resepsi sederhana itu berlangsung lancar. Para tamu begitu menikmati pesta tersebut. karena acara yang sederhana itu hanya mengundang kerabat dekat kedua pihak memberi kesan seperti reuni keluarga sehingga mereka dapat begitu menikmatinya.


Jam menunjukan pukul 22.00, pesta telah usai. para tamu banyak yang telah kembali pulang. tinggal orang tua Sera dan juga orang tua Devan yang masih bersama mereka. orang tua Sera memutuskan kembali pulang karena waktu sudah larut.


"Sera, ayah sama ibu dan adik-adik pulang dulu ya nak. kamu ingat selalu pesan kami. jadilah istri yang baik untuk suami mu. Ingatlah kamu sekarang sebagai seorang istri, jadi kamu harus tahu kewajiban kamu sebagai seorang istri." ucap Ayah Sera.


"Insyaallah Ayah, Sera akan selalu mengingat pesan ayah dan berusaha jadi istri yang baik untuk suami Sera" ucap Sera dengan derai air mata kemudian memeluk sang ayah


"Udah jangan nangis, masak pengantin baru nangis nanti jelek suamimu gak akan suka lagi tau " ucap sang ibu meledek sang putri. Kemudian Sera melepaskan pelukan sang ayah dan beralih kepada ibunya.


"Ibu, Ibu kok malah ngeledek Sera."


"Ya sudah hapus air matanya." Sera buru buru menghapus air matanya. " nah gitu kan cantik anak ibu."

__ADS_1


"Nak, ayah sama ibu titip Sera, jaga dia sayangi dia. Sekarang Sera adalah tanggung jawab kamu." kini ucapan Ayah Sera ditujukan pada Devan.


"InsyaAllah Yah, saya akan selalu bertanggungjawab dan menjaga Sera."


"oh ya nak, sekalian kami pamit. Besok kami akan kembali ke kampung. gak enak kalau lama lama di sini. kasian juga putra kalau lama lama bolos sekolah. takut ketinggalan pelajaran." pamit sang ayah.


"Iya Yah,"


setelah kepulangan orang tua Sera, orang tua Devan pun juga kembali ke rumah. Tinggal lah Sera dan Devan. yang memang akan tetap menginap di hotel tersebut selama beberapa hari.


Di kamar hotel, suasana begitu hening tak ada satu kata ati8h Bank icb di saat saat au pun obrolan diantara keduanya.


Devan langsung menuju kamar mandi. selang 10 menit Devan keluar dari kamar mandi dan segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang. karena merasa lelah karena acara seharian ini.


Sera menuju ke ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tapi Sera lupa tidak membawa baju ganti ke dalam kamar mandi. Sera bingung bagaimana dia bisa keluar. sedangkan didalam kamar mandi tidak ada jubah mandi. Yang ada hanya handuk. Sera sudah hampir setengah jam di dalam kamar mandi. Kini dia mulai merasa dingin karena hanya memakai handuk yang melilit tubuhnya sampai bagian atas lutut nya.


Karena sudah tidak bisa menahan rasa dingin, Sera memberanikan diri membuka pintu dan mengintip untuk melihat apakah Surya sudah tidur atau belum.


Ketika Sera mengintip tiba tiba ada suara yang mengagetkan nya.


"Hah....Gak gak pa pa Tuan."


"Udah keluar, betah banget di dalam kamar mandi. Apa loe mau tidur dikamar mandi." kata Devan.


"hmmm... anu Tuan."


"Anu apa... ngomong itu yang jelas. jangan anu anu doang."


"Iya Tuan.''


"Lha masih diem aja loe di situ. gak dingin apa di dalam kamar mandi terus." tanya Devan.


Sera hanya terdiam. Karena merasa ada yang aneh pada Sera, Devan mendekati Sera dan langsung membuka paksa pintu. Karena Sera yang tak bergeming dari posisi nya di balik pintu yang terbuka sedikit.


Krek... Suara pintu terbuka dengan kasar dan disusul suara jeritan Sera.

__ADS_1


"Aaaaaa...." menjerit dan reflek menyilang kan kedua tangannya menutupi bagian dadanya .Sera


" Glek....." Devan menelan salivah nya." Gila ni cewek seksi juga .Eh eh ngapain sih ni jantung ngajak perang." Batin Devan.


"Sorry gue gak tau kalau loe belum ganti baju." ucap Devan dan langsung membalikan badan nya.


"Iya, gak papa Tuan. "


"Maaf Tuan, Bisa saya minta tolong." lanjut Sera.


"Iya ada apa." tanya Devan.


"Saya mau ganti baju, bisa anda keluar sebentar." pinta Sera.


"oke, gue keluar. lho cepetan ganti baju. Gue mau cepet cepet istirahat, soalnya capek banget gue."


"Iya Tuan."


Devan berlalu keluar dari kamarnya. Karena merasa lapar Devan menuju Restoran yang ada di hotel untuk memebeli makanan.


30 menit kemudian, Devan kembali ke kamar membawa beberapa makanan. Devan mengetuk pintu kamar. Karena tidak ada sahutan dari dalam Devan memutuskan untuk membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.


Ketika sudah di dalam kamar, Devan melihat ternyata Sera sudah terlelap di atas ranjang. Devan meletakkan makanan di atas meja dan duduk di sisi ranjang. Devan memperhatikan Sera.


"Cantik, kamu gadis baik Sera. Maafkan saya, saya belum bisa meyakinkan hati saya untuk kamu." ucap Devan sambil mengucap wajah Sera.


Karena merasa terganggu Sera membuka matanya.


"Emmm..." gumam Sera.


"Maaf, gue ganggu tidur loe." ucap Devan


"Tidak Tuan, saya minta maaf karena kelelahan saya jari ketiduran Tuan."


"Ayo makan dulu, tadi saya sudah belikan kamu makan."

__ADS_1


"Baik Tuan, Anda sudah makan Tuan.'' Devan menggelengkan kepala nya. " Mari Tuan, kita makan sama sama, biar saya siap kan".lanjut Sera.


__ADS_2