Seraphina

Seraphina
Epson 33


__ADS_3

"Tut...tut ....tut...." Suara telpon tersambung tapi tidak ada jawaban dari sang empunya


"Mas Devan kemana sih, seharian gak ada kabar sekarang ditelpon juga gak diangkat" Sera nampak gusar memikirkan suaminya yang tak ada kabar.


"ah... mungkin saja masih ada kerjaan yang belum beres. hufttt, Sera kamu harus sabar mungkin dia masih sibuk." ucap Sera kembali untuk menenangkan hati dan pikiran nya .


*****


Sedangkan di sebuah apartemen nampak Seorang laki laki sedang menunggu Tuannya yang bersiap menghadiri jamuan makan malam.


"Bro... cepetan dong. lama amat sih loe ni udah malem nanti kita telat. kan gak enak sama Tuan Alex." Teriak Rendi pada Devan.


"Iya, iya. ni juga udah siap." jawab Devan sambil berjalan ke arah Rendi.


"Udah yok buruan." ajak Devan pada Rendi.


"His... ayo lah. nanti keburu telat. belum lagi kita harus nyamperin mak erot segala." ujar Rendi.


Devan menatap Rendi dengan tajam karena mendengar penuturan Rendi.


" Apaan loe liat gue kayak gitu." sungut Rendi. "Udah lah ayo berangkat." ajak Rendi karena menyadari Devan tak suka ia menjelekkan mantan terindahnya yang sekarang sudah mode jadi adik menurutnya.


Tak lama mereka sampai di depan tempat tinggal Airin. Devan segera turun dari mobil dan memencet tombol rumah. Sedangkan Rendi hanya menunggu di dalam mobil.


Airin Keluar dengan gaun hitam diatas luntut dengan aksen bling bling di bagian dada yang terkesan simple namun sangat cocok dipakai oleh Airin.


Devan menatap Airin begitu intens. sampai tak menyadari kalau Airin sudah berjalan melewati dirinya.


"Kak, kakak masih mau terus bengong di disitu atau mau jalan sekarang." ucapan Airin mengagetkan Devan.


"Ah iya, kita jalan sekarang." Devan dan Airin berjalan ke arah mobil bersama sama.


Devan membuka pintu mobil untuk Airin. setelah Airin masuk ia pun ikut masuk. mereka duduk di kursi belakang sedangkan Rendi duduk di balik kemudi. seperti Supir setia.(Hahahahaha)


//////


"Thor,,,, loe gila mau jadiin gue supir mak erot. gue gak Rela" protes Rendi pada Author.


"*Udah sabar aja udah nasib loe itu." hehehehe Author nyengir kuda😁😁😁


"Awas aja loe thor."


"Udah lah,, lanjutin sana peran loe jadi supir mereka sekaligus obat nyamuk."


"Dasar, Author GaJe*."

__ADS_1


//////


"Ren, ayo buruan jalan. " perintah Devan.


"hmmm" Rendi hanya berdehem kemudian melajukan mobil menuju tempat acara.


Di dalam perjalanan mata Rendi sesekali melirik ke arah Airin dengan penuh selidik. sesekali tatapan nya mengarah ke Devan juga.


Rendi menyadari bahwa tatapan Devan pada Airin masih tetap Sama tatapan penuh cinta.


"*Lho gila Dev, mau main api rupanya loe. ingat Dev dia udah nyakitin loe. dan loe udah punya istri. tapi ngapain loe masih tatap wanita ular itu dengan tatapan kasih sayang. apa sesulit itu loe move on dari belenggu cinta si mak erot." Gumam Rendi dalam hatinya.


"Gue harus buat loe sadar Dev." lanjut Rendi*.


"Ckiiiit" Suara rem mobil yang diinjak mendadak oleh Rendi.


"Woy, loe kalau bawa mobil yang bener napa." bentak Devan pada Rendi.


"Sorry .. sorry... tadi ada kucing tiba tiba nyebrang jalan." Ucap Rendi kemudian melajukan mobilnya kembali.


Tak butuh waktu lama, mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di sebuah hotel. Mereka akan mengadakan acara makan malam di Resto hotel tersebut.


Devan turun dari mobil disusul Airin dan juga Rendi. Airin berjalan di samping Devan dengan menggandeng tangan Devan dengan mesranya. Tatapan semua tamu tertuju pada mereka. Ada menatap iri, ada yang menatap penuh kekaguman dan ada pula yang membicarakan mereka berdua.


"ih... mereka serasi sekali." ucap tamu 2


" Aduh... pupus deh harapan gue buat deket sama tuan Devan" ucap tamu 3.


"Yang laki ganteng, yang cewek cantik. Emang bener bener the best couple." ucao tamu lainnya*.


masih banyak ucapan ucapan dari para tamu lainnya.


Sedangkan Rendi yang berjalan dibelakang Devan dan Airin nampak jengah dengan kelakuan dua orang di depan mereka.


Mereka disambut oleh tuan Alex sendiri.


" Selamat malam dan selamat datang Tuan Devan." sambut Tuan Alex seraya mengulurkan tangannya.


"Malam Tuan Alex." jawab Devan sopan dan segera menjabat tangan Tuan Alex.


"Terima kasih anda telah meluangkan waktu untuk makan malam ini." ucap Alex.


"tidak masalah Tuan."


"Lho, Airin. kamu kok bisa datang bareng tuan Devan." ucap Alex yang sedikit terkejut melihat Airin datang bersama Devan. karena notabenenya Alex tak mengetahui hubungan antara Devan dan Airin.

__ADS_1


"Oh, saya mohon maaf Tuan. Jika saya datang bersama sekertaris Tuan. tapi perlu tuan tahu bahwa Airin ini adalah sahabat saya dan saya sudah menganggap dia seperti adik saya sendiri." Devan seketika menjelaskan hubungannya dengan Airin dan Airin nampak tersenyum simpul mendengar jawaban Devan.


" Sekarang loe bisa anggep gue cuma sahabat atau adik. tapi lihat sebentar lagi. kau akan jadi milikku seutuhnya. dan gue yakin itu sangat mudah karena gue tahu loe masih ada rasa sama gue Dev." gumam Airin dalam hati.


"Hmmm. maaf saya tidak tahu tuan." ucap Alex.


"Maaf, kelihatannya ini bukan hanya sekedar jamuan makan malam biasa menurut saya. Apa ada acara lain disini." tanya Devan pada Alex.


"Anda benar sekali, ini adalah acara peresmian hotel saya yang baru." ucap Alex.


"Ohw, selamat atas peresmian hotel anda Tuan."


"Terimakasih, silahkan nikmati acara nya. saya harus menyapa tamu yang lain." ucap Alex dengan sopan.


Devan dan Rendi nampak menikmati jamuan tersebut. Sedangkan Airin pergi entah kemana.


Tak lama acara pun sudah sampai pada acara inti dimana Alex sebagai pemilik acara tengah memberi sambutan dan ucapan terima kasih pada para undangan.


Tak lupa Tuan Alex mempersilahkan para tamu untuk menyantap hidangan makan malam yang telah disediakan.


Devan duduk di samping Rendi menikmati makan malam. Tanpa mereka berdua sadari Airin juga tengah duduk di samping Devan.


"Gimana makanannya enak gak kak? " tanya Airin pada Devan.


"Hmmm, lumayan." jawab Devan. "Kamu dari mana Ai, kok gak kelihatan dari tadi?" tanya Devan pada Airin.


"Ohw tadi barusan ada sedikit kerjaan dari tuan Alex." Devan hanya mengangguk an kepala nya tanda mengerti.


Mereka kembali menikmati makanannya sambil berbicara santai. Tiba tiba ada pelayan yang menyajikan minuman kepada Devan, Airin dan Rendi.


Tanpa rasa curiga sedikitpun mereka menenggak habis minum an tersebut.


Tak berselang lama, Rendi merasakan kepalanya begitu pening. ia memutuskan untuk mengajak Devan pulang.


"Dev, gue pusing. kita balik yuk"


"Hmmm... oke lah. gue juga ngerasa gerah dan gak nyaman di sini." ucap Rendi.


"Ai, kita balik aja yuk. udah malem. Kasihan Rendi juga lagi gak enak badan kayaknya." dan diangguki oleh Airin.


" Kelihatannya, obat itu mulai bekerja. tapi kenapa gue juga ngerasa gerah. Ah... sial, pasti pelayan tadi juga ngasih ke minuman gue. tapi gak papa lah. itu jadi lebih baik. kan jadi Devan gak akan curiga ke gue." batin Airin.


Mereka bertiga beranjak pergi untuk meninggalkan acara tersebut. Belum sampai keluar dari loby hotel tiba tiba Rendi jatuh tak sadarkan diri.


" Brukkk "

__ADS_1


__ADS_2