
Hari ini, hari pertama Seraphina melakoni tugasnya sebagai pengawas yang mengontrol semua kualitas dari menu yang tersaji di kantin perusahaan Nugi Company. Tapi entah kesialan apa yang membuatnya harus mendapat komplain dari sang pemilik Kantor. Bak sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah Bangun kesiangan, ditambah lagi kemacetan panjang diperjalanan. membuat nya harus terlambat masuk kerja.
Kini dia berada di dalam ruangan Devan, Ya Devan memanggilnya karena merasa Seraphina tidak kompeten dihari pertama nya.
"Maaf Tuan, saya terlambat. Karena jalanan macet Tuan" ucap Seraphina dengan gugup.
"Baiklah karena ini hati Pertama saya maafkan."
"Terimakasih Tuan, atas kebaikan anda."
"Eits... jangan senang dulu. Saya memaafkan tapi dengan satu syarat." ucap Devan. " Saya mau setiap hari kamu sendiri yang membuat makanan untuk makan siang saya."
" Baik Tuan."
"Sekarang pergilah, dan buatkan makan siang saya, lalu kamu sendiri yang mengantarkan nya kesini" titahnya dan Seraphina pergi menuju kantin.
Seraphina berlalu keluar dari ruangan Devin menuju dapur kantin. Sampai di dapur dia di buat bingung karena tidak tau selera makan Tuan Devan. Dia bingung mau memasak apa. Ingin bertanya tapi bingung mau bertanya kepada siapa. karena semua orang terlihat sibuk dengan pekerjaan masing masing, seolah tidak ingin diganggu. akhirnya Seraphina memutuskan untuk memasak Ayam rica rica dan juga sambal Balado tak lupa dia juga membuat kan minuman ice lemon tea.
Setelah kurang lebih setengah jam ia berkutat di dapur kantin semua masakannya sudah jadi. tinggal membawanya ke Tuan Devan. Karena tergesa-gesa ia berjalan tak menghiraukan sekeliling nya.
*Bruk...*
"maaf... saya tidak sengaja..." ucap Seraphina belum menyadari siapa yang ia tabrak
"Kamu... kalau jalan tu pakek mata..." ucap seseorang yang Seraphina tabrak.
" Maaf Tuan, saya tadi buru - bur...." Belum selesai menjawab suara orang itu menginterupsi Seraphina kembali.
"Saya tidak mau dengar alasan kamu. sekarang bereskan semua ini, dan segera kamu temui saya di ruang kerja saya." dengan berlalu pergi.
Sampai di dalam ruang kerja, Devan mengambil telepon nya guna menelpon Rendi untuk membawakan baju kerja yang baru, karena baju kerja nya kotor terkena tumpahan makanan. Ya orang yang ditabrak Seraphina adalah Devan sang pemilik perusahaan.
"Sial...jadi kotor gini kan." gerutu Devan
"Tapi lucu juga tu cewek kalau lagi ketakutan." Gumam Devan dalam hati." ngapain sih gue mikirin cewek itu.
Tak butuh waktu lama, Rendi sudah masuk membawa pakaian yang Devan pesan.
__ADS_1
"Bos.."
"Bos.."
"BOS..." teriak Rendi sekali lagi dengan nada lebih keras.
" Kampret... apa - apaan si loe. bisa gak sih lebih sopan dikit sama atasan."
" ya elah bos, gue udah panggil - panggil loe dari tadi. loe nya kagak nyaut - nyaut. nglamunin apa si loe, kagak biasa nya loe pakek acara nglamun nglamun segala." crocos Rendi.
"ka.. kagak gue, gue kagak nglamun." gagap Devan.
"Kagak usah bohong deh bos, loe mikirin cewek ya? apa jangan loe udah punya gebetan baru. kalau kagak gebetan berarti pacar baru. wah si Bos beneran udah move on ini... cie cie..." Goda Rendi.
"omong apa sih loe."
" udah sini in pesenan gue. gue mau ganti baju dulu."Devan mengambil paper bag yang dibawa oleh Rendi dan berlalu ke kamar mandi.
Ya begitu lah Devan kalau sedang berdua dengan Rendi tak ada yang nama nya formalitas kerja. karena mereka sudah berteman sedari kecil. Bahkan lebih dari Teman. Devan telah menganggap Rendi seperti adiknya sendiri begitu pula Rendi telah menganggap Devan seperti kakaknya sendiri. Rendi adalah anak dari sahabat orang tua Devan. Orang tua Rendi sendiri telah meninggal sejak Rendi duduk di bangku sekolah dasar. Setelah kepergian orangtuanya Rendi tinggal bersama dengan keluarga Devan.
Tak lama Devan pun selesai membersihkan diri dan mengganti bajunya.
"Sabar Bro.... gue itu mau mastiin kalau kakak tersayang gue bener bener lagi jatuh cinta sama cewek." kekeh Rendi.
*Sialan loe, balik ke ruang kerja loe sana." Bentak Devan.
"Santuy bro...ni gue pergi." sambil berdiri hendak pergi keluar. sebelum benar benar pergi Rendi masih sempat menggoda Devan.
"Jadi bener loe lagi jatuh cinta ni." disambut lemparan map oleh Devan. namun Rendi bisa menghindar. Disaat bersamaan pintu ruang kerja Devan terbuka. Dan map yang terlempar tadi mengenai kepala Seseorang.
"Aduh..." teriak wanita itu.
Devan dan Rendi kompak membulatkan mata mereka melihat siapa yang berteriak.
" Maaf nona Sera, anda baik baik saja " Tanya Rendi dengan nada sedikit bersalah. dan Seraphina hanya menggelengkan kepalanya. " Tapi kening anda memar Nona, Lebih baik diobati terlebih dulu." lanjutnya lagi
" Tidak apa apa tuan."
__ADS_1
" kalau begitu saya permisi dulu nona." Rendi berlalu keluar.
Tanpa mereka sadari ada dua bola mata yang memandang sinis pada Rendi yang sok perhatian pada Seraphina. Ya itu adalah Devan. Entah kenapa Devan tidak senang dengan perlakuan Rendi pada Seraphina.
"sialan ngapain sih Rendi sok perhatian segala sama si Sera. ni cewek juga sok cari cari perhatian sama si Rendi." gerutunya dalam hati.
Devan tersadar ketika Suara Sera membuyarkan lamunannya.
"Maaf Tuan, ini saya bawakan makan siang Tuan." ucap Sera.
"Hmmm..."
"Silakan di makan Tuan."
" Buang semua makanan itu, saya sudah tidak berselera untuk makan lagi." ketus Devan.
"Maaf Tuan atas kesalahan saya tadi saya benar benar tidak sengaja menabrak Tuan."
"Saya tidak ingin dengar penjelasan kamu." Tegas Devan Kembali.
"Saya mohon maafkan saya Tuan, saya akan lakukan apapun yang Tuan Perintahkan."
"hmmmm...boleh juga ni tawaran nya. bisa gue manfaatin ni. kan lumayan buat hiburan gue biar kagak bosen" wwkwkwkkkkk . gumam Devan dalam hati.
"Saya akan maaf kan kamu, tapi kamu harus menurut apa perintah saya, tidak ada penolakan."
"Baik Tuan " jawab Sera.
" Sekarang kamu bereskan ruangan ini, setelah selesai Cuci pakaian saya yang kotor tadi." perintah Devan.
Sera pun langsung melakukan perintah Devan. Devan sesekali melirik kearah Seraphina yang sedang beres beres. Dengan tangan cekatan tak butuh waktu lama Sera telah selesai membersihkan ruang kerja Devan.
" cantik" gumam Devan dalam hati. dan ketika sadar. " Ngapain gue mikirin tu cewek sih, gak ada faedah nya."
"Tuan saya sudah selesai membersihkan ruang kerja anda, dan untuk baju Tuan nanti akan saya Cuci dan setelah selesai akan saya antar kan ke Tuan."
"Hmmmm..."
__ADS_1
" Saya permisi dulu Tuan."
///(((akhirnya bisa up sampai 1000 kata juga, Penuh perjuangan, karena harus nunggu si baby bocan dulu... hehehehe....)))///