Seraphina

Seraphina
Epson 29


__ADS_3

Sera keluar dari mini market dan berjalan untuk pulang ke apartemen. Sera menoleh berhenti karena suara klakson mobil, dan menoleh ke arah mobil tersebut.


"Tin...Tin...Tin.."


Sera mengangkat tangannya menutupi matanya yang silau terkena sorot lampu mobil. Saat mobil tepat berhenti di samping Sera, Sera melihat Devan turun dari mobil.


"Mas Devan."Ucap Sera


"Kamu dari mana sayang." Tanya Devan


"ini, baru dari minimarket. lagi pengen makan cemilan sama beli minuman dingin. sekalian cari angin bosan di apartemen" jawab Sera.


"o" Devan membulatkan bibirnya.


"Ya udah, ayo masuk mobil, kita pulang sekarang" ajak Devan pada Sera


Sera mengangguk kemudian masuk ke mobil. Di dalam Mobil Sera dan Devan Saling bercerita tentang kegiatan nya hari ini.


*****


Devan POV


Setelah mengantar Airin pulang, aku memutuskan untuk langsung pulang. Saat di perjalanan, mata ku menangkap sosok yang sangat aku kenal bahkan sangat dekat denganku. Siapa lagi kalau bukan istri ku tercinta.


Seorang istri, yang mungkin di awal pernikahan kami tak pernah aku menganggap dia ada. tapi tak butuh waktu lama untuk diriku mulai mencintai dia.


Dia wanita baik yang tak sepantasnya aku perlakukan tak adil. apalagi dengan status ku sebagai suaminya. aku harus menghargai dan menyayanginya. Aku harus memenuhi setiap kebutuhan lahir maupun batin. Dan sebagai seorang imam aku harus mampu membimbing dan menjaga istri ku. Semua itu sudah ditentukan dalam agama kami sebagai seorang muslim.


Aku sadar, aku belum sepenuhnya menjalankan peranku sebagai seorang suami. Mungkin bagi kalian aku egois atau apalah. tapi apa daya, hati ku saat itu belum mampu untuk menerima kenyataan bahwa wanita yang aku cintai pergi begitu saja setelah apa yang kita jalani selama beberapa tahun.


Ah, sudah lah itu sekarang menjadi masa lalu ku dan sekarang ada seorang wanita di sampingku yang harus ku jaga hati nya. Wanita baik yang selalu mengerti diriku. Dia lah istri ku, Masa depan ku sekarang.


Aku pun telah berdamai dengan masa lalu ku. Aku telah mengetahui alasan wanita itu meninggalkanku begitu saja. Dan sekarang hubungan kami telah membaik, kami mulai berteman lagi lebih tepatnya aku menganggap dia seperti adik Perempuanku.


Dan aku akan berusaha membahagiakan istriku dan menyayangi nya di sisa umurku. aku tak bisa berjanji, aku hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik.

__ADS_1


Aku menghentikan mobil ku tepat di sebelah istriku yang sedang memandang ke arahku.


"Mas Devan." sapa nya ketika melihatku turun dari mobil dan menghampirinya.


ku tanya dia dari mana, ternya dia dari minimarket hanya untuk membeli makanan ringan dan minuman dingin. dan katanya sekalian cari angin karena bosan di apartemen.


aku sedikit tersentil mendengar jawabannya. Aku sadar selama dia menjadi istriku, aku tak pernah mengajaknya berlibur atau pun hanya sekedar jalan ke taman kota.


Betapa tak egoisnya diriku yang tak pernah memperhatikan hal kecil akan dirinya. sampai sampai dia harus pergi keluar sendiri malam malam begini. aku merasa gagal menjalankan kewajibanku sebagai suami. seharusnya aku meluangkan sedikit waktu untuk bisa sekedar jalan jalan bersama.


Aku mengajaknya masuk ke mobil dan pulang ke apartemen. di dalam mobil, dia bercerita tentang semua kegiatan yang dia lakukan seharian ini. aku senang karena dia menganggap aku sebagai suami nya karena mampu menceritakan segala nya pada ku.


Aku juga memutuskan untuk menceritakan semua yang ku lakukan hari ini, dari mulai aku menghampiri ibu di mall dan ternyata beliau sedang bersama Airin, wanita dari masa lalu ku. Makan siang ku dengan mereka, aku yang menemani mereka berdua jalan, dan mengantar Airin pulang, tak ada yang kulewatkan.


tanpa Aku sadari tampak raut wajah yang sedih dari nya,


"Kamu kenapa sayang" tanya ku seketika.


"Gak pa pa mas." ucapnya sambil menunjukan senyum yang sedikit dia paksakan.


aku mengerti perasaan nya, mungkin iya tidak nyaman dengan cerita ku atau mungkin dia cemburu.


"Sayang, kamu beneran gak pa pa, dari tadi aku liat kamu kok diem terus setelah mendengar semua ceritaku." tanya ku.


"Aku gak pa pa mas, mungkin ini karena aku lagi capek." ucap nya dan tetap menampilkan senyumnya.


"Sayang kalau ada masalah atau mas ada salah mas minta maaf ya." ucapku kemudian aku peluk tubuh istriku, aku tau kini ia menangis di pelukanku.


"Kalau kamu ada masalah cerita sama mas, mas akan selalu berusaha jadi yang terbaik untuk mu." ucapku sambil mengusap punggungnya.


ku lepaskan pelukan ku, dia mulai menghapus air mata nya dan menggeleng kan kepalanya.


kami saling menatap, dan dia berkata "Bolehkah aku merasa cemburu"


aku terkekeh mendengar ucapan nya. Dia menatapku heran.

__ADS_1


"Jadi dari tadi kamu diam karena kamu cemburu." Sera hanya diam tanpa menjawab pertanyaan ku.


"sayang, dengerin mas. kalau kamu cemburu itu berarti mas sangat berarti untuk mu, dan kamu berhak untuk merasakan itu. dengan begitu mas tau dan yakin kamu memang mencintai mas." ucap ku. dia hanya mengangguk .


Aku mencium keningnya penuh kasih sayang," Aku mencintai kamu sayang, kamu istriku kamu berhak atas aku, kamu berhak untuk cemburu, marah atau melalukan apapun kepadaku ketika aku salah."


"Aku juga" jawabnya singkat. Kemudian ku usap pucuk kepalanya.


Kami memutuskan turun dari mobil dan masuk ke apartemen kami. Sepanjang jalan masuk ke apartemen ku genggam tangan nya .


Devan POV End


*****


Tak terasa sudah 1 bulan berlalu dari hari itu. Hubungan Devan dan Sera semakin baik dan bahagia.


Disisi lain hubungan Devan dan Airin juga tampak dekat. Devan merasa hubungan nya itu wajar dan sebatas hubungan sebatas adik dan kakak. Tapi Airin berharap lebih dari semua perhatian Devan. Airin merasa Devan mulai menerima nya kembali.


Hari ini Sera merasa sangat merindukan kedua orang tua dan juga adik adiknya. Sera ingin sekali mengunjungi keluarganya di kampung.


Sera memberitahu keinginannya pada Devan.


"Mas, aku pengen pulang kampung. aku merindukan keluarga ku . apa aku boleh pulang ke rumah ayah ibu"tanya Sera.


"Tentu sayang, udah lama juga aku gak ketemu sama orang tua kamu." ucap Devan.


"nanti aku atur jadwal agar bisa mengantarmu ke rumah ayah."


"Makasih Sayang." ucap Sera sembari mengecup pipi Devan.


"Oh ya, mulai hari ini kamu gak usah kerja lagi ya! aku gak mau liat kamu capek capek kerja lagi." pinta Devan pada Sera.


"Tapi..."ucap Sera terhenti.


"Udah ya ! gak Ada tapi tapi an. aku gak mau di bantah untuk kali ini." ucap Devan.

__ADS_1


"Baiklah"


" Istri pintar" ucap Devan dan mengecup pucuk kepala Sera dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2