Seraphina

Seraphina
Epson 8


__ADS_3

Pagi Hari, Seraphina dan Desi sedang bersiap untuk berangkat kerja. Desi begitu bersemangat karena gari ini adalah hari pertamanya bekerja. Lain hal dengan Seraphina, dia begitu malas berangkat bekerja kali ini. Seraphina begitu merindukan teman teman nya di tempat katering. Karena sejak dia ditugaskan di kantin Perusahaan Nugi Company, Sera belum pernah bertemu dengan teman-teman nya. akhirnya Sera menghubungi Dewi dan mengajaknya bertemu di taman kota tak lupa Sera berpesan agar mengajak Reno juga.


Dilain tempat, Devan masih memikirkan perkataan kedua orang tua nya pagi ini. Rendi yang sedari tadi sudah berada di depan meja kerja Devan terlihat sangat bingung melihat sahabat sekaligus Bos nya itu tidak seperti biasanya.


"Van, loe lagi mikirin apa sih ? " tanya Rendi tapi tak ada tanggapan sedikitpun dari Devan.


" DEVAN " Teriak Rendi. karena merasa tidak didengar oleh Devan.


"Ngapain sih loe teriak teriak sakit tau kuping gue, loe pikir ini di hutan pakek teriak teriak segala kayak Tarsan aja loe." Ucap Devan.


"Lah loe dari tadi gue ngomong kagak loe denger." jawab Rendi. " mikirin apa Bos" lanjutnya.


" Gue kepikiran ucapan ibuk sama Bapak tadi pagi." Jawab Devan. Akhirnya Devan pun mulai bercerita.


*flashback on*


*Pagi hari di meja makan keluarga Nugroho.


"Pagi Pak, pagi Buk,..." Sapa Devan pada kedua orang tuanya.


"Pagi nak...ayo duduk kita sarapan" jawab Pak Nugroho


" Pagi Devan, Kamu mau sarapan pakai apa?" Tanya Bu Rahma


"Devan Sarapan sama nasi goreng saja buk." Dengan telaten Bu Rahma mengambilkan sarapan untuk putra nya.

__ADS_1


" Devan ibuk dan bapak sudah sepakat jika kamu tidak menikah kamu akan kami jodohkan dengan anak teman kami."


"Uhuk...uhuk..." mendengar perkataan ibunya Devan tersedak. dengan segera bu Rahma mengambilkan Devan minum.


"Makannya hati hati nak!"


"Devan gak mau dijodohkan pak , buk !" ucap Devan.


" Ibu tidak mau melihat kamu seperti ini terus nak, kamu harus bisa menata masa depan kamu."Devan hanya diam.


"Benar kata ibu kamu nak, kamu nunggu apalagi, usia kamu sudah waktunya menikah." lanjut Pak Nugroho.


"Berikan Devan waktu untuk memikirkan semua ini, dan Devan tidak mau menikah dengan orang yang tidak Devan kenal, Devan akan menikah dengan wanita pilihan Devan." tegas Devan.


" Baiklah jika itu keputusanmu. tapi ibuk hanya memberi kamu waktu 2 minggu, jika dalam 2 minggu kau tidak membawa gadis pilihan mu, maka kami tetap akan menjodohkan mu dengan anak teman kami. "


Rendi menjadi pendengar yang baik untuk setiap masalah Devan. Rendi tau bagaimana sifat kedua orang tua Devan yang tak pernah main main dengan perkataan nya. Baru kali ini Rendi dibuat pusing dengan masalah Devan. karena dia tidak membantu sahabatnya itu. Dia bingung harus melakukan apa untuk sahabat nya.


Di tengah keheningan mereka terdengar pintu yang diketuk dari luar. Rendi langsung tersentak kaget dan menyuruh orang yang mengetuk pintunya masuk ke dalam. Sedangkan Devan masih dalam mode malas . Tak lama seorang gadis masuk keruangan Devan.


"Permisi Tuan, saya mengantar makan siang anda." ucap Sera, ya gadis itu adalah Sera.


"Letakkan saja makanan itu di sana." perintah Devan sambil menunjuk meja yang ada di dalam ruangan nya.


"Dev, sana loe makan dulu, jangan terlalu dipikirkan ucapan ibu. nanti gue bantu selesaiin masalah loe." titah Rendi pada Devan. Devan hanya bisa membuang nafas kasar dan berdiri menuju sofa untuk makan siang.

__ADS_1


Ketika Devan berdiri menghampiri Sofa, bersamaan dengan itu Sera membalikan badannya dan hendak melangkah pergi. Dan posisi Devan yang sekarang berdiri tepat dibelakang. Karena Sera tidak tau akan posisi Devan. tanpa sengaja ia menabrak Devan. posisi Devan yang tak begitu fokus membuat badan tak bisa menahan keseimbangannya membuat mereka berdua tersungkur dengan posisi tubuh Sera berada di atas tubuh Devan. Wajah mereka begitu dengan, Sehingga Devan bisa melihat wajah cantik Sera yang polos tanpa sentuhan make up, hanya bedak tipis dan lip thin warna pink menambah kesan natural.


"Cantik" gumam Devan tanpa sadar.


"Maaf Tuan anda bicara apa." ucap Sera.


"Hah...apa, apa kau akan terus seperti ini." bentak Devan dengan rasa malu.


"Maaf Tuan saya tidak sengaja" Sera bangkit dari posisi nya.


Kejadian itu tak luput dari pandangan seorang Rendi. Dengan


kejadian itu membuat Rendi memiliki ide yang cukup bagus untuk mengatasi masalah sahabatnya.


Sera segera bergegas keluar dari ruang kerja Devan. Sedang kan Devan sekarang duduk di sofa bersama Rendi. untuk makan siang. disela sela menikmati makanannya Rendi mengatakan idenya kepada Devan


"Dev, gue udah dapat solusi yang tepat untuk masalah loe." ucap Rendi, sedangkan Devan masih menikmati makanannya tanpa.


"Kenapa loe gak nikahin aja si Sera, dia kan cantik lagian dia kelihatan baik " ucap Rendi, sedangkan Devan langsung mendongak dan membulatkan matanya.


" Loe gila, mana mungkin gue nikahin cewek yang baru aja gue lihat, bahkan gue gak tau asal usul dia" ucap Devan.


"Udah loe kagak usah munafik, gue tahu loe udah mulai menaruh hati sama tu gadis."


"Pletak" suara sendok melayang mengenai kepala Rendi.

__ADS_1


"Aw..." Rendi mengusap pucuk kepalanya. " Gue tau lagi, gak usah ditutup tutupin gue udah kenal loe dari orok. jadi gak ada hal yang gak gue tahu dari loe, termasuk perasaan loe pada Sera. mungkin sekarang loe belum yakin akan rasa itu, tapi bagaimana kalau loe coba jalanin sama si do'i mungkin lambat-laun loe akan yakin dengan rasa itu." Tutur Rendi, dan Devan hanya bisa diam mendengarkan perkataan Rendi.


Selepas mendengarkan perkataan Rendi, Devan tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Perkataan Rendi terus menerus terngiang di telinganya. Devan akhirnya mulai untuk mempertimbangkan perkataan Rendi. Mungkin Benar apa yang dikatakan Rendi tentang perasaannya pada Sera. Devan tak mengelak dia memang telah menaruh hati pada Sera. Tapi Devan selalu menepis perasaan itu. Karena dia takut akan kecewa dan menyakiti hati wanita yang baik Seperti Sera. Menurutnya Sera itu Gadis lugu yang baik hati. Devan tak mau menjadikan Sera pelarian atas rasa sakit hatinya sebelum dia benar benar yakin akan perasaan nya selama ini. Apalagi selama ini dia masih berharap kalau Airin akan kembali kepada nya.


__ADS_2