
"Ren, Airin Hamil." ucap Devan seketika membuat Rendi menginjak pedal Rem dengan mendadak.
"Ren, apa apa sih loe, pake ngerem mendadak" sungut Devan Rendi memutar badan menghadap kursi belakang melihat Devan.
"Sorry, sorry. Gue kaget denger omongan loe barusan. Loe serius si Airin hamil." Devan mengangguk mendengar ucapan Rendi.
" lha emang dia udah nikah, perasaan belum dech, kok bisa hamil sih." tanya Rendi sedikit dengan ekpresi bingung dan tak percaya dengan apa yang dikatakan Devan sedangkan Devan hanya menggelengkan kepala.
"Gue bingung, gue gak tau harus berbuat apa" ucap Devan.
"Trus anak siapa itu, kenapa loe yang bingung sih. kan yang hamil Airin bukan loe." Rendi masih dalam mode kepolosan nya, sehingga dia belum bisa mencerna setiap tindakan dan ucapan Devan.
Mereka berdua diam sejenak tampak masih dalam pikirannya masing-masing.
Tiba tiba mata Rendi melotot, mulai mencerna dan menebak dengan situasi yang terjadi.
"Jangan bilang, Airin hamil anak loe Dev?" Devan pun hanya mengangguk membenarkan.
Terkejut dan Emosi seketika diluapkan oleh Rendi. " Gila loe Dev, Loe udah punya Sera sebagai istri loe terus ngapain loe hamilin anak orang woy. " Teriak Rendi.
"Kami dijebak malam itu." jawab Devan.
"Kenapa loe bisa dengan gampang nya bilang loe dijebak." ucap Rendi
"Iya emang kita dijebak, loe inget waktu kita datang ke pesta jamuan makan malam itu, disitu ada yang naruh sesuatu di minuman gue." ucap Devan kemudian menceritakan semuanya kepada Rendi.
"Emang loe udah selidiki semuanya, sampai loe bilang loe dijebak. "
"Gue belum menyelidikinya"
"Loe ceroboh Dev, kenapa loe gak selidiki wiapa yang jebak loe."
"Gue gak kepikiran sama sekali"
"Loe bukannya gak kepikiran tapi loe menikmati momen itu jadi loe gak ada niatan buat nyelidiki masalah itu" seketika ucapan Rendi membuat Devan membulatkan mata.
"Ah sial, Gue emang menikmati malam itu. tapi gue gak nyangka bakal serumit ini kejadiannya" gumam Devan dalam hati.
"Udah, loe gak usah jawab omongan gue tadi. gue tau loe udah lama. loe belum bisa lupain Airin sepenuhnya. Tapi ingat satu hal Dev. Dengan loe kayak gini. malah membuat banyak orang menderita terutama Sera. Dia gadis gak tau apa apa yang tiba tiba loe tarik masuk dalam hidup loe." ucap Rendi kemudian melanjutkan mobilnya ke arah kantor.
__ADS_1
*****
Di apartemen Sera masih malas untuk bangkit dari tempat tidurnya. Ia merasakan pusing yang sangat Hebat dan perutnya pun sangat mual.
Sera tak ada pilihan lain selain bangkit dari tidurnya menuju wastafel untuk memuntahkan semua isi diperutnya.
"Hoek...Hoek....hoek..." Sera membersihkan mulutnya "Kenapa, semakin hari badanku semakin tidak karuan rasanya." gumam Sera.
setelah selesai Sera kembali ketempat tidur, ia berjalan sedikit sempoyongan. karena merasa sangat lemas.
"Gue tidur aja lagi, mungkin nanti setelah bangun akan lebih enakan" Sera memilih merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Namun baru ia menutup mata, mual diperutnya kembali memaksa nya untuk bangkit dan pergi ke kamar mandi lagi. setelah selesai mengeluarkan isi perutnya Sera keluar dan ia begitu terkejut melihat kearah kalender di atas nakas tempat tidur.
Sera duduk ditempat tidur dan mengambil kalender tersebut.
"Kenapa aku baru sadar, kalau aku udah telat 1 minggu. apa aku hamil." gumam Sera.
"Udahlah, aku ke apotik aja beli alat tes kehamilan untuk memastikan dulu. baru nanti aku ke dokter kalau memang aku hamil." Ucap Sera lagi, kemudian bersiap siap untuk pergi ke apotik dekat apartemen.
Setelah membeli apa yang dia butuhkan Sera segera pulang dan masuk ke kamar mandi.
Sera gemetar ketika melihat hasilnya telah nampak.
"Aku,,, aku hamil. Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih telah mempercayakan ku menjaganya didalam rahim ini." Ucap syukur Sera sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Sera begitu bahagia, ia ingin memberi kabar pada Devan. namun ia mengurungkan niatnya ketika teringat bahwa Devan hari ini ada meeting dan Sera tak mau mengganggu suaminya bekerja.
Sera memutuskan untuk pergi ke dokter kandungan sendiri. karena ia tak sabar untuk memastikannya dan melihat kondisi janinnya.
Tak butuh waktu lama untuk Sera sampai di rumah sakit. Sera segera mendaftarkan diri, dan duduk di ruang tunggu.
hampir 30 menit Sera menunggu akhirnya nama nya dipanggil,
"Ibu Seraphina, silahkan masuk" panggil seorang perawat pada Sera.
Sera segera bangkit dari tempat duduknya, ia langkahkan kakinya kedalam ruangan dokter.
"Selamat siang ibu Sera, silahkan duduk" ucap dokter Aira.
__ADS_1
"Siang Dok," jawab Sera Seraya duduk didepan dokter Aira..
"Ada yang bisa saya bantu."
"Begini dok, saya beberapa hari ini mengalami pusing mual dan lemas. dan kebetulan tadi saya baru melihat kalender dan teringat bahwa saya sudah Telat 1 Minggu. saya tadi juga sudah melakukan tes kehamilan mandiri di rumah. saya ingin memastikan apa benar saya hamil" jelas Sera pada dokter muda didepannya.
"Baiklah, mari kita lakukan pemeriksaan. ibu bisa berbaring di tempat tidur."
Sera berjalan, dan berbaring ke atas tempat tidur dengan bantuan perawat yang ada.
"Maaf permisi" ucap perawat membuka sedikit baju Sera di bagian perut kemudian mengoleskan Gel pada perut Sera.
"Mari kita lihat ya!" Ucap Dokter Aira menggerakkan sebuah alat pada perut Sera.
"Selamat ya bu, ibu sedang hamil. kehamilan ibu sudah memasuki minggu ke 4." ucap Dokter Aira.
"Coba ibu lihat ke arah layar, ukurannya masih kecil sebesar biji kacang, namun ia tumbuh sangat sehat di sini." lanjut Dokter Aira menjelaskan. tanpa sadar Sera menitihkan air matanya.
Setelah serangkaian pemeriksaan Dr Aira memberikan saran kepada Sera.
"Dijaga pola makan nya ya bu, jangan terlalu capek ataupun stres. karena akan berdampak tidak baik untuk janinnya. apalagi di trisemester awal. dan ini ada resep vitamin yang harus anda beli." ucap Dokter Aira.
"Terima kasih dok, saya akan mengingat dan menjalankan setiap saran dokter. saya permisi dulu" Pamit Sera pada Dokter Aira..
Sera berjalan keluar dari ruangan dokter Aira. Sera memutuskan untuk membeli vitamin itu di apotik rumah sakit.
Setelah mendapatkan vitamin yang harus ia minum Sera memutuskan kembali ke apartemen.
*****
Jam makan siang telah tiba. Devan bergegas menuju kafe dimana ia janji bertemu dengan Airin.
setelah sampai di kafe, Devan sudah menghampiri Airin yang tengah duduk di salah satu meja.
"Maaf, kamu menunggu" Ucap Devan kemudian duduk di kursi depan Airin.
"hmmm. maaf aku tadi sudah memesankan minuman kesukaan mu Kak." ucap Airin.
"Tidak masalah." ucap Devan.
__ADS_1
"Kak"