
Sore itu, Seraphina telah menyelesaikan semua pekerjaannya. Kini dia menuju ruang kerja bu Broto, Dengan semangat dia mengetuk pintu ruang kerja bu Broto.
Tok...tok...tok...!!!
Bu Broto mempersilahkan Seraphina masuk keruang kerjanya. Dan menyuruh Seraphina duduk di kursi sebrang meja kerja bu Broto.
"Sera, ada yang ingin saya katakan sama kamu."
" Iya bu, bu Broto mau bicara soal apa ya?" jawabnya.
" Begini, tadi Tuan Rendi menelpon ke sini."Sambil menatap ke Seraphina. "Hufft..." menghela nafas dengan kasarnya. " Jadi besok mereka ingin kita menemui mereka ke kantor nya unyuk menandatangani kontrak kerja dengan mereka."
"Bagus dong buk, lebih cepat lebih baik." saut Seraphina.
" Masalahnya, mereka mengajukan syarat kepada kita."
" Apa syaratnya bu, Jika saya bisa bantu akan saya bantu sebisa saya" tegas Seraphina.
" Syaratnya, salah satu dari karyawan ibu di sini yang harus mengontrol langsung seluruh di kantin perusahaan mereka. Dan pak Rendi memilih kamu." ucap Bu Broto dengan nada memelas. karena Bu Broto berat melepas Karyawan terbaiknya untuk pergi ke perusahan Nugi Company, karena tidak mau pekerjaan yang lainnya terganggu.
" Baik lah bu, saya siap mengontrol semuanya di sana." lugas Seraphina.
" Tapi bagaimana di sini Sera, tidak ada yang bisa saya andalkan lagi sini."
"Ibu tenang aja, disini ada Reno dan juga Dewi, mereka bisa diandalkan bu." Jawab Seraphina meyakinkan bu Broto karena sulit untuk meyakinkan bu Broto yang tidak gampang percaya dengan orang lain.
" Nanti kalau mereka membutuhkan saya atau ada kesulitan ibu bisa hubungi saya, saya pasti akan membantu disini juga."
"Meskipun ibu mengirim saya ke Nugi Company, saya tetap karyawan ibu, jadi ibu bisa menyuruh saya membantu disini kapanpun ibu mau." kata Seraphina untuk meyakinkan kembali.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu, saya setuju."
" Kalau begitu besok pagi kita ke kantor Nugi Company untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan Meraka , kamu juga harus ikut." Titah Bu Broto kepada Seraphina.
" Siap Bu Broto." jawab Seraphina . " kalau begitu saya permisi pulang bu" dan berlalu ke luar dari ruang bu Broto.
~ Nugi Company ~
Jam pulang kantor.
Seperti biasa, setelah menyelesaikan pekerjaan nya Rendi selalu menemui Devan. Seraya menunggu si Bos nya itu membereskan berkas berkas di mejanya Rendi memainkan handphone miliknya untuk menghilangkan kejenuhan.
tak disadarinya Deva sudah menatapnya dengan mode Ice balok.
pluk....
"Aw."Rendi mengelus keningnya. "Dasar Bos laknat, kagak bisa liat anak buahnya nyantai dikit"
"Kampret loe... disini loe gue gaji buat kerja bukan buat mainin handphone lho" kesal Devan. "Gue sibuk beresin berkas lho malah enak-enakan main pacaran." Lanjutnya Lagi
"hehehehe.....kan udah jam pulang kantor bro."kekeh Asinten sekaligus sahabat nya itu.
"hufttt." Devan mendengus kesal. "loe tu ya nyet prasaan dikit napa, masa ada Bos lagi riweh sama berkas yang berserakan lho malah enak-enakan pacaran online."
" yaelah bos, kapan lagi gue bisa pacaran online." Jawab Rendi Polos.
"Ya udah sini gue bantuin, biar cepet selesai dan gue bisa lanjut pacaran online nya" seraya berdiri menghampiri meja kerja Rendi.
"Telat, kagak usah bantuin." tolak Devan.
__ADS_1
"Tadi nyuruh, sekarang nolak. mau loe apa si bos qiu yang tampan, baik hati, tidak sombong, suka menabung dan selalu menolong akiu." crocos Rendi tanpa henti dan disambut gelak tawa oleh Devan.
"Emang gue gitu dari dulu, baru nyadar loe. hah".
mereka pun tertawa lepas, dan pergi keluar menuju mobil yang telah di siapkan.
Dalam Perjalanan Rendi yang mengendarai mobil tersebut sedangkan Devan duduk di kursi penumpang sambil memainkan game di handphonenya untuk menghilangkan kejenuhannya karena kemacetan panjang.
Sesekali Rendi menengok ke arah Bos nya itu, dan mencairkan suasana yang boring karena kemacetan dengan menggoda dan gangguin si Bos yang sedang asik dengan game di gadget nya tersebut. karena menurut Rendi bisa mengerjai Devan itu sesuatu yang sangat menghibur. Karena gangguan dari Rendi akhirnya Devan harus menelan kekalahan dalam permainan game nya dan membuat dia jengkel.
"yah kan...gue kalah."
"Gara-gara lho gue kalah ni, sekarang lho diem fokus kejalan gak usah banyak cingcong , mau loe gue potong gaji loe, karena udah Ngrecokin kesenangan gue." ketus Devan
"Jangan kayak gitu napa Bos." Welas Rendi. " Nanti kalau potong gaji gue, gue kayak bisa ngajak pacar online gue kencan dong." rengek nya Lagi.
"Makanya loe diem bae, kagak usah ngrusuhin gue yang lagi nge-game."
"jiwa jomblo abang meronta ey, liat asisten somplak gue pacaran online melulu." gumam Devan lirih supaya Rendi tak mendengar jika mendengar mungkin bakal ditertawakan abis-abisan oleh asisten sekaligus sahabatnya itu.
Tak berselang lama akhirnya mobil mereka masuk ke sebuah Rumah mewah dengan disain minimalis, dan elegan. Ya itulah Rumah Devan Nugroho. karena dia tidak suka dengan hal" yang terlihat Wow, karena menurut dia itu kelihatan lebay dan dia lebih menyukai hal" yang simple dan unik. Setelah Devan turun dan masuk ke dalam rumah , kini Rendi melajukan mobil nya itu menuju apartemen nya.
~yei.... Alhamdulillah, akhirnya karya author lulus seleksi juga~
////*Terimakasih nya sudah mau dukung author,,,, dan semoga author bisa sukses dalam karya perdana author ini.////
(jangan lupa selalu dukung author terus ya,,, dan terimakasih untuk para reader 🙏🙏🙏)
salam kenal dari author...🙏*
__ADS_1