
"Kenapa dia kasar sekali, seharusnya aku yang marah padanya karena dia berpelukan dengan wanita lain. tapi ini." batin Sera.
*****
sesampainya di apartemen, Sera tetap dalam mode diamnya. Sera masih bingung dengan sikap Devan yang tiba tiba berubah. Sedangkan Devan masih diam dan memutuskan membersihkan dirinya di kamar mandi.
Sera duduk di salah satu sudut ranjang tempat tidur mereka. Teringat dengan kejadian yang ia lihat di kantor Devan. masih menimbulkan berbagai pertanyaan di benak nya.
Siapa wanita itu, ada hubungan apa Suaminya dengan wanita itu, Kenapa suaminya sangat perhatian dengan wanita itu.
Tak terasa, kembali air mata Sera membasahi pipinya. karena terlarut dalam pemikiran nya dia tak menyadari kehadiran suaminya yang sudah duduk disampingnya.
"Maaf,"lirih Devan sambil menghapus air mata Sera di pipinya.
Sera tersentak dan mendongakkan kepalanya menatap mata suaminya.
"Aku akan menjelaskan semua pertanyaan yang ada dipikiran mu." Menatap manik Sera yang menyiratkan "Jelaskan apa yang kulihat tanpa satu pun yang kau tutupi".
"Nama Airin, dia orang yang berjasa dalam hidupku. Karena dia aku bisa membangun usaha ku. dia memberi semangat pada hidupku untuk menjadi orang yang lebih berguna dan lebih baik lagi. Tapi Dia juga orang yang membuatku menjadi pria tegas dan gila kerja."Sera melihat Mata Devan mencari kebohongan dari mata Devan Tapi nihil, dia hanya melihat kejujuran dari sorot mata itu.
"Dia Wanita yang mampu membuat ku bahagia sekaligus menghancurkan kebahagiaan itu dalam sekejap. tanpa kejelasan. "
"Jadi ...." satu kata terucap dari mulut Sera.
"Airin mantan pacarku." pernyataan itu membuat hati Sera sakit teramat sakit bagaikan disayat sembilu.
"Tapi aku sadar aku tak mungkin tetap berada dalam keadaan yang seperti itu. aku mencoba untuk bangkit dari rasa sakit dan kecewa karena sebuah Cinta. Aku mencoba bangkit. dan dengan dukungan sahabat dan adikku aku mulai membuka hati."
"Jadi mas, menjadikanku sebagai pelarian karena rasa sakit mu." tanya Sera .
"Mungkin awalnya ia, sebelum aku menyadari perasaanku ke kamu. Aku sayang sama kamu Sera, aku cinta sama kamu. Semua yang ku katakan ini adalah kenyataan dan benar benar tulus dari hatiku." tegas Devan meyakinkan Sera.
__ADS_1
"Lalu apa yang terjadi sekarang, kenapa mas bisa berpelukan dengan wanita itu, apalagi aku lihat mas begitu perhatian sama dia tadi. Jujur mas, mas masih sayang kan sama Dia." Pertanyaan Sera membuat Devan sedikit tersentak.
"Bukan begitu sayang,"
"Lalu apa."
"Jadi, sebenarnya beberapa hari lalu aku bertemu kembali dengan dia dalam sebuah pertemuan. Dia adalah sekertaris dari klien ku." Ucap Devan.
"Katakan semua pada ku mas, ceritakan semua nya, jangan ada yang mas tutup tutupi dari Sera, Lebih baik Sera sakit hati mendengar cerita dari kamu daripada mengetahui semuanya dari orang lain. itu akan membuatku lebih sakit dan tak percaya lagi dengan mu mas." Pinta Sera pada Devan.
Pada akhirnya Devan menceritakan awal pertemuan nya kembali dengan Airin, pertemuannya dengan Airin di kafe, kedatangannya bersama Airin ke rumah orang tua Devan dan malam dimana dia menjaga Airin yang sakit. Devan menceritakan semua nya tanpa terlewat sedikit pun.
Sera begitu shock mendengar cerita Devan. Hatinya sakit tapi mau bagaimana lagi dia harus menerima ini semua. Sera menangis dalam diam tanpa suara dan air mata itu kembali lolos membasahi pipinya.
Devan melihat itu, ditangkup nya wajah Sera dengan kedua tangan nya.
"Maafkan aku sayang, aku tak bermaksud menyakitimu, aku hanya ingin menyelesaikan masalah ku dengan Airin, setelah mendengar penjelasan nya, aku akan bisa melanjutkan hidupku dengan lebih tenang." mendengar itu Sera hanya diam tanpa menjawab pernyataan Devan.
"Sayang, aku benar benar minta maaf jika semua ini menyakitimu. aku hanya menganggap dia seperti adik perempuan ku." Sera hanya mengangguk dan ditariknya tubuh Sera kedalam pelukan Devan.
"Hiks....hiks...hiks...." tangis Sera semakin pecah dalam pelukan Devan.
"Menangislah, kalau itu membuatmu lebih tenang, tapi percayalah semua yang ku katakan itu kebenaran. tak ada satu pun yang aku tutupi."
"Aku mencintaimu mas," Devan mencium pucuk kepala Sera.
seutas senyuman tampak di wajah Devan dengan sedikit kelegaan dalam hatinya.
"Makasih sayang kamu mau percayakan hatimu padaku, aku akan berusaha membuatmu bahagia. I love you my wife" Devan membatin .
Di rasa Sera sudah lebih tenang, Devan melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Besok kita akan jelaskan status hubungan kita di perusahaan. aku mau semua orang tahu bahwa Sera milik Devan dan Devan adalah milik Sera.''
"Mas, apakah kamu tak akan malu. mengakui aku adalah istrimu didepan karyawan mu. aku hanya pegawai rendahan'' ucap Sera.
"Untuk apa aku malu, jika aku memiliki istri yang cantik dan berhati besar sepertimu. masalah pekerjaan aku tak mempermasalahkan itu." Kata Devan.
"Kamu yakin dengan keputusanmu mas."tanya Sera
"Tentu saja sayang, asal kamu tahu, aku dulu bukan apa apa. dan sekarang aku mau berjuang bersama istri ku tercinta." perkataan Devan membuat hati Sera sedikit senang.
"Sekarang istirahat lah, aku tahu kejadian seharian ini membuatmu lelah " Devan mengecup pucuk kepala Sera dengan penuh kasih sayang.
"Aku ada sedikit pekerjaan yang harus ku selesaikan. jika kau butuh sesuatu aku ada di ruang kerja ku."Sera mengangguk dan merebahkan tubuhnya di ranjang nya.
Devan masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia mulai mengecek semua pekerjaan yang dikirim oleh Rendi melalui email.
Karena terlalu fokus berkerja Devan tak menyadari bahwa kini jam menunjukkan pukul 08.00 malam.
"Pantesan cacing cacing gue udah pada Demo, ternyata udah malem aja." Devan memutuskan mengakhiri pekerjaan nya dan memutuskan ke kamar untuk melihat istrinya dan mengajak nya makan malam.
Sebelum Devan masuk ke kamar nya, tanpa sengaja dia melihat seseorang sedang berkutat di dapur. Devan melangkahkan kakinya menuju dapur. Dilihatnya sang istri sedang membuat makanan.
*****
******Devan****** **POV**
Aku *begitu sibuk dengan berbagai pekerjaan yang sedikit tertunda karena kejadian di kantor siang tadi. Saking fokusnya ke kerjaan aku lupa waktu. Aku merasa Cacing cacing peliharaan ku udah pada demo minta jatah. apalagi tadi siang akuu gak makan siang
aku putusin buat mengakhiri pekerjaan dan pergi ke kamar untuk melihat bidadari hati ku. Belum sampai ke kamar manik mataku menangkap seseorang tengah berada di dapur.
Langkah kaki ini menuju dapur melihat siapa yang sedang berada di dapur apartemen ku.
__ADS_1
Ku lihat bidadari hatiku tengah sibuk dengan berbagai peralatan dapur . Aku tersenyum melihat tangan tangan kecil istriku yang begitu cekatan membuat berbagai macam menu makanan.
"Cantik*"