
~////"Mohon like nya kakak kakak reader , maaf ya!!! kalau ceritanya biasa biasa aja. ini novel pertama saja. maaf jika banyak typo ya! Setelah ini akan muncul konflik sebenarnya."///~
~^^^^^mohon dukungannya ya 🙏🙏🙏^^^^^~
******
Airin meminta ijin pada Bosnya untuk ke toilet.
"Maaf, Tuan Alex, saya permisi ke toilet sebentar." dan diangguki oleh Alex.
Airin berjalan melewati Devan. tiba tiba Kepala nya kembali pusing, seketika ia terjatuh pingsan. melihat ada yang tak beres pada Airin Devan mengamatinya, ketika Airin akan terjatuh dengan sigap Devan Menangkap Airin dalam pelukannya.
Semua mata tertuju pada Devan dan Airin. mereka terkejut dengan keadaan Airin yang tiba tiba jatuh pingsan.
Dengan sigap Devan mengangkat Airin dan membawa nya keruangannya. Devan meminta Rendy untuk menghubungi dokter.
Ketika Devan melangkahkan kakinya menuju ruangannya Devan berpapasan Dengan Sera. Sera sangat terkejut melihat Devan yang menggendong Airin dan tak menghiraukan nya.
Sera penasaran dengan wanita yang digendong suami nya. namun iya tak berani menegur Devan karena banyak nya karyawan disana. dan menurutnya itu bukan waktu yang tepat.
"Sakit...Sakit Tuhan... rasanya sakit sekali melihat orang yang kita sayang menggendong wanita lain." gumam Sera dalam hatinya. tak terasa buliran air mata jatuh di pipi nya. Dengan sigap ia menghapusnya. takut jika ada yang melihatnya.
Sera mencoba menenangkan dirinya. dan bersahabat dengan situasi saat ini. seketika ia mendongak ketika ada yang memegang pundaknya.
"Nona, tenang saja. Tuan hanya membantu sekertaris klien nya yang tiba tiba pingsan." Bisik Rendi lirih pada telinga Sera.
Sera hanya mengangguk dan tersenyum sekilas.
"Kalau Nona ingin melihat, mari ikut saya. biarkan para pramusaji yang menyiapkan makanan nya. karena kasian kalau para klien yang lain tertunda makan siangnya." ucap Rendi lagi.
"Tidak Tuan, saya akan siapkan ini sendiri. anda tidak usah khawatir.". Sera berlalu ke ruang meeting.
Di ruang meeting, Sera segera menyajikan makan siang untuk para klien.
"Silahkan Tuan, dan Nona, Semoga kalian menikmati dan menyukai makanan yang kami siapkan." ucap Sera sopan pada klien Devan.
Mereka mulai menyantap berbagai jenis makanan yang telah dihidangkan.
"Wow... ini benar benar enak"
"hmmm... baru kali ini aku merasakan makanan selezat ini."
"Asli... enak banget ini."
banyak pujian yang mereka ucapakan.
__ADS_1
Sera tersenyum senang melihat kepuasan pada para klien Devan.
"Nona, makanan ini, sangat lezat. bisa saya bertanya sesuatu pada anda." Tanya Alex, salah satu Klien Devan.
"Iya, Tuan. apa makanan nya kurang berkenan di lidah anda. atau anda ingin menggantinya dengan makanan lain. kalau iya kami akan menyiapkan yang lain." Ucap Sera.
"oh... tidak... bukan begitu maksud ku."
"Kami disini sangat menyukai makanan ini. terutama saya. saya sangat suka dengan makanan ini. makanan ini benar benar luar biasa." ucap Alex
"Terima kasih Tuan. kami sangat senang jika kalian menyukai nya."
"Bisa kami tahu, dimana makanan ini dipesan. karena saya ingin memesan makanan seperti ini untuk jamuan makan pada pesta ulang tahun perusahaan ku nanti nya."tanya Alex.
"Makanan ini tidak dipesan dari luar, makanan ini dimasak di kantin perusahan kami." jawab Sera.
"Benarkah, Tuan Devan benar benar memperhatikan kenyamanan untuk karyawan nya. sampai menu untuk di kantin saja dia menyiapkan koki handal di kantin nya."
"Anda salah Tuan makanan ini tidak dimasak oleh seorang koki. perusahaan kami sengaja bekerja sama dengan sebuah ketering dan meminta juru masak yang terbaik dari tempat mereka." Kini giliran Rendi yang bicara ketika baru masuk ruang meeting dan mendengar pertanyaan Alex.
Alex yang mendengarnya begitu takjub, makanan dari sebuah tempat ketering tapi rasanya melebihi rasa makanan di hotel berbintang.
"Hemmm... benarkah. Boleh saya tahu Tuan, tempat ketering mana yang menyiapkan makanan seenak ini." Tanya Alex.
"Baiklah, nanti saya akan hubungi anda nona Sera." ucap Alex.
"Silahkan Tuan, kami akan sangat senang." ucap Sera.
Mereka kembali menikmati makan siang nya masing masing.
setelah selesai makan Siang. Alex bertanya pada Rendi keadaan sekertaris nya.
"Tuan, bagaimana keadaan sekertaris Airin.''
"Tadi kami sudah memanggil Dokter, mungkin dokter sudah datang sekarang dan sedang memeriksanya."jawab Rendi.
"Mari saya antar ke ruangan Tuan Devan guna melihat keadaan sekertaris anda."
Makan Siang Selesai. satu persatu klien Devan Meninggalkan ruang meeting. Dengan sigap Sera dan para pramusaji membereskan bekas makan siang para klien Devan.
*****
l
Diruang an Devan, Seorang dokter telah selesai memeriksa keadaan Airin.
__ADS_1
"Bagaimana dok, keadaannya." Tanya Devan pada sang Dokter.
"Dia hanya kelelahan. saya sudah memberikan suntikan vitamin. sebentar lagi dia akan sadar."
"Terimakasih dok."
"Saya permisi Tuan." pamit sang Dokter.
Setelah Kepergian dokter itu, Rendi dan Tuan Alex masuk untuk melihat Keadaan Airin.
"Bagaimana Tuan, keadaan Sekertaris Airin. maaf kan kami merepotkan anda. seharusnya ini adalah tanggung jawab saya." ucap Alex.
"kata dokter, dia hanya kelelahan. dan sebentar lagi sadar. Anda tidak perlu sungkan seperti itu tuan." ucap Devan.
"Tapi gara gara kejadian ini anda melewatkan makan siang anda."
"Tenang saja Tuan. sebentar lagi makan siang saya akan ada yang menyiapkan nya kemari." ucap Devan.
"ehg...." Airin mulai mengerjapkan matanya.
"Kamu sudah sadar." Tanya Devan pada Airin.
"hmmm... terimakasih telah menolongku."
"Kalau masih tak sehat kenapa harus bekerja." tanya Devan Pada Airin. seketika menimbulkan berbagai pertanyaan di benak Alex dan juga Rendi.
"*Ada hubungan apa diantara mereka berdua." batin Alex.
"Apa maksud Devan. apa sebelumnya dia tahu kalau Airin sedang sakit. kau hutang penjelasan pada ku Devan." batin Rendi*.
"maaf" tutur Airin.
"Hmmm." jawab Devan singkat.
"Maaf, aku merepotkan mu lagi. apa kau marah padaku." ucap Airin pada Devan.
Devan menggeleng dan berkata "Tidak, aku hanya sarankan jagalah kesehatanmu, aku tak mau kau sakit karena itu akan merepotkan" mendengar itu seketika Airin memeluk Devan. Devan hanya diam menerima pelukan Airin tanpa membalasnya.
"aku tahu Devan kau masih peduli pada ku, karena kau masih sayang padaku. dengan perhatian mu ini. aku yakin aku pasti mendapatkan mu kembali." batin Airin.
Alex dan Rendi terkejut dengan Apa yang mereka lihat. tapi tak ada yang berani bertanya atau bicara. mereka hanya menyaksikan saja. tanpa mereka sadari ada sepasang mata lain yang melihat adegan pelukan antara Airin dan Rendi.
Sera sangat terkejut seketika menjatuhkan makanan yang ia bawah kelantai.
"PRANKKK"
__ADS_1