
Matahari pagi telah menampakkan sinarnya. Devan mulai mengerjapkan matanya di lihatnya Sera masih tertidur pulas dalam pelukannya. Devan melirik ke arah jam dinding, dilihatnya jarum jam menunjukkan pukul 07.00. Devan perlahan membetulkan posisi Sera dan beranjak ke kamar mandi.
"Oh... shit, aku kesiangan." umpat nya dengan berlalu ke kamar mandi.
Karena tergesa gesa mengingat ada meeting pagi ini hanya butuh 15 menit untuk bersiap. Dilihatnya sang istri yang masih terlelap membuat Devan tak tega membangunkan nya, Devan menghampiri sang istri dan mengecup lembut kening sang istri kemudian bergegas untuk berangkat kerja.
" I love you sayang." ucap Devan setelah mendaratkan kecupan pada kening sang istri.
*****
Di sebuah ruangan terlihat Rendi yang merasa gusar karena Bos sekaligus sahabatnya belum sampai sedangkan meeting akan di mulai dalam waktu 10 menit lagi. Rendi terus mencoba menghubungi ponsel Devan tapi tak satu panggilan pun yang di jawab.
*Sial, kemana tu bocah, dari tadi di hubungi gak bisa bisa" gerutu Rendi. "sudahlah ku kirim pesan saja" lanjutnya.
To Devan:
"Bos, loe dimana, 10 menit lagi meeting di mulai. Sorry gue gak bisa handel kali ini karena investor minta loe ndiri yang mimpin."
Tak ada balasan sama sekali, membuat Rendi semakin kesal, akhirnya dia mulai mengirimkan banyak pesan.
**To Devan:
"Bos''
"Bos"
"Bos"
"Woy, Bos kampret loe. "
"Bales kek chat gue, kasih kabar woy**."
Begitu lah kira kira pesan Rendi.
****
Devan yang baru turun dari mobilnya, batu sadar bahwa telepon genggamnya tertinggal di mobil. Diputuskan nya untuk kembali mengambilnya.
Batu saja Handphone nya ia raih, dilihatnya begitu banyak notife panggilan dan chat dari Rendi. Akhirnya dia putuskan bergegas menuju ruangan nya.
__ADS_1
Krek
Suara pintu terbuka. Belum sempat melangkah kan kakinya ke dalam Devan sudah dihujani berbagai pertanyaan oleh Rendi.
"Woy, kampret lho, Sialan. Bos gak ada akhlak, udah tau mau ada meeting tapi loe malah datang telat, dari mana aja loe Bos Kampret loe, gak tau apa gue dari tadi nungguin loe disini, gue telpon bolak balik gak satu pun yang loe angkat, gue chat gak loe bales, jangankan bales, chat gue loe read aja kagak ." Cerocos Rendi, Devan hanya bisa mematung dan melongo di depan pintu.
"Ce ile, ada yang lagi kuatir nie sama gue." jawab Devan santai.
"Sialan loe, gue disini kelabakan mikirin loe yang gak ada kabar. dan gimana kalau sampai loe gak datang, bisa bisa investor gak mau investasi ke perusahaan kita." ucap Rendy dengan emosi.
"Sorry... sorry, gue emang salah, gak kasih kabar ke loe. gue tadi bangun kesiangan." jelas Devan.
"Udahlah jangan marah marah Mulu, masih pagi juga. cepet tua loe nanti." Ledek Devan. " mana berkas berkas yang buat meeting, udah loe siapin kan. kalau udah siap mending kita ke ruang meeting sekarang, loe gak mau telat kan." lanjut Devan.
"Ni udah gue siapin dari subuh," kata Rendi.
Mereka berdua pun pergi menuju ke ruang meeting.
*Di ruang meeting*
Devan dan Rendi terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya.
"*Kenapa disaat gue sudah memutuskan untuk melanjutkan hidup gue, dan mulai melupakan nya. kenapa justru dia muncul sekarang. Ah.... sudahlah gue harus fokus sama meeting ini, gue gak mau usaha gue, kerja keras gue memajukan perusahaan selama ini hancur cuma gara gara gue gak fokus. gue harus profesional." gumam Devan dalam hati.
"What, kenapa mesti dia harus balik lagi sih. Gue gak rela kalau dia hancurin hati Sahabat gue lagi. gue gak akan tinggal diam kalau loe sampai sakitin hati Devan lagi." Gumam Rendi dalam hati.
"Maaf Tuan saya terlambat, dari sedikit ada kendala di jalan"
Ucap Devan.
"Tidak masalah Tuan."ucap Tuan Alex
"Perkenalkan saya, Devan Nugroho pimpinan sekaligus pemilik Nugi Company. Dan ini asisten saya Rendi" Ucap Devan sembari mengulurkan tangan nya.
"Saya Alexander Lemos, pemilik AL GROUP, dan ini sekertaris saya Airin." sembari menjabat tangan Devan.
"Rendi " ucapnya memperkenalkan diri sembari menjabat tangan Alex. Kemudian menjabat tangan Airin
"Airin." jawab Airin sembari menjabat tangan Rendi. kemudian mengulurkan tangannya ke arah Devan. dibalas sekilas oleh Devan.
__ADS_1
"Mari silahkan duduk." ucap Devan. mereka pun akhirnya duduk dan memulai membahas tentang kerjasama mereka.
meeting berjalan lancar hingga hampir satu jam. mereka pun menyetujui kontrak kerjasama mereka. dirasa semua kesepakatan telah selesai. mereka mengakhiri meeting tersebut.
***Di Apartemen***
Disisi lain Sera mulai mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya yang sedikit menyilaukan matanya. Dilihatnya kesamping tak di temukan nya sang suami. Sera mulai bangun dari tempat tidurnya dan melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul 10.00.
"Astaghfirullah, kenapa aku bisa kesiangan seperti ini." dia putuskan untuk ke kamar mandi membersihkan diri.
Setelah selesai dengan segala ritual nya, Sera merasa lapar diputuskannya untuk memasak makanan. Sekitar 30 menit berkutat di dapur akhirnya sebuah masakan sederhana tersaji di hadapan nya. Segera ia menghabiskan makanan tersebut tak tersisa.
Karena merasakan badan nya yang kurang sehat Sera putuskan untuk kembali beristirahat sembari menunggu suaminya pulang kerja.
***Di kantor***
Devan termenung di kursi kebesarannya. Pikirannya kembali ke masa lalu di mana Dirinya harus menerima kenyataan bahwa gadis hang ia cintai memilih pergi meninggalkannya tanpa suatu alasan yang jelas.
~flasback on~
" Devan, maafin aku. aku benar benar harus pergi." ucap Airin
" kenapa, apa aku sebegitu tak pantas untuk mu hingga kau memilih pergi dari hidupku." ucap Devan.
"Bu...bukan seperti itu, aku yakin kau akan dapat wanita yang benar benar tulus mencintai kamu." ucap Airin.
"Apa selama ini kamu tak benar benar mencintai aku."
"Tidak, aku sangat mencintaimu. Makanya aku harus pergi ninggalin kamu. " ucap Airin dengan air mata yang tak bisa ia bendung lagi. "Maafkan aku, aku harus pergi sekarang." lanjutnya. dan langsung meninggalkan Devan di tempat.
"Kenapa Airin, apa karena aku tak pantas untukmu, Apa aku begitu tak berharga untukmu. Apa kau tak mencintai ku lagi." ucap Devan.
" Airin, jangan tinggalkan aku Airin. aku butuh kamu. Aku benar-benar sangat mencintaimu Airin. Airin jangan pergi." Rancau Devan sambil menatap punggung Airin yang telah pergi meninggalkan nya.
~flasback of~
Sejak saat itu Devan menjadi orang yang tertutup. Dia tak pernah memikirkan lagi soal wanita. Devan hanya fokus pada pekerjaan dan keluarganya.
" Kenapa Airin, kenapa kamu datang lagi mengusik hatiku. Disaat aku telah berhasil menata kembali kepingan hati yang telah kau hancurkan. Kenapa... kenapa..." gumam Devan yang sedikit frustasi.
__ADS_1