Seraphina

Seraphina
Epson 11


__ADS_3

" Bapak sama ibu tenang saja, untuk masalah biaya saya yang akan membiayai semua sampai ibu sembuh".ucap Devan.


"Maaf nak anda siapa" tanya ayah Sera.


"Perkenalkan, nama saya Devan, ini Devia adik saya dan itu Rendi sahabat saya."


"Saya ayah Seraphina." ucap yah Sera. " maaf nak, Saya tidak mau merepotkan anda lagian ini bukan tanggung jawab anda." lanjut ayah Sera.


"Ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai calon menantu anda." ucap Devan.


"Maksud nak Devan apa." ucap Ayah Sera yang masih bingung.


"Maaf kalau saya lancang dan mungkin perkataan saya ini tidak sepantasnya saya ucapkan dalam kondisi seperti ini." ucap Devan.


"Saya ingin melamar putri bapak dan ibu, untuk menjadikan dia istri saya." lanjut Devan.


"Nak Devan Serius dengan apa yang nak Devan katakan barusan." tanya Ayah Sera.


"Saya benar benar serius ingin menikahi putri bapak, walaupun saya baru mengenal Sera." tegas Devan.


" Maaf nak, bukan saya tidak percaya dengan anda, tapi apakah anak kami Sera pantas bersanding dengan nak Devan yang notabenenya terlihat dari keluarga yang berada, sedang kami hanya dari keluarga kampung yang tak memiliki apa apa!" ucap ayah Sera dengan ragu.


" Bapak tidak usah kuatir dengan itu, karena saya menerima Sera apa adanya. saya tidak pernah memandang seseorang hanya dari kondisi ekonomi nya," Tegas Devan meyakinkan orang tua Sera.


"Lalu bagaimana dengan orang tua nak Devan." tanya ibu Sera.


"Ibu tenang saja, orang tua saya sudah menyetujui nya." ucap Devan. " jadi sekarang saya tinggal meminta restu bapak dan ibu selaku orang tua Sera."


"Ibu dan Bapak hanya ingin yang terbaik untuk anak kami, kami hanya bisa mendoakan dan merestui pernikahan kalian." ucap ibu Devan. " Lalu kapan orang tua mu akan melamar putri kami secara langsung" tanya ibu Sera.


"Maaf, orang tua saya masih sangat sibuk dan tidak bisa langsung hadir untuk melamar putri ibu dan bapak. tapi kalian tidak usah khawatir karena mereka nanti akan hadir di pernikahan kami." ucap Devan.


"Lalu kapan kalian akan menikah." tanya ayah Devan.

__ADS_1


"InsyaAllah 2 minggu lagi setelah, ibu selesai dioperasi." jawab Devan.


" baiklah kami sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yng terbaik untuk anak anak kami". ucap ibu Sera.


"Nak Devan tolong jaga putri kami, sayangi dia, jangan pernah kecewakan atau menyakiti hatinya. saya percaya kamu orang yang bertanggung jawab " pesan Ayah Sera pada Devan.


Hari demi hari berganti. Operasi yang dilakukan ibu Sera sudah berhasil. dan keadaannya sekarang sudah lebih baik.


Seperti hari hari sebelumnya, Sera masih bekerja di kantin perusahaan Devan. Tidak ada satu karyawan yang tahu bahwa Devan dan Sera akan menikah. Karena permintaan dari Devan dan Sera sendiri yang tidak mau pernikahan mereka terekspos .


Persiapan pernikahan sudah hampir selesai. Hari ini rencananya Devan akan mengajak Sera untuk membeli cincin pernikahan dan melakukan fitting baju pengantin. Devan memerintahkan Rendi memanggil Sera keruang kerjanya.


"Maaf Tuan anda memanggil saya kemari?" tanya Sera ketika sudah masuk ke ruangan Devan.


"hmmmm... Nanti kamu tidak usah masak makan siang buat saya. Karena jam makan siang nanti kamu ikut saya ke toko perhiasan untuk membeli cincin dan ke butik untuk fitting baju pengantin." ucap Devan.


"Baik Tuan. saya permisi dulu ." ucap Sera


"Tunggu, nanti kamu tunggu saya di halte dekat sini saja. saya tidak mau karyawan yang lain mengetahui tantang hubungan kita."


Jam makan siang, sesuai perintah Devan, Sera bergegas menuju halte dekat perusahaan. Dia menunggu Devan menjemputnya. Tak lama menunggu sebuah mobil menghampiri Sera. Kaca mobil terbuka, terlihat Devan didalam dan memerintahkan Sera untuk masuk mobil.


Didalam mobil hanya ada keheningan. setelah setengah jam berkendara, Devan menghentikan mobilnya di sebuah Rumah makan. Devan mengajak Sera untuk makan siang bersama. Mereka turun dari mobil berjalan menuju rumah makan tersebut.


Devan segera memesan menu makan siang untuk mereka berdua. Setelah pesanan datang mereka segera menyantap makan siang mereka. seperti biasa tidak ada obrolan diantara mereka. hanya suara dentingan sendok dan garpu seakan berirama untuk memecah keheningan. Mereka menghabiskan makan siang mereka, dan melanjutkan perjalanan menuju butik dan sebuah toko perhiasan.


Sesampainya di toko perhiasan Devan meminta Sera memilih cincin yang dia inginkan. Sera terlihat ragu dalam memilih cincin pernikahan mereka. Setelah diyakinkan Devan, Sera akhirnya mau memilih cincin sederhana namun terlihat elegan dengan satu mata berlian kecil diatasnya. Selesai membayar mereka langsung menuju Butik untuk fitting baju pengantin.


Di sebuah butik, mereka disambut ramah oleh pemilik butik. Pemilik butik tersebut sudah tidak asing lagi dengan Devan. Karena keluarga Devan sering memesan baju dari butik tersebut.


"Selamat siang Tuan."sambut Pemilik Butik.


"Siang, Apa pesanan saya sudah disiapkan." tanya Devan.

__ADS_1


"Sudah Tuan, kami menyiapkan beberapa koleksi terbaru baju pengantin. Dan anda beserta Nona bisa langsung melihat dan memilih yang anda inginkan."


"Tunjukan semua pada calon istri ku ini." perintah Devan.


"Baik Tuan." jawab pemilik toko.


"Mari Nona, ikut dengan saya masuk ke ruang koleksi kami " jawab Devan.


Sera mengikuti pemilik butik. setelah mencoba 3 baju, akhirnya Sera memilih pakaian yang ke 3, karena merasa nyaman. Gaun berwana putih sang sangat cantik.


Sekarang tiba giliran Devan mencoba setelan tuxedo yang senada dengan gaun milik Sera.


Jam menunjukan pukul 5 sore, mereka selesai melakukan fitting baju dan segera kembali ke kediaman masing masing. Devan mengantar Sera terlebih dahulu.


Mobil yang Devan kemudikan sekarang telah berhenti di depan kos Sera. Sera hendak turun namun tangannya ditarik oleh Devan.


"Maaf Tuan, ada apa?" tanya Sera


"Bisa kita bicara sebentar". pinta Devan, Sera hanya mengangguk.


" maaf jika saya lancang atau saya kurang ajar dengan mengajak kamu menikah." ucap Devan.


"Tidak apa Tuan."


"Saya punya 1 permintaan sebelum kita benar benar menikah." kata Devan. "Bisakah kita mengawali hubungan ini seperti pertemanan, karena saya tidak mau keluarga kita mengetahui alasan kita menikah. jika kita masih seperti ini apa mereka tidak akan curiga." tutur Devan.


"Anda benar Tuan, mereka akan kecewa dengan kita. mungkin mereka akan berpikir kita tidak menghargai sebuah ikatan pernikahan." jawab Sera.


"Jadi kamu mau berteman dengan saya." tanya Devan.


"hmmmm"


"Saya tahu kita sama sama tak memiliki rasa itu, tapi dengan kita berteman dan memahami satu sama lain, tidak menutup kemungkinan kita akan saling menyayangi." tutur Devan.

__ADS_1


"Iya Tuan, kalau begitu saya permisi dulu masuk ke kos Tuan. kasihan adik saya menunggu saya dari tadi."


"hmmm... silakan, masuklah dan istirahat. besok kami tidak usah ke tempat kerja. persiapkan diri kamu untuk pernikahan kita."


__ADS_2