Seraphina

Seraphina
Epson 19


__ADS_3

"apa aku sedang bermimpi, Devan menghubungi ku. benarkah ini." merasa tak yakin ia mencubit keras pipi nya.


"Aww... sakit." gumamnya. " Ternyata ini nyata aku tak bermimpi. Aku yakin dia masih mencintaiku seperti dulu. aku pastikan akan membawa dia kembali kepadaku." ucap Airin masih dalam mode tersenyum senang.


*****


Di tempat katering.


Sera dan teman teman nya masih berkutat dengan pekerjaan yang begitu banyak. Ketika mereka sedang fokus Bu Broto menghampiri Sera.


"Sera, saya lihat pekerjaan kita masih banyak, saya takut kita tidak dapat menyelesaikan semuanya tepat waktu. jadi saya minta untuk kamu membantu kami sampai semua siap." Ucap Bu Broto.


"Baik bu, saya akan membantu disini." jawab Sera.


"Hmmm... sepertinya saya juga mebutuhkan tenaga kamu di acara nanti malam." ucap Bu Broto lagi.


"hmmm... kalau masalah itu saya belum bisa memastikannya, saya harus minta izin sama suami saya dulu." ucap Sera.


"Saya mohon Sera, bantu kami kali ini. karena ini acara yang sangat penting. jadi saya tidak mau adanya kesalahan. say percaya sama kamu. kamu bisa menghandel semua ini." Pinta bu Broto seraya dengan nada memohon pada Sera.


"Baik lah bu, saya usahakan. tapi saya tidak janji." jawab Sera


Mendengar Jawaban Sera, bu Broto meninggalkan tempat mereka bekerja. Sepeninggal Bu Broto Sera mulai menggabil telpon genggamnya untuk menghubungi Devan sekalian meminta izin bahwa akan pulang telat.


Dicari nya kontak Devan kemudian menelpon nya.


*Tut...Tut....tut...


Devan :


Halo, ada apa sayang. Tumben sekali kau menelpon ku. Apa kau merindukanku* ?


Sera :


Ih... apaan si Mas,


*Devan :


Ohw jadi kau tak merindukan suami mu ini*.


Sera:


eh...Ngggg....Itu.


*Devan :


itu...itu apa... kamu mau bicara apa, kalau bicara yang jelas dong sayang*.


Sera :


Tapi kamu janji tidak akan marah kan.


*Devan :


Iya, Mas mu ini tak akan sanggup marah pada istri tercinta nya*.


Sera :


Jadi, aku mau minta ijin kalau hari ini aku tidak ke kantor kamu, dan aku akan pulang sedikit larut karena pekerjaan ku disini masih banyak. dan aku harus menghandel katering pada acara nanti malam.


*Devan :


hmmm... baiklah aku ijinin kamu. tapi sekali ini saja. nanti jangan lupa kabari aku*.

__ADS_1


Sera :


Makasih mas, mas baik dech...


*Devan :


Tapi ada syaratnya*


Sera :


Syarat????


Devan :


Iya ada syaratnya, mau tidak? kalau tidak mau ya sudah gak aku ijinin.


Sera :


Hmmm... baiklah sayang. Apa syaratnya.


*Devan :


Kamu harus turutin 1 permintaanku. eits tapi aku akan minta diwaktu yang tepat. tidak Sekarang*.


Sera :


Baiklah Mas Devan ku tersayang.


*Devan :


kau harus janji*


Sera :


iya, Janji.


Kamu hati hati, jangan terlalu keras kerjanya. kalau capek istirahat, jangan lupa makan.


*Devan :


iya sayang, kamu juga.!


I LOVE YOU MY WIFE... Emuachhh*.


sambungan telpon pun terputus.


*****


Dilain tempat, terlihat jam sudah menunjukan pukul 06.00 sore. Seorang gadis tengah sibuk memilih gaun yang cocok iya kenakan untuk bertemu seseorang yang masih berharga baginya ( itu menurut sudut pandangnya ). Setelah berkutat dengan banyaknya gaun, pilihannya jatuh pada dress simple di atas lutut tanpa lengan.


Setelah memilih gaun yang cocok menurutnya, segera iya menuju ke depan meja rias nya. Dan mulailah dia memakai berbagai alat make up guna mempercantik dirinya.


"Huft"


"Cantik banget sih kamu Airin." Ucap Airin pada dirinya seraya memandang dirinya sendiri di depan cermin.


" Dengan kecantikan ku sekarang tak mungkin Devan akan menolak untuk kembali padaku." ucapnya lagi.


Dilihatnya pada jam tangan yang melingkar pada tangan kiri nya, ternyata sudah pukul 06.30 sore. Dia pun bergegas menuju kafe karena takut terlambat bertemu sang pujaan hati.


*****


Di kantor, Devan masih berkutat Dengan beberapa file. saking sibuknya dia lupa bahwa ada janji dengan Airin. sampai sebuah dering ponsel memecahkan konsentrasi nya. diliriknya ternyata telpon dari sang ibu. lalu diambilnya dan iya menekan tombol hijau.

__ADS_1


Devan : ya, Halo bu.


...ibu Devan : Devan sayang, ibu sangat merindukan mu. apa kau ada waktu? bisakah kau mengunjungi kami....


Devan : iya bu, nanti kalau Devan ada waktu, pasti akan


mengunjungi kalian di rumah.


Ibu Devan : Apa kau tak merindukan orang tua ini.


Devan : Devan juga merindukan ibu, bapak juga Via. tapi


Devan masih sibuk. masih banyak kerjaan.


Ibu Devan : Kau memang tak perduli lagi pada kami. orang tua


ini.


Devan : Baiklah nanti Devan usahakan datang ke rumah


setelah pekerjaan Devan selesai.


diputusnya sambungan telpon dari sang ibu. melihat jam yang tertera pada layar handphone miliknya. dia terkejut bahwa sekarang sudah jam 6.45 malam. Dia teringat bahwa dia harus bertemu dengan Airin pukul 07.00 malam.


Segera dia menghampiri Rendi di ruang kerjanya.


"Brak." suara pintu di terbuka dengan kasar karena ulah Devan.


"Woy, Anj*ng. mau bikin gue mati jantungan loe." sarkas Rendi yang emosi karena terkejut dengan ulah Devan.


"Sorry, gue gak maksud buat loe mati jantungan. tapi kalau itu terjadi ya Alhamdulillah." Kekeh Devan.


"Sialan loe, mau apa loe masuk gak permisi, gak ada sopan sopan nya, sekarang malah nyumpahin gue." Bentak Rendi


"loe berani bentak gue, ini kan kantor gue suka suka gue." ucap Devan santai. " Lagian gue bos.." ucap Devan tapi terpotong oleh suara Rendi.


"Bos yang gak punya etika, dan loe juga bos ter laknat yang pernah ada."


" ohw, berani sekarang ngatain Bos, mau loe punya gaji gue potong." kata Devan.


" eh.... eh.... jangan dong, kamu kan Bos Devan yang tampan, baik hati, tidak sombong, suka menabung, rajin mengaji, dapat istri Sholehah." ucap Rendi seraya mendekat ke arah Devan yang duduk di sofa sedari tadi, dengan gaya tangan dikatupkan dan memelas.


"hmmm."


"Ayolah Bos, jangan potong gaji. gue berlutut ni." Rendi sudah pada posisi berlutut."Janji dech gak ngatain loe lagi. apapun yang loe mau gue turutin dech." kata Rendi. dengan gaya memelas nya.


"Ya." jawab Devan singkat. mendengar kata yang terucap dari Devan, Rendi langsung memeluk Devan.


"Loe emang sahabat terbaik."


"Udah lepasin gue, sesek nih." ucap Devan dan Rendi pun melepaskan pelukannya.


"iya maaf" kata Rendi.


"Eh ini kan udah jam 7 loe kan asa janji sama Airin." ucap Rendi.


"Eh, iya... gara gara loe drama kan gue jafi lupa tujuan gur kemari." ucap Devan.


"Lha kok gue, loe aja tuh yang pelupa." Rendi berdecak.


"Yok... temenin gue ke kafe, males gue nemuin dia sendirian." ajak Devan dan berjalan keluar ruangan Rendi.


"Ya elah, gitu aja minta temenin."

__ADS_1


" Mau gue potong gaji loe." seraya menoleh ke arah Rendi.


"Oke, gue temenin. tapi traktir gue makan." dan diangguki oleh Devan.


__ADS_2