Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 37


__ADS_3

"Kak, pelan-pelan saja. Aku belum menikah! aku tidak mau mati muda" Teriak Mia saat Mila mengebut di jalanan yang cukup ramai.


"Kak, ini tidak baik untuk kesehatan jantung ku"


"Kak tunggu, lihatlah di mobil itu"


Mia terus berteriak, namun Mila tak menggubris teriakan adiknya. Kini pikirannya hanya tertuju pada Kenzo saja, ia sangat begitu cemas dan khawatir karena Mila melihat sendiri beberapa pria dewasa yang membawanya, walaupun tidak terlihat begitu jelas namun Mila yakin ada sesuatu yang terjadi pada tuan kecilnya.


"Ini semua karena kecerobohan ku, bagaimana aku menjelaskan pada tuan muda nanti. Dia pasti akan sangat murka padaku karena aku terlalu ceroboh membiarkan putranya sendirian tanpa pengawasan ku."


Mila terus menyalahkan dirinya sendiri sampai akhirnya ia sampai tepat di halaman sekolah Kenzo, dimana kejadian itu terjadi.


Mia langsung turun dari motornya dan duduk lesehan di pinggir jalan. "Ya ampun kak, kaki ku terasa lemas sekali. Sebenarnya apa yang sudah terjadi coba ceritakan padaku" Mia terus bertanya kepada kakaknnya Namun yang di tanya tidak menjawab ia terus mencari keberadaan kenzo.


"Kak!" Pekik Mia. ia merasa sangat bosan karena terus di acuhkan begitu saja oleh kakaknya.


"Diamlah Mia, aku harus mencari Kenzo terlebih dahulu jika sampai terjadi sesuatu pada nya tuan muda pasti akan sangat marah besar." Ucap Mila sambil memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.


"Kenzo ya, tadi aku melihatnya sekilas di mobil yang berpapasan dengan kita di perempatan jalan tadi''


"Dek, jangan bercanda! itu tidak lucu" Ucap Mila memperingatkan adiknya.


"Tapi aku tidak bercanda kak, aku serius!"


"Lalu kenapa kau tidak mengatakan nya padaku'' Bentak Mila yang merasa sedikit kesal pada adiknya.


"Tapi tadi aku sudah akan menjelaskan nya, tapi kau tidak mau mendengarkan aku sama sekali. Dan mengendarai motor seperti membawa pesawat saja"


"Hey, kak wajahmu sangat terlihat pucat sekali. Apa kau baik-baik saja?'' Seru mia saat melihat wajah kakaknya yang nampak tidak baik-baik saja.


"Jangan pedulikan aku, sekarang tunjukan di mobil mana kau melihat Kenzo tadi?''


"Kak kau sedang tidak sehat sebaiknya kita pergi ke klinik saja. Setelah itu barulah kau cari Kenzo mu itu'' Ajak Mia pada sang kakak, namun dengan sangat tegas Mila menolaknya dan tetap kukuh dengan pendiriannya untuk mencari keberadaan Kenzo saat ini juga.

__ADS_1


Mia menghela nafasnya, ia sangat tahu sifat kakaknya memang sangat keras kepala. ''Terserah kau saja kak tapi bagaimana jika terjadi sesuatu padamu nanti?''


"Jangan hiraukan aku, ayo sekarang kita cari Kenzo'' Mila langsung berusaha untuk berdiri menahan rasa sakit di perutnya. Dan tak hanya itu kini kepalanya pun terasa berputar namun ia tak mengatakan nya pada sang adik karena takut bila Mia membatalkan pencariannya.


"Kalau begitu biarkan aku yang bawa motornya." Mia langsung mengendarai motornya dan berusaha untuk mencari mobil yang membawa Kenzo.


"Kak sebaiknya kau telepon saja ayah dari bocah itu" Ucap Mia memberikan saran pada sang kakak.


"Tidak, jangan sekarang" Tolak Mila dengan cepat.


"Kenapa?"


"Aku belum siap menerima semua omelannya saat ini'' Jawab Mila sekenanya, Mila terus memindai seluruh mobil yang mereka lewati dengan seksama sambil terus menahan rasa sakit di perutnya yang kian menjadi.


"*S*ebenarnya apa yang sedang terjadi padaku kenapa perut ku sangat sakit sekali. Dan dimana Kenzo saat ini siapa yang sudah membawanya pergi, aku harap semoga dia baik-baik saja"


"Mia cepatlah sedikit, dimana kau melihat Kenzo tadi.'' Tanya mila dengan menahan rasa sakit yang kian menjadi.


Namun bukan menjawab pertanyaan kakaknya, Mia balik bertanya keadaan sang kakak. Karena mia tahu betul bahwa saat ini Mila tengah menahan rasa sakit itu terlihat jelas dari nada bicaranya, dan ia melihat wajah sang kakak yang begitu pucat melalui kaca spion motornya. "Kak, sebaiknya kita ke klinik terlebih dahulu okey. Saat ini kau sedang tidak baik-baik saja kak,;kita masih bisa mencari Kenzo nanti setelah kau di obati."


"Kak apa yang terjadi? Kak bangunlah" Mia terus menepuk-nepuk pipi kakaknya. Berusaha untuk membangunkannya.


"Ya ampun sekarang aku harus apa mencari mobil yang membawa Kenzo atau membawa kakak ke klinik, jika aku mencari Kenzo bagaimana dengan kakak? dan jika aku membawa kakak ke klinik, apa yang harus aku katakan saat ia tersadar nanti" Mia berada di ambang dilema yang memberatkan pilihannya.


*


*


"Jangan lakukan apapun terlebih dahulu, kau ikuti saja dulu kemana mereka akan membawa putraku pergi. Dan kirimkan lokasinya padaku aku akan datang secepatnya.'' Ucap seorang pria dengan wajah yang sangat begitu mengerikan, ia tampak seperti hewan buas yang siap memakan mangsanya kapan saja.


"Berani sekali mereka menyentuh putraku" Geram Ravin yang langsung melempar ponselnya begitu saja.


Ya! dia sudah mengetahui bahwa kini putranya di bawa oleh seseorang, karena ia tidak bodoh membiarkan putra semata wayangnya itu keluar dari rumah tanpa pengawalan yang ketat.

__ADS_1


Selama ini Ravin sudah mengetahui bahwa ada beberapa orang yang mengincar putranya, namun ia hanya diam saja menunggu waktu yang tepat. Agar dia mengetahui siapa yang mencoba bermain-main dengan nya.


Tak hanya Kenzo yang mendapatkan pengawal rahasia, namun Ravin juga menempatkan beberapa orang untuk menjaga Mila karena salah paham mengira Mila sedang mengandung anaknya, membuat Ravin memperlakukan hal yang sama seperti pada putranya Kenzo.


"Juna, ayo ikut aku" Ucap Ravin mengajak asisten pribadinya berjalan keluar dari ruang kerjanya dan menuju lokasi yang dikirimkan oleh anak buahnya.


''Baik tuan'' Juna pun mulai mengikuti langkah tuanya. Ia masih berpikir siapa orang yang berani mengisik ketenangan keluarga Adyaksa.


"Siapa sebenarnya yang sedang main-main dengan tuan muda, apa dia sungguh tidak tahu atau memang sudah tidak waras sekarang tuan muda sangat marah besar. Sungguh orang itu sangat bodoh dia seperti menjemput malaikat maut dan menggali kuburan nya sendiri"


*


*


"Mommy... Mommy" Teriak Kenzo ketakutan saat para preman itu membawanya ke sebuah gudang terbengkalai.


"Diamlah anak kecil kau sangat berisik sekali'' Teriak salah satu peman pada Kenzo.


''Menyusahkan saja''


"Sudahlah dia itu hanya anak kecil biarkan saja dia terus berteriak sesuka hatinya"


"Tapi itu sangat menggangguku"


"Mommy, aku hanya ingin mommy'' Kenzo terus berteriak tanpa henti, membuat salah satu dari preman itu sangat begitu kesal dan memukulnya sampai pingsan.


"Hey apa yang kau lakukan? bos bisa marah nanti" Ucap temannya.


"Biarkan saja aku tidak perduli "


"Siapa yang sudah berani membuatnya menjadi seperti itu" Teriak seseorang yang berada di hadapan para preman itu, membuat para preman langsung menatap ke arah sumber suara.


"Berani sekali kalian"

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2