
Mila semakin mengeratkan pelukannya di leher Ravin dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Ravin, karena ia sangat malu menjadi bahan tontonan mereka yang ada disana.
''Ini sangat memalukan,'' gumam mila dalam hatinya. Sedangkan Ravin mengangkat sudut bibirnya melihat kelakuan istrinya yang begitu lucu menurutnya.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil bersama dengan Juna yang mengemudikan mobilnya. ''Aku harap mataku tidak sakit karena melihat kemesraan mereka berdua." Gumam Juna.
"Tunggu dimana Mia, bukankah dia juga ada disini?'' Tanya Mila saat mengingat kembali keberadaan adik satu satunya, dan langsung membuat Juna menghentikan laju mobilnya.
"Kau tenang saja adikmu aman, dia ada di mobil belakang bersama dengan Erik dan teman temannya.'' Sahut Ravin menenangkan hati Mila yang sedang sangat begitu mencemaskan adiknya.
"Tapi bagaimana jika Mia..''
"Semuanya baik-baik saja kau tenanglah. Juna cepat jalan"
"Baik tuan muda." Sahut Juna yang langsung mematuhi perintah Ravin. Kini Mila hanya pasrah saja karena ia sangat percaya pada perkataan Ravin padanya.
*
*
Di mansion utama. Para pelayan dan para pengawal masih sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing untuk mempersiapkan menyambutan pengantin baru, dan persiapan resepsi pernikahan kedua tuan muda Ravindra Adyaksa.
Hanya dengan tiga jam saja mansion mewah itu kini sudah di sulap menjadi seperti istana kerajaan sungguhan layaknya di negri dongeng, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa sangat kagum dengan keindahan dan kemewahannya.
"Pak Lim bagaimana apa semuanya sudah selesai?'' Tanya nyonya Renata yang sudah bersiap dengan baju mewah yang di kenakannya saat ini, untuk menyambut kedatangan putra dan menantu barunya.
"Semuanya sudah selesai nyonya, kita hanya perlu menunggu kedatangan tuan muda dan nona muda saja'' Ucap pak Lim menjelaskan.
"Bagus. Mereka akan segera datang jadi kau juga bersiaplah, aku akan menemui Kenzo terlebih dahulu.''
''Baik Nyonya'' Sahut pak Lim yang sedikit menundukan kepalanya.
Nyonya Renata pun langsung pergi menuju kamar cucu kesayangan nya, meninggalkan pak Lim yang masih berdiri di sana.
"Kenz apa kau sudah siap'' Tanya nyonya saat membuka pintu kamar cucunya.
"Sebentar lagi grandma." Sahut Kenzo yang masih sibuk dengan alat tulisnya.
"Kau sedang membuat apa sayang?'' Tanya Nyonya Renata pun menghampiri cucunya yang sedang sibuk dengan alat alat melukis yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Aku sedang membuat hadiah untuk mommy."
"Hanya untuk mommy saja? lalu bagaimana dengan daddy mu apa kau tidak memberikan dia hadiah juga."
"Hadiah untuk daddy adalah mommy." Ucap Kenzo singkat, membuat nyonya Renata sangat tercengang dengan jawaban yang di lontarkan Kenzo padanya.
"Apa maksudmu grandma tidak mengerti''
"Grandma aku sudah membagi mommy untuk daddy juga, apa itu saja tidak cukup? daddy sangat beruntung seperti aku karena memiliki mommy dia wanita yang cantik hebat dan tidak mudah mengeluh." Ucap Kenzo dengan polosnya.
"Ahhh .. Kau sangat pintar sekali, sekarang kau bersiap dulu ayo sebentar lagi daddy ku akan datang membawa mommy baru mu.'' Ajak nyonya Renata pada cucu kesayangan nya dengan.
"Baik grandma," Kenzo pun langsung menuruti perintah nyonya Renata untuk segera bersiap.
"Aku harap Mila benar benar menerima dan menyayangi Kenzo dengan tulus, karena aku melihat betapa besarny cinta Kenzo untuk Mila. Bukan aku tak percaya pada Mila tapi aku hanya tudak ingin melihat Kenzo bersedih.
"Grandma apa yang sedang grandma pikirkan?'' Tanya Kenzo dengan raut wajah penasaran nya.
" Tidak ada sayang grandma hanya sedang menunggumu saja, apakah kau sudah selesai . Mungkin saja daddy dan mommy mu sudah kembali sekarang.''
"Tidak mommy belum kembali'' Jawab kenzo dengan cepat sambil memakai dasi kupu kupu yang membuat penampilan nya semakin keren.
" Tentu saja yakin karena mommy belum menemui aku, jika dia sudah datang maka orang yang pertama mommy cari adalah aku.'' Ucap Kenzo dengan bangganya.
"Kenzo, Kenzo'' Teriak suara seseorang yang sangat Kenzo hapal betul dengan suaranya, dengan senyuman penuh kemenangan Kenzo menatap ke arah nyonya Renata.
"Apa grandma dengar. Mommy sudah datang'' Ucap Kenzo yang langsung berlari menghampiri Mila.
"Grandma dengar itu kan?''
"Mommy aku disini'' Teriak Kenzo penuh semangat, berlari menghampiri sumber suara itu berasal. Sedangkan nyonya Renata masih sangat tak percaya dengan apa yang dilihat dan di dengar nya saat ini.
''Mereka punya ikatan batin yang sangat kuat sama seperti ibu dan anak sungguhan, sekarang aku yakin dan percaya pada ketulusan Mila untuk menjaga cucu kesayanganku''
Kini Kenzo sedang berada di hadapan Mila, ia menatap ke arah Mila dengan penuh kekaguman. "Woww mommy kau sangat cantik dan keren sekali."
"Jangan menatap istriku seperti itu'' Sahut Ravin yang langsung merangkul erat pinggang Mila dengan sangat erat, membuat Kenzo menatap tak suka pada Ravin.
Kini mila merasa tak enak hati melihat perubahan raut wajah Kenzo yang terlihat begitu kesal, ia pun langsung melepaskan tangan Ravin yang melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
''Sayang kau tampan sekali hari ini'' Mila berjongkok mensejajarkan tubuhnya di hadapan Kenzo.
"Kenapa, apa kau marah padaku?'' Tanya Mila saat melihat putra sambungnya hanya diam saja dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kau sangat cantik mana mungkin aku marah padamu, terimakasih mommy kau sudah menerima daddy ku yang sangat menyebalkan itu'' Ucap Kenzo yang sedikit berbisik pada Mila. Namun masih bisa didengar jelas oleh Ravin dan nyonya Renata.
Ravin menghela nafasnya secara kasar sedangkan nyonya Renata hanya terkekeh geli melihat perubahan raut wajah putranya.
"Dengar sepertinya kau akan memiliki saingan kecil yanh tak akan membiarkan kalian hanya berduaan saja''
"Tidak masalah aku akan membawa Lala pergi jauh darinya.'' Ucap Ravin dengan entengnya.
"Lala! apakah dia gadis yang pernah kau cari itu?''
''Iya Mila adalah Lala ku yang hilang mom, aku sudah menemukannya berkat putraku'' Ravin menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan melihat putranya yang terus menempel pada Mila.
"Andaikan saja aku menemukannya lebih awal mom"
Nyonya Renata tersenyum sambil menepuk pundak putranya. ''Dia sudah ada bersamamu sekarang artinya kalian masih berjodoh, walau kalian di persatukan setelah melewati beberapa ujian hidup yang pernah kalian jalani masing-masing.''
''Mommy benar'' Ravin pun berjalan menghampiri putra dan istri barunya dengan senyuman yang menghiasi wajah tampannya.
"Ayo kita bersiap siap terlebih dahulu untuk menyambut para tamu undangan mommy'' Ajak Ravin pada istrinya.
"Ayo'' Ajak Mila sambil menuntun Kenzo untuk keluar dari ruangan itu.
"Sayang kenapa harus mengajaknya.'' Protes Ravin yang langsung menghentikan langkah Mila dan Kenzo.
''Kenapa? apa salahnya, aku sudah siap.''
''Tidak. Aku tidak ingin kau memakai gaun yang di berikan pria itu''
"Tapi ini...'' Ucapan Mila pun terhenti saat Ravin menggendong nya ala bridal style di hadapan Kenzo dan nyonya Renata.
"Apa yang sedang kau lakukan tuan disini ada nyonya Renata dan putramu.'' bisik Mila di samping telinga Ravin, dan detik berikutnya Mila tertawa saat Ravin menggekitik perutnya.
''Tuan apa yang sedang kau lakukan'' Mila terus memberontak agar ravin menghentikan aksinya. Namun karena kekurangan keseimbangan membuat mereka terjatuh di atas ranjang milik Kenzo dengan posisi yang begitu intim.
Nyonya Renata yang melihat kelakukan pengantin baru itu pun langsung menutup mata Kenzo dan mengajak cucunya keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Bersambung