Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 54


__ADS_3

Setelah berdebat dengan hatinya sendiri Ravin mutuskan untuk pulang ke mansion karena hari sudah semakin larut, dan tak ada lagi pekerjaan yang harus ia kerjakan saat ini.


''Juna menurut mu apakah jatuh cinta di usia dewasa itu wajar?" Tanya Ravin pada asisten pribadinya, Juna yang sedang pokus menyetir pun langsung berhenti mendadak saat mendengar pertanyaan yang tak biasa dari big bosnya.


"Juna apa kau sudah gila" Bentak Ravin pada asisten pribadinya.


"Maaf tuan saya tidak sengaja, tadi saya melihat ada hewan yang sedang menyebrang'' Ucap Juna beralasan dan kembali mengemudikan mobilnya membelah jalanan yang cukup sepi. Rasa ngantuk yang di rasakan Juna kini hilang begitu saja saat mendengar pertanyaan big bosnya.


"Jatuh cinta tak mengenal usia tuan, cinta bisa datang kapan saja dimana saja dan cinta sejati tak memandang pisik dan materi''


"Hmmm...'' Ravin hanya menjawab ucapan Juna hanya dengan deheman saja.


"Tuan apakah anda mulai menyukai seseorang?'' Tanya Juna sedikit menggoda big bosnya.


''Tidak, bukan aku'' Jawab ravin menyangkalnya. Sedangkan Juna kini milai tersenyum penuh arti untuk bermain-main dengan Ravin.


"*S*epertinya ada yang mulai membuka hati tapi gengsinya melebihi anak muda saja, ini adalah waktu yang tempat untuk beraksi''


"Penyesalan terbesar adalah tak menyadari keberadaan nya tuan, contohnya suami nona Mila. Maksudku mantan suami nona mila yang kini berusaha keras untuk kembali mendapatkan hatinya'' Juna menjeda ucapan nya untuk melihat reaksi big bosnya saat ini dari kaca spion, dan benar saja perkataan Juna yang baru saja ia katakan menimbulkan reaksi yang tak biasa.


"Sejak kapan, kenapa kau tak mengatakan hal ini padaku?" Tanya Ravin dengan menahan kekesalan dalam hatinya.


"Beberapa hari yang lalu tuan'' Jawab Juna singkat. ''*S*emoga kebohonganku tidak menjadi masalah nanti nya" Gumam Juna dalam hatinya.


"Lalu apa? maksudku Mila menjawab apa?"


"Entahlah tuan, tapi sepertinya nona Mila sedang memikirkan tentang hal ini karena tak hanya mantan suaminya yang datang menemui nona Mila, tapi mantan ibu mertuanya juga datang untuk membujuknya agar kembali pada putranya setelah menyadari betapa berharganya nona Mila di hidup mereka dan_''


''Tidak bisa! itu tidak boleh terjadi apapun alasanya, dia tidak boleh kembali pada keluarga itu'' ucao Ravin memotong perkataan Juna. Kini Juna pun tersenyum penuh kemenangan Karena misinya berhasil dan tidak sia-sia ia mencampurkan kebohongan di atas kebenaran. Karena akhirnya ia tahu bahwa big bosnya kini mulai membuka hatinya kembali.

__ADS_1


''Lalu saya harus melakukan apa tuan, bagaimana jika Nona Mila masih mencintai mantan suaminya, karena mereka tidak menjalani hubungan ini hanya sebentar saja. Mereka menjalani hubungannya sejak bangku SMA sampai sebelas tahun pernikahan mereka, bayangkan betapa panjangnya perjalanan cinta mereka" Juna terus mengompori big bosnyamendorong Ravin agar secepatnya mengatakan perasaannya pada Mila sebelum ia menyesal di kemudian hari.


Namun hal tak terduga pun terjadi apa yang ada di otak Juna kini seakan sia-sia saja, saat Ravin menjawab pertanyaan Juna seakan ia tak perduli sama sekali dengan kehidupan Mila.


"Kau benar Juna tak mudah bagi seseorang untuk melupakan cinta pertamanya. Sampai saat ini aku juga tak tahu dimana keberadaan nya tapi aku tetap tak bisa menghapusnya dari ingataku walau ada Anggun yang sangat aku cintai'' Ucap Ravin yang kini mengenang bayangan masalalu nya dengan seorang gadis kecil berambut panjang, yang menolong nya dari kejaran anjing liar.


Flashback.


Ravin kecil berusia sepuluh tahun terus berlari tanpa henti saat ia di kejar oleh seekor anjing liar yang sedang kelaparan. "Siapapun tolong aku" Teriak ravin dengan penuh ketakutan. Rasa lelah karena terus berlari membuat Ravin jatuh tersungkur dan hampir di gigit anjing liar, Ravin pun dengan pasrah menutup matanya karena ia sudah tak memiliki banyak tenanga lagi untuk terus berlari dari kejaran anjing liar itu.


Namun setelah beberapa menit berlalu ia tak merasakan apapun dalam dirinya, ''Apakah sekarang aku sudah mati'' Ucap Ravin lirih.


''Anjing itu sudah pergi, jadi buka matamu dan jangan takut." Ucap seorang anak perempuan berambut panjang dengan senyuman manisnya.


"Kamu siapa''


"Namaku_'' Ravin kembali mengingat pesan sang daddy yang melarang menyebut nama aslinya sembarangan apalagi di depan umum. Karena itu sangat berbahaya bagi dirinya.


"Kenapa kakak diam, mari kita berteman!'' uceap gadis kecil sambil mengulurkan tangannya pada Ravin. Dengan sedikit gugup Ravin pun menjabat uluran tangan Lala.


''Teman'' Sahut Ravin dengan wajah penuh semangat.


Setelah hari itu Ravin dan gadis kecil bernama Lala sering bertemu, Ravin sangat menyukai karakter Lala yang sangat polos, lucu dan ceria.


''Kak kita sudah lama berteman tapi sampai saat ini aku tidak tahu siapa namamu" Keluh Lala yang sedikit memanyunkan bibirnya, dengan gemas Ravin pun mencubit pipi gembul Lala.


"Sakit kak'' Rengek Lala dengan manjanya.


''Baiklah tapi jangan beri tahu siapapun ya" Ucapan Ravin pun langsung di angguki Lala. "Namaku adalah Ra_''

__ADS_1


" Tuan muda, ayo kita kembali sekarang ada kabar buruk!'' Ucap Pak Lim yang berlari menghampiri ravin, dan membawanya pergi begitu saja meninggalkan Rara yang menatap nya dengan wajah bingung.


"Kak kau belum menyelesaikan ucapan mu'' Teriak Lala yang berlari mengejar Ravin hingga terjatuh.


Flashback End


"Tuan apa anda baik-baik saja?" Tanya juna yang menyadarkan Ravin dari lamunannya.


"Lala!''


"Lala siapa?'' Tanya Juna dengan wajah bingung nya.


Ravin mengusap wajahnya dan keluar dari mobilnya ia tak menyadari bahwa kini ia sudah sampai di halaman mansion nya, sedangkan Juna masih bertanya-tanya siapa Lala''


*


*


Setelah mandi kini tubuhnya terasa lebih segar. Ravin pun merebahkan tubuhnya di ranjang king size miliknya dan bersiap untuk tidur. Sudah berbagai macam cara ia berusaha untuk memejamkan matanya namun bayangan percakapan dirinya dengan Juna pun mulai terngiang-ngiang di telinga nya membuat Ravin tak bisa tertidur malam ini.


"Apa ini, kenapa perkataan juna tadi sangat mengganggu ku'' Kesal Ravin yang langsung turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah balkon kamarnya.


"Apakah aku harus jatuh cinta untuk yang ke tiga kalinya di usiaku sekarang? Ahhh itu tidak mungkin'' Ravin mengacak rambutnya frustasi. bayangan masa lalu nya bersama dengan Lala dan Anggun pun kini bermunculan di pikirkan nya dan kini di gantikan dengan bayangan miela yang sedang tertidur pulas dan memeluknya bagaikan bantal guling.


"Akhhh... Kenapa janda muda itu selalu saja muncul di otakku!" Ravin merasa sangat dilema dengan hati dan pikirannya yang sudah tak sejalan.


**T**erkadang hati lebih memahami apa yang ada di pikirkanmu hanya saja kamu tak menyadari nya. Ikuti kata hati untuk berjalan perlahan dan pikirkan konsekuensinya maka kamu akan mengerti apa yang dirimu butuhkan saat ini.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2