
"Biarkan aku bertemu dengan Mila, kenapa kalian melarangku'' Hendra memberontak saat para pengawal mansion utama tak mengijinkan nya untuk masuk menemui Mila dengan alasan bahwa Mila tidak berada di sana. Karena memang benar adanya bahwa Mila tak ada di mansion utama saat ini.
"Sebaiknya kau pergi sebelum kami berbuat kasar padamu'' Ucap salah satu di antara mereka memperingatkan Hendra. Namun Hendra bersikukuh untuk bertemu dengan Mila saat ini juga.
Ia ingin meminta penjelasan pada mantan istrinya itu mengapa dia dengan tega menyembunyikan hal yang begitu besar dari nya. dengan perasaan bersalah yang teramat dalam hendra ingin sekali memeluk mantan istrinya itu, dan meminta maaf atas segala kekhilafan yang telah ia perbuat.
Hendra akan menerima apapun yang Mila katakan asal mendapatkan maaf dari mantan istrinya itu agar mengurangi beban berat dalam hatinya.
"Ada apa ini dan siapa kau'' Pak Lim datang menghampiri para pengawal yang sedang menghakimi Hendra saat ini, Karena telah mengganggu ketentraman mansion utama.
"Aku hanya ingin bertemu dengan istriku'' Ucap Hendra lirih. Pak Lim yang mendengar ucapan Hendra pun tersenyum sinis menatap ke arah pria yang sudah babak belur itu.
"Istri. Oh mungkin maksud andavistri yang sudah anda ceraikan tuan Hendra'' kata-kata yang di lontarkan pria paruh baya itu bagaikan anak panah yang melesat tepat sasaran dan menusuk jantung Hendra.
Kini Hendra pun terduduk lemah di tanah. Ia sudah sangat menyesali perbuatannya pada wanita yang sudah sebelas tahun setia mendampinginya, menjadi istrinya dan tak pernah mengeluh walau dalam keadaan apapun.
"Kau benar pria tua, aku adalah pria bodoh adikku juga benar aku bodoh karena sudah salah memilih antara berlian asli dan batu krilil, aku bodoh'' Hendra merasa terpukul dengan kenyataan ini dia berpikir. Andai waktu bisa terulang lagi maka ia hanya ingin bersama dengan Mila saja, dan mungkin jika kejadian hari itu tak terjadi maka saat ini ia sudah bahagia menggendong anak yang dilahirkan oleh mantan istrinya itu.
''Penyesalan memang berada di akhir cerita, maka dari itu berpikirlah dahulu sebelum kau memutuskan sesuatu. Sekarang kau pergilah Karena nona Mila tidak ada di mansion utama." Pak Lim sedikit memberikan ultimatum untuk Hendra, agar ia bisa belajar dari kesalahan yang pernah ia buat saat ini sebelum ia menyuruhnya untuk pergi meninggalkan mansion utama.
"Aku akan tetap menunggunya disini sampai dia kembali, aku berjanji tidak akan membuat keributan apapun di tempat ini. Setelah aku meminta maaf pada Mila aku akan pergi dan tidak akan mengganggu nya lagi.'' Itu lah janji Hendra pada pak Lim, dan Karena sudah berjanji pak Lim pun memerintahkan para pengawal itu untuk melepaskan Hendra,
"Untuk apa kau datang kemari?'' Tanya Juna yang sedang berlari menghampiri kakak dari kekasihnya. Sedangkan Hendra tak menjawab pertanyaan pria yang kini berdiri di hadapan nya, Hendra hanya menatap sekilas pada Juna.
__ADS_1
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu" Ucap Juna lagi. Karena sejak tadi Hendra mengacuhkan keberadaan nya di sana dan tak perduli dengan apa yang sedang Juna katakan padanya.
"Hendra Wirawan aku sedang berbicara dengan mu jadi ikutlah dengan ku Karena ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu mengenai Mila''
"Bicara saja tapi aku akan tetap disini dan tak akan pergi kemana pun sebelum aku bertemu dengan nya'' Ujar Hendra yang bersikukuh dengan pendiriannya.
"Baiklah kalau itu mau mu. Hendra kau tidak bisa mengatakan tenang kehamilan itu pada Mila''
"Kenapa, aku berhak menanyakan hal ini pada Mila karena aku.''
''Tidak Hendra" Juna mulai memotong perkataan yang di lontarkan Hendra yang mulai protes padanya.
"Kau tidak bisa mengatakan hal itu Karena. Karena Mila tidak tahu soal kehamilannya sendiri''
Dengan kasar Juna menghempaskan tangan Hendra yang mencengkram kerah baju nya. ''Kau tidak pernah tahu bagaimana menderitanya Mila saat itu, dia sangat frustasi dan begitu putus asa hingga adiknya terpaksa merahasiakan hal ini dari nya. Karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada kakaknya Karena itulah mila tak tahu bahwa dia pernah mengandung, lagi pula bagaimana adiknya menjelaskan hal seperti ini pada kakaknya. apakah dia harus mengatakan bahwa ia hamil lalu keguguran dan janinnya tiada di bunuh oleh suaminya sendiri.'' Juna menjelaskan panjang lebar menbuat Hendra semakin lemah saat mendengar ucapan junea yang terasa begitu menyayat hatinya.
Kini hendra hanya menatap langit yang terlihat mendung, dan tanpa di sadari oleh mereka sejak tadi Mila pun berada di sana mendengatkan kata-kata yang di ucapkan juna dengan sangat lancar.
Mila memegangi dadanya yang terasa begitu sesak setelah mengetahui kebenaran yang di ucapkan Juna pada Hendra.
"Apa kau baik-baik saja'' Tanya Ravin setelah beberapa saat menjadi penonton dan mendengar yang baik di antara asisten pribadinya dan mantan stafnya dulu.
''Aku tidak menyangka semua orang menyembunyikan hal ini dariku, dan Mia. kenapa ia sangat tega merahasiakan semua ini haaahhhh anakku...''
__ADS_1
Mila menjerit dalam hatinya. Ia sangat begitu syok setelah mengetahui kebenaran yang sangat melukai hati dan perasaan nya. Mila begitu kecewa dengan keputusan Mia, begitu banyak beban yang ada dalam dirinya membuat Mila tak mampu menahan semua gejolak emosi hingga membuat ia terjatuh tak sadarkan diri.
''Mommy'' Teriak Kenzo saat melihat wanita yang sangat begitu di sayanginya terjatuh begitu saja. Beruntung ravin berada di samping nya dengan cepat menangkap tubuh lemah Mila dan membawa nya ke masuk ke dalam mansion.
"Mommy bangunlah'' Kenzo menangis histeris dan mengikuti sang daddy membawa mommy nya masuk ke dalam. Juna yang melihat itu langsung menggendong tuan kecilnya mengikuti Ravin begitu juga dengan Hendra, namun dengan cepat Juna mencegah Hendra untuk ikut masuk dengan mereka.
"Stop, lebih baik kau pergi saja aku yakin nona Mila pasti mendengar percakapan kita tadi. Sekarang dia sangat terlihat begitu syok'' Ucap Juna yang langsung berlalu begitu saja. Karena sejak tadi Kenzo terus berteriak memangil mommy.
''Ada apa ini vin?'' Tanya nyonya Renata saat melihat putranya menggendong Mila dan di susul oleh cucunya yang tengah menangis pilu.
''Nanti saja aku jelaskan pada mu mom sekarang aku harus memanggil dokter Ian untuk segera memeriksa keadaanya.''
"Baiklah kalau begitu, Kenzo kesayangan grandma kemarilah. Ssttt jangan menangis mommy Mila baik-baik saja dia hanya terlalu lelah Karena aktifitas yang sangat padat hari ini.''
"Apa ini karena salahku, karena aku mommy jadi kelelahan grandma''
''Tidak sayang" Nyonya Renata pun memeluk tubuh kecil cucu kesayangannya agar Kenzo merasa lebih tenang.
Tak berapa lama dokter Ian pun datang dan langsung memeriksa keadaan Mila saat ini, sedangkan di luar mansion Hendra masih berada di sana dengan sebuah penyesalan yang teramat dalam di hatinya. Dengan langkah gontai ia pun mulai meninggalkan tempat itu.
"Andai saja waktu bisa ku putar kembali aku ingin bersama dengan mu dan tetap hidup bahagia bersama mu mila, aku sangat menyesal dengan semua yang sudah kulakukan terhadapmu bahkan aku sangat berharap bahwa ini hanyalah sebuah mimpi buruk saja. Hari ini aku akan pergi tapi suatu hari nanti aku akan datang untuk menjemputmu dan memberikan semua kebahagiaan di dunia ini, itulah janjiku padamu''
Bersambung.
__ADS_1