Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 81


__ADS_3

Setelah memarkirkan mobilnya. Kini Ravin mulai bergegas untuk menghampiri Mila dengan membawa buket bunga untuk sang istri berharap Mila mau memaafkan dirinya, dan tak mendiamkan nya seperti saat ini.


Dunianya terasa begitu hampa tanpa sapaan sang istri. Apalagi malam tadi Mila tidur bersama dengan Kenzo dan menguncinya begitu saja, tak membiarkan dirinya masuk ataupun berbicara dengan nya walau sebentar saja.


"Semoga saja Lala ku menyukai hal ini dan berhenti mendiamkanku," gumam Ravin dengan sedikit senyuman memandang buket bunga mawar merah di tangannya, ia berharap istrinya akan senang dengan hal semacam itu.


Ravin berjalan memasuki pintu utama mansion, namun suasana sangat gelap membuat ia tak melihat apapun yang ada di sekitarnya. "Ada apa ini, kenapa pak Lim tidak menghidupkan lampunya!''


Dorr...


Suara balon pecah karna tak sengaja terinjak oleh Ravin, membuatnya sangat terkejut dan hampir terjatuh. Namin bersamaan dengan lampu yang menyala terang dan membuat matanya sedikit silau.


''Selamat Ulang tahun tuan muda!'' seru semua orang yang ada di sana dan beberapa tamu yang nyonya Renata undang.


Namun berbeda dengan ekspektasi mereka, Ravin terlihat marah dan tidak suka dengan kejutan yang mereka berikan. Terlebih saat Ravin tak melihat keberadaan istrinya disana.


"Cukup. Apa semua ini? sangat kekanakan sekali. Siapa yang sudah merencanakan hal seperti ini, sangat konyol dan tidak dewasa!'' teriak Ravin penuh kemarahan. Membuat suasana bising dan gaduh di ruangan itu pun langsung hening seketika.


Suasana hati yang tidak baik membuat Ravin mudah terbawa emosi, apalagi saat ini ia tidak melihat keberadaan istrinya disana dan berpikir bahwa Mila masih kesal dan marah padanya.


"Kenapa kalian diam saja! pak Lim, pak Lim!" Ravin berteriak memanggil kepala pelayan mansion utama dengan raut wajah yang tidak bersahabat.


"I.. Iya tuan muda?" sahut pak Lim dengan gugupnya.


"Bubarkan semua ini, dan siapapun yang memberikan ide seperti ini bawa dia menghadapku." Ucap Ravin yang langsung berjalan meninggalkan pesta kejutannya.


Mila yang duduk di belakang nyonya Renata dan adiknya hanya diam dan mengehela nafas panjangnya, ia berpikir pesta kejutan istimewa ini akan berjalan lancar tapi ternyata tak seperti yang ia bayangkan.


"Ra_"


"Mom, biar Mila saja!" Mila langsung mencegah mommy mertuanya untuk membuka suara.


"Tuan muda, sayalah yang sudah membuat pesta ini. Maaf jika anda tidak menyukainya." Ucap Mila yang langsung menghentikan langkah suaminya.


"Mila apa yang akan kamu lakukan nak, Ravin sedang sangat marah saat ini." sahut nyonya Renata yang langsung menarik tangan menantunya.


Namun Mila hanya tersenyum menenangkan nyonya Renata. "Mommy tenang saja! putra mommy adalah pria yang baik, dia tidak akan menyakiti ku.'' Ucap Mila yang sedikit berbisik pada nyonya Renata dan langsung berjalan menghampiri sang suami yang masih berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Tuan muda kenapa anda diam saja, apa benar kau tidak suka dengan kejutanku? sayang sekali aku sudah membuatkan kue ini khusus untukmu tapi ternyata.'' Mila terdiam menatap kue yang kini berada di tangannya.


"Sayang aku," Ravin akan berjalan kembali menghampiri istrinya. Namun dengan cepat Mila melarangnya.


"Stop, diam disana dan jangan bergerak!''


"Sesuai perintah tuan putri,'' gumam Ravin dengan senyuman bahagia di dalam hatinya, rasa marah yang membara kini bagai tersiram air hujan yang begitu dingin saat melihat sang istri yang berjalan ke arahnya dengan senyuman manisnya.


Semua orang yang berada di sana hanya diam mematung menyaksikan drama yang ada di hadapannya kini. Sedangkan Mila tersenyum sambil berjalan ke arah sang suami.


Namun karena terlalu pokus menatap sang suami, membuat Mila tidak terlalu memperhatikan jalan yang akan ia pijak. Hingga Mila tak sengaja menginjak balon dan hampir menjatukan dirinya.


"Sayang! (Mila)(Kak)(Mommy)(Nyonya muda)'' Semua orang yang ada di ruangan itu serempak memanggil Mila dengan sebuatan mereka masing masing.


Ravin membuang buket bunga yang ada di tangannya sembarangan dan sedikit berlari menghampiri sang istri. ''Sayang apa kau baik baik saja?''


"Jangan khawatir aku baik baik saja kak!'' jawab Mila dengan sedikit menahan sakit di kakinya.


"Apa kau yakin?''


"Terimakasih sayang." Ravin langsung mengecup bibir sang istri yang sudah menjadi candu baginya di hadapan semua orang.


"Mereka mengotori mata suciku," gumam Mia dan langsung menutupi mata Kenzo dengan tangannya.


Sedangkan nyonya Renata hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya di hadapan semua orang. "Dasar anak itu!"


Berbeda dengan Mila yang sangat begitu malu mendapatkan serangan mendadak di hadapan orang banyak. "Kak apa yang kau lakukan?"


"Mengecup istriku!'' sahut Ravin dengan santainya.


"Tuan muda kau sangat menyebalkan."


''Maafkan aku!''


"Untuk?'' Mila menatap wajah tampan suaminya dengan seksama, kini bola mata mereka pun bertemu dan saling mengunci satu sama lain. Membuat jantung Mila berdetak begitu cepat.


Mila menetralkan detak jantung nya dan mengusap wajahnya karena merasa sangat gugup.

__ADS_1


"Sayang apa kau baik baik saja?''


''Aku baik baik saja kak!''


"Terimakasih dengan pesta kenjutan malam ini." Ucap Ravin dengan sangat tulus.


"Hanya itu saja! tidak ingin yang lain?''


"Tentu saja. Ayo!'' Ravin langsung menggendong istrinya ala bridal style dan bersiap untuk bekerja lembur malam ini. Namun langkahnya terhenti saat seseorang menghalangi jalannya.


''Turunkan mommy sekarang juga!'' pekik Kenzo dengan mata menatap tajam ke arah sang daddy.


Sedangkan Ravin mendengus kesal melihat makhluk kecil yang selalu mengganggu kemesraan nya dengan sang istri. Dengan sedikit tak rela Ravin pun menurunkan Mila secara perlahan.


"Selamat ulang tahun Ravin, mommy selalu berdoa yang terbaik untukmu." Ucap nyonya Renata dengan penuh ketulusan.


Begitu juga dengan Mia dan para tamu undangan yang ada disana, mengucapkan selamat padanya. Pesta ulang tahun Ravindra Adyaksa pun kembali di lanjutkan suara pun kembali meriah.


Kado ulang tahun pun kini sudah berjejer rapi di meja, namun Ravin tak perduli dengan hal itu karena saat ini ia tengah mencari keberadaan sang istri yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya.


"Dimana Lala?'' Ravin terlihat sibuk mencari keberadaan sang istri, namun ia bernafas lega saat melihat Mila sedang bersama putra dan adik iparnya.


"Sayang disini kau rupanya, aku mencarimu sejak tadi."


"Aku tidak kemana mana kak, hanya mengambil kado kecil ini untukmu." Mila menyodorkan kotak persegi panjang kepada suaminya dengan senyuman yang tak pernah pudar menghiasi wajahnya.


"Apa ini?'' Ravin langsung menerima kotak persegi panjang yang di berikan istrinya.


''Kalau belum di buka mata tahu isi nya apa, jadi bukalah dan lihatlah apa yang istrimu itu berikan. Aku juga ingin tahu apa yang kakak berikan untukmu kakak ipar!" seru Mia dengan hebohnya.


"Ayo buka dad!'' seru kenzo yang tak kalah hebohnya.


Ravin menatap istrinya tanda meminta persetujuan, sedangkan Mila hanya menganggukan kepalanya tanda menyetujui permintaan sang suami.


Ravin membuka kotak hadiah dari sang istri dengan penuh senyuman, namun ia mengerutkan keningnya saat melihat gulungan kertas yang di tali dengan pita dua warna.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2