
Perlahan tapi pasti Hendra membuka amplop tersebut dan melihat isi di dalamnya, pertama ia mengerutkan keningnya Karena melihat nama rumah sakit yang tertera di dalam kertas yang pertama ia lihat.
Karena rasa perasaan yang cukup besar ia pun membaca isi di dalam kertas tersebut, namun betapa hancur hatinya saat mengetahui kebenaran itu.
"Ini tidak mungkin kan" Hendra terus membaca berulang ulang kali untuk memastikan bahwa ia tidak salah. Namun kebenaran tetap kebenaran isi di dalam kertas tersebut tetap sama walau di baca berlulang kali.
"Mila'' Ucapnya lirih dengan nada penuh penyesalan yang teramat dalam. Kini hatinya bagaikan tertindih batu besar yang menghantamnya. Tubuhnya pun terasa lemas seperti agar-agar yang tak bertulang.
"Mila kenapa kau tidak mengatakan hal ini dari
awal padaku, Mila'' Hendra terus meraung penuh penyesalan yang teramat dalam, lalu ia pun mulai melihat hal apa lagi yang tersimpan di dalam amplop tersebut.
Namun semakin ia membukanya semakin ia merasakan sakit di hatinya, rasa penyesalan dan rasa bersalah pun kini jadi belenggu dalam hatinya.
"Diana dimana kau, berani sekali kau menipuku. Lihat saja aku akan mencarimu walau sampai ke ujung dunia pun" Ucap Hendra l sedang kilatan mata penuh dendam kemarahan.
"Jadi kau sudah tahu semuanya, baguslah" ucap seseorang yang mengejutkan hendra.
"Kau"
"Ya, aku''
Riri tersenyum sinis saat melihat kakak kandungnya kini menangis penuh penyesalan, ''Mia menyuruhku untuk datang menemani kak Mila, tapi aku melihat kenyataan bahwa kakakku yang berada di rumah ini, lalu dimana kak mila?''
"Jadi kau sudah tahu tentang ini semua?"
"Tentu, Karena sejak awal aku tidak suka pada wanita itu"
"Tapi Riri kenapa kau tidak mengatakan hal ini dari awal, kau itu adikku Riri''
" Hahhh... adik? adik kau bilang. Sejak saat kau bersama dengan wanita ja**ng itu kau menjadi lupa diri kak, kau tidak bisa melihat mana cinta suci mana dan mana cinta yang memanfaatkan mu kau sudah membuang berlian demi batu kerikil itu kak. Itu Karena apa, Karena kau terlalu terobsesi kak kau membunuh anak mu darah daging mu sendiri demi wanita iblis itu" Teriak Riri mencurahkan semua kemarahan yang tersimpan dalam hatinya selama ini.
"Kamu b*jingan kak, kau pria tak punya hati yang tega melukai wanita yang tulus mencintaimu dan keluarga mu seperti kak Mila. Andai saja aku bisa memilih, maka aku ingin di lahirkan menjadi adiknya saja dan aku tidak sudi menjadi adik dari pria pecundang seperti mu''
''Kamu benar Ri, aku memang seorang pria pecundang" Jawab Hendra lirih.
"Andai jika aku berada di posisi kak Mila saat itu apa tindakan yang akan kau lakukan kak?"
__ADS_1
Hendra tak menjawab pertanyaan sang adik Karena ia terus memikirkan betapa hancur hidup nya saat ini, karena ia sendiri yang menjadi penyebab calon bayi nya tiada.
"Aku harap kau tidak akan mengganggu kak mila lagi, biarkan dia bahagia dengan kehidupannya saat ini"
''Tidak aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan dia kembali, aku akan berusaha keras untuk mengajaknya kembali hidup bersama dengan ku dan hidup bahagia seperti dulu"
"Aku harap kau memikirkan hal ini baik-baik, aku tidak ingin kak mila terluka lagi dan penyebab nya adalah keluarga kita sudah cukup dia menderita selama ini karena ulah mu dan ibu" Ucap Riri yang langsung meninggalkan kakak nya yang masih termenung menyesali perbuatannya.
"Dimana kak mioa apa dia di mansion utama Adyaksa, aku harus mengirimkan pesan pada juna agar kakak tidak menemui kak Mila dan menceritakan hal ini, ia pasti akan merasa syok dan terpukul karena hal ini''
*
*
"Mommy, apa kita akan pergi ke taman hari ini?" tanya Kenzo dengan wajah yang begitu ceria saat mila akan mengajaknya ke suatu tempat.
"Tidak anak tampan, aku akan membawa mu ke tempat paling bagus''
''Kemana itu?''
"Rahasia''
"Karena ini kejutan sayang, kalau aku mengatakan nya sekarang itu bukan menjadi kejutan lagi''
"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang mommy''
"Tunggu sebentar kita tunggu grandma dulu okey"
Kenzo pun menganggukan kepalanya tanda setuju. ''Mommy apa grandma masih lama''
"Owh. Maaf kesayangan grandma. Kali ini grandma tidak bisa ikut dengan kalian Karena grandma punya sesuatu yang harus grandma kerjakan" Ucap nyonya Renata yang sedang menuruni tangga, untuk menghampiri mila dan kenzo yang sudah menunggu nya.
Mendengar ucapan grandma nya wajah kenzo pun berubah jadi murung dan sedih.
"Jangan sedih sayang, daddy mu akan ikut bersama kalian"
"Tapi aku tidak mau bersama dengan daddy" jawaban yang dilontarkan cucu kesayangan nya, nyonya renata pun langsung memberikan kode pada Mila untuk memberikan pengertian pada Kenzo, dan Mila pun memahaminya dengan baik.
__ADS_1
"Dengar anak tampan jangan bersedih kita akan bersenang senang hari ini dan aku akan membelikan premen kapas yang manis untuk anak tampan in.i'' Ucap Mila yang langsung mencolek hidung mancung kenzo dengan gemas, dan membuat Kenzo tertawa senang dengan hal itu.
"Apa kau setuju" Tanya Mila yang langsung menyodorkan tangannya.
"Setuju" Jawab Kenzo penuh semangat menjabat uluran tangan Mila.
"Kalian pergilah Ravin sudah menunggu di luar''
"Bye bye grandma"
"bye bye sayang, semoga hari mu menyenangkan''
Berbeda dengan kenzo yang terlihat begitu senang dan ceria, Mila terlihat begitu gugup apa lagi saat nyonya Renata mengatakan bahwa Ravin akan pergi bersama dengan mereka.
"*T*enanglah mila, ini adala pekerjaan mu jadi bersikap profesional saja. lupakan kata-kata nya yang sudah berlalu anggap saja tak ada apapun yang terjadi"
"Mommy kau berkeringat" tanya kenzo yang kini berada di dalam gendongan Mila.
"Ada apa sayang'' Mila mengelap keningnya menggunakan tangan.
"Mommy apa kau lelah, aku turun saja aku sudah besar dan berat tangan mu pasti lelah hingga kau berkeringat seperti ini''
"Tidak sayang jangan berkata seperti itu, berkeringat bukan berarti lelah tapi Karena cuacanya sedikit panas hari ini, sudahlah lupakan saja ayo watuknya kita bersenang senang hari ini'' Ucap Mila dengan penuh semangat untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Yeayy....''
Mila pun mendudukan Kenzo di jok belakang mobil Ravin setelah selesai, ia pun menutup pintu mobil tersebut dan ia bersiap membuka pintu depan mobil itu dengan penuh keraguan.
''mommy cepatlah kenapa kau terus berdiri disana" Ucap Kenzo dari dalam mobil.
"Iya, Maaf aku kurang pokus'"dengan cepat mila pun masuk ke dalam mobil itu, namun di sana terasa begitu hening Karena ravin tak kunjung melajukan mobil nya. dengan sangat terpaksa mila pun bertanya pada pria yang kini berada di sebelah nya.
"Apa kita menunggu seseorang tuan?'' Tanya Mila dengan gugupnya.
"Apa kau melupakan sesuatu?'' kini pertanyaan ravin membuat mila semakin gugup.
"A.. Apa?''
__ADS_1
Bersambung