
Pagi hari di mansion dua orang dewasa tengah tidur saling berpelukan dengan begitu mesra, Mila merasa nyaman dengan posisi tidur nya saat ini begitu juga dengan Ravin yang tak kalah nyaman dengan posisi nya.
"Kenapa gulingnya hangat sekali.'' Ucap Mila dalam hatinya. Namun ia enggan membuka matanya dan terus mngeratkan pelukannya, membuat Ravin sedikit terusik dari tidur nyaman nya.
Dengan perlahan Ravin pun membuka matanya dan sedikit terkejut saat melihat wajahnya begitu dekat dengan Mila yang kini masih tertidur dengan lelapnya, ia pun melihat kini tangannnya berada di pinggang Mila begitu juga sebaliknya.
"Apa dia sengaja untuk menggodaku?'' tanya Ravin yang kini mulai mepaskan pelukannya dan sedikit menjauh dari Mila. Namun ternyata Mila seakan tak ingin merasa jauh darinya, Mila kembali mengeratkan pelukannya pada Ravin dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Ravin.
"Ya ampun kenapa dia tidur ugal-ugalaan sekali, sekarang aku harus apa?'' Ravin bingung harus melakukan apa karena ini pertama kalinya ia tertidur dengan seorang wanita selain mendiang istrinya. Ingin sekali Ravin membangunkan Mila agar menjauh darinya namun ia mengurungkan niatnya Karena tak ingin membuat kecanggungan di antara mereka berdua. Dengan seksama Ravin pun mulai memandang wajah cantik Mila yang sedang tertidur dengan damai.
''Ternyata dia cantik dan manis, begitu bodoh nya pria yang sudah menyia-yiakan istri seperti baik dirimu,'' gumam Ravin dalam hatinya. tanpa sadar Ravin pun sudah menaikan sudut bibir nya saat menatap wajah Mila yang masih tertidur pulas.
Namun tiba-tiba aktifitas nya terhenti saat melihat mata Mila akan terbuka, Ravin pun langsung menutup kembali matanya dan kembali berpura-pura masih tertidur dengan nyenyak.
Mila mulai meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku, dan merasakan ada yang aneh dalam dirinya, dengan perlahan Mila pun membuka matanya dan betapa terkejut nya saat ia menyadari posisi nya saat ini yang sudah lancang memeluk bosnya dan menganggapnya sebagai guling.
"Mila sadarlah apa yang sedang kau lakukan sekarang" Gumam nya lirih. Kini Mila baru tersadar bahwa yang ia peluk sebagai guling itu bukanlah guling asli melainkan tubuh atletis Ravin.
Dengan kancing payama yang sedikit terbuka memperlihatkan dada bidang nya, membuat Mila langsung berpikir negatif dan langsung melihat pada dirinya sendiri.
Mila menghela nafas lega saat melihat dirinya masih berpakaian utuh, "Syukurlah masih aman, tidak terjadi apapun!'' ucapnya lirih namun masih dapat di dengar jelas oleh Ravin.
"Dimana Kenzo, kenapa dia tidak ada disini?" Mila melepaskan tangannya dari pinggang Ravin dengan sangat perlahan dan mengangkat kakinya dari tubuh Ravin.
"Untung saja dia belum bangun jika tidak tamatlah riwayatku, apa yang dia pikirkan nanti tentangku?'' dengan pelahan Mila pun segera turun dari tempat tidur. Namun Ravin ingin sedikit menggoda Mila saat ini dengan merangkul pinggang Mila membawa kembali pada pelukannya dan menganggapnya sebagai guling.
"Aku ingin coba menggoda nya, ingin lihat bagaimana reaksinya saat ini.''
"Apa yang pria ini lakukan!'' Mila mulai mencoba kembali untuk melepaskan dirinya dari pelukan Ravin secara perlahan agar tidak mengganggu tidurnya.
''Mommy, mommy!'' seru Kenzo yang berteriak memanggil Mila dari luar kamar.
Dengan cepat Mila pun melepaskan tangan Ravin di pinggangnya dengan asal, kini ia merasa seperti maling yang sedang tertangkap basah saat sedang melakukan aksinya. "Iya sayang tunggu sebentar'' sahut Mila yang langsung keluar menghampiri Kenzo yang terus memanggilnya.
__ADS_1
"Kini aku sangat begitu yakin bahwa kasih sayang mu pada putraku sangat begitu tulus mila'' Ravin melihat Mila langsung pergi menghampiri Kenzo dengan cepat, dan tak memperdulikan apapun lagi.
"Kenzo beruntung memiliki mu.'' Setelah pintu ruangan itu kembali tertutup. Ravin pun bangun dan bersiap untuk membersihkan dirinya dan bersiap pergi ke kantor.
*
*
"Mom mu aku ingin memakan yang itu,'' tunjuk Kenzo pada lauk yang di masak Mila pagi tadi.
''Baiklah ada yang lain?''
"Tidak itu saja!'' jawab Kenzo dengan wajah berseri.
"Ini makan dan habiskan, aku akan nyiapkan bekalmu terlebih dahulu.''
"Okey mom. Terimakasih.'' Ucap Kenzo yang langsung membuat langkah kaki Mila terhenti.
"Terimakasih untuk apa?'' Mila langsung menatap ke arah bocah kecil yang menggemaskan itu.
"Terimakasih anak tampan.'' Sahut Mila sambil tersenyum malu ke arah Kenzo, karena ini baru pertama kalinya Mila merasakan bagaimana rasanya di puji seorang anak kecil.
"Apa begini rasanya saat menjadi seorang ibu, aku sangat merasa bahagia dan terharu saat bersamaan. Andaikan saja aku tahu bahwa hari itu aku sedang mengandung mungkin saat ini aku sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi wanita sempurna.''
Tanpa mila sadari air matanya pun lolos begitu saja di pipinya. ''Kenzo benar mila, masakan mu sangat enak" Sahut Nyonya Renata yang menyadarkan Mila dari lamunannya.
"Ahhh itu sangat berlebihan nyonya!'' Mila langsung menghapus air matanya dan kembali melakukan pekerjaan nya.
"Mommy, apa kau menangis?" tanya Kenzo yang langsung meneliksik wajah Mila.
"Tidak tadi ada debu yang masuk ke mataku, ini sudah selesai'' Jawab Mila yang langsung memberikan kotak bekal pada Kenzo.
Sedangkan Ravin masih menikmati secangkir kopinya. Karena ia tidak terbiasa sarapan berat di pagi hari. ''Seenak apakah masakannya itu, kenapa Kenzo sangat begitu mujinya?'' gumam Ravin lirih.
__ADS_1
Semua itu tak lupit dari pandangannya nyonya Renata yang kini sedang menatap ke arah putranya, " Aku sangat yakin dia pasti sangat penasaran, karena aku tahu siapa putraku itu''
"Vin kamu nggak sarapan?''
"Nanti saja mom.'' Jawab ravin yang langsung menyeruput kopinya.
"Apa kau yakin?''
''Mom.''
''Iya baiklah, tersah kau saja mommy harus pergi arisan bersama dengan teman-teman mommy dulu!''
''Kenz, grandma pergi dulu ya.'' Pamit nyonya Renata pada cucu kesayangan nya.
''Iya grandma.''
"Anak tampan ayo kita juga harus pergi sekarang'' Ucap Mila yang kini membawa tas Kenzo.
"Ayo, dad aku pergi dulu'' Pamit Kenzo pada sang daddy.
" Iya hari ini dad tidak bisa mengantarmu karena sedang menunggu Juna ada pekerjaan yang harus segera kami selesaikan'' Jawab Ravin sambil melirik ke arah jam yang ada di pegelangan tangannya.
''Tidak masalah mommy bisa melakukan segalanya'' sahut Kenzo dengan wajah polosnya.
"Ayo!'' ajak Mila yang langsung menuntun Kenzo keluar mansion.
Setelah semua orang pergi melakukan aktifitasnya masing-masing kini mansion utama pun terlihat sedikit sepi. Karena tak ada celotehan Kenzo yang selalu menghangatkan suasana sepi di mansion itu, karena setelah kedatangan Mila yang membuat perubahan positif bagi Kenzo dan membuat Kenzo terlihat lebih ceria saat ini.
Ravindra melihat ke kanan dan ke kiri, ''Sepertinya sudah aman.'' Ravin berdiri dan berjalan menghampiri meja makan.
Kini Ravin menatap semua hidangan yang menggugah selera masih tertata rapih di meja makan. "Sepertinya terlihat enak, aku ingin mencoba bagaimana rasa masakan yang dia buat.'' Ravin pun mulai mengambil nasi dan lauk pauk yang Mila buat dan menyuapkannya ke dalam mulut.
"Lumayan!" ia pun mulai memakan makanannya dengan sangat lahap.
__ADS_1
"Sepertinya enak sekali.'' Ucap seseorang mengejutkan Ravin, dan membuatnya tersendak makanan yang sedang ia makan.
Bersambung