Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 86


__ADS_3

Kini suara tawa Mia dan Erik pun mulai memenuhi ruangan itu. Mia tak tahu apa yang di tertawakan Erik oleh saat ini, ia hanya mengikuti saja apa yang sedang di lakukan Erik.


"Sebernya dia tertawa atau sedang menangis?'' batin Mia mulai bertanya tanya saat melihat buliran bening mulai membasahi pipi Erik.


"Stop!'' seru Mia yang langsung menghentikan suara tawa sumbang Erik.


"Hmm kenapa?''


"Erik apa yang sedang kau tertawakan, apa kau sedang mengejek ku?'' tanya Mia yang kini menatap lekat wajah pria yang ada di hadapannya sambil berkacak pinggang.


"Apa yang sedang aku terwakan? aku hanya sedang menertawakan hidup ku saja!" sahut Erik lirih, dan kembali mengambil gelas berisi wine yang sempat Mia jauhkan darinya.


"Serapuh itukah dirimu Erik?'' Mia mulai bertanya pada hatinya, mentap pria yang ada di hadapannya kini mulai kehilangan kesadaran.


"Sudah cukup Erik kau akan sakit jika terlalu banyak minum!'' Mia kembali mengambil gelas berisi minuman itu dan menjauhkan nya dari Erik.


"Dasar tidak waras!" umpat Mia akan melangkahkan pergi meninggalkan Erik. Namun langkahnya terhenti saat Erik menarik tangannya.


"Musiknya begitu indah, ayo kita menari.'' Ajak Erik yang langsung memutar tubuh Mia dan mulai menggerakan tubuhnya menari bahagia bersama Mia.


Mia merasa terkejut dengan apa yang sedang di lakukan Erik saat ini. "Sudah cukup Erik kepalaku sangat pusing!" Mia memegang kepalanya yang terasa berputar karena ulah Erik.


"Berpegangan padaku dan nikmati alunan musiknya.'' Jawab Erik dengan entengnya.


"Minuman itu membuat dia tidak waras! tapi kini aku tahu sisi lemah nya. Di balik sosoknya yang dingin dan menyebalkan ternyata hatinya begitu rapuh, begitu banyak luka yang ia sembunyikan dari pandangan dunia. Erik butuh seseorang yang bisa memahami perasaannya." Ucap Mia dalam hati.


"Erik sudah, aku sangat pusing sekarang bolehkah kita menari nanti saja. Pliss!'' ucap Mia selembut mungkin agar Erik mau menghentikan kelakuan konyolnya saat ini. Dan benar saja Erik langsung menghentikan aktifitasnya seketika.


Mia bernafas lega, '' akhirnya dia menurut juga!'' seru Mia langsung menjatuhkan dirinya di kursi.

__ADS_1


"Tunggu disini aku akan membuatkan air lemon untukmu dan ingat jangan melakukan apapun sebelum aku datang, okey!'' ucap Mia langsung di jawab anggukan kepala oleh Erik.


''Uchh.. Manisnya kalau dia bersikap seperti ini." Mia terkikik geli melihat tingkah lucu Erik yang seperti anak seusia Kenzo saat ini.


"Sepertinya aku harus mengabadikan momen langka ini, hmmm.. Kenapa tidak terpikirkan sejak tadi ya?''


Mia berjalan meninggalkan Erik dengan langkah cerianya, susunan rencana untuk menjahili Erik pun sudah tertata rapih dalam otaknya saat ini.


Setelah beberapa menit berlalu, kini Mia datang membawa air lemon untuk Erik. Namun sebelum itu, ia meletakan kamera terlebih dahulu untuk mengambil vidio Erik yang sedang mabuk saat ini.


"Erik lihatlah, aku sudah membuatkan minuman segar untuk mu!" seru Mia yang langsung menghampiri Erik yang masih duduk diam di tempatnya.


Mia menyodorkan gelas yang ia bawa, namun tanpa di duga Erik menepisnya begitu saja membuat gelas itu terjatuh dan pecah berserakan di atas lantai.


''Jangan bersikap baik denganku! aku tak pernah percaya pada semua wanita yang ada di dunia ini. Mereka semua sama saja!" Seru Erik yang langsung berjalan sempoyongan dan pergi meninggalkan Mia yang masih berdiri menatap kosong pecahan gelas yang ada di hadapannya.


''Kau salah Erik, tidak semua wanita seperti yang kau pikirkan! aku tahu aku selalu bersikap arogan padamu tapi jika kau berpikir aku sama seperti yang kau pikirkan maka kau salah.'' Jawab Mia tanpa menatap ke arah pria yang terus berjalan meninggalkan nya dan tak memperdulikan ucapan Mia sedikit pun.


Kini Erik menatap kosong ke arah langit langit kamarnya. Bayangan demi bayangan masa kecilnya pun kembali terulang bagaikan kaset rusak di dalam pikirannya.


"Mama kau adalah wanita yang sangat begitu ku sayangi dan aku sangat aku percaya, tapi sayangnya kau merusak kepercayaan ku begitu saja bahkan kau melukan hal yang sangat begitu menjijikan di hadapanku sendiri. Kau melukai papa dan membuatnya menderita sampai saat ini, dan karena penghianatan mu membuat aku tak pernah bisa lagi percaya pada seorang wanita. Aku sagat membenci wanita!" seru Erik sebelum memejamkan matanya.


Sedangkan Mia yang berada di balik pintu, menghela nafas panjangnya setelah mendengar ungkapan hati seorang Erik. "Hmm.. Jadi itu yang membuatmu membenci semua wanita! ya, kau boleh membenci dan tidak menyukai wanita lain selain aku. Karena akulah yang harus kau cintai dan percayalah aku tidak akan pernah menyakiti hatimu Erik.'' Mia tersenyum penuh arti dan menutup kamar Erik dan kembali ke kamar miliknya sendiri.


*


*


Pagi hari di mansion utama. Mila sudah bersiap dengan pakaian yang begitu rapih walau hari masih sedikit gelap. "Kak bangunlah aku sudah siap, ayo kita temui Mia sekarang!'' rengek Mila dengan manjanya.

__ADS_1


"Ini masih terlalu pagi sayang!'' sahut Ravin yang langsung terbangun dan memeluk sang istri.


''Tapi aku tidak perduli, aku ingin bertemu Mia secepatnya.''


"Baiklah tunggu sebentar aku akan mandi terlebih dahulu.'' Jawab Ravin yang langsung turun dari ranjangnya.


"Tidak perlu, seperti ini saja kau sudah terlihat sangat tampan!" seru Mila yang langsung menggandeng tangan suaminya keluar kamar.


"Tapi sayang,''


"Ayo cepatlah kak," Mila terus berjalan sedikit menarik paksa suaminya yang masih enggan pergi dengan keadaan yang berantakan seperti saat ini. Namun Mila tetap berusaha mengajak sang suami untuk pergi bersama dengannya.


"Hati hati jalan perlahan saja sayang, ingatlah kau sudah tidak sendiri lagi sekarang!'' Ravin terus mengingatkan sang istri dalam segala hal.


"Baiklah daddy sayang,'' sahut Mila pasrah dan membuat Ravin tersenyum senang saat mendengar Mila mengucapkan nama panggilan yang begitu unik menurutnya.


"Mom! dad! kalian akan kemana? tanya Kenzo sambil mengucek matanya.


"Mommy mau menemui aunty Mia sebentar, anak tampan cepat mandi dan bersiap untuk sekolah ya.'' Jawab Mila sambil mengusap lembut rambut putra sambungnya.


"Baik mom!"


"Anak pintar.'' Kini Mila dan Ravin pun pergi meninggalkan mansion utama untuk menemui Mia di dalam mobil Mila melamun menatap jalanan yang tidak terlalu ramai, karena hari masih terlalu pagi.


"Kak bagaimana dengan Sesilia?'' tanya Mila mulai membuka suaranya setelah lama terdiam.


"Juna dan pengawal kepercayaan nya yang akan mengatasi hal ini, semuanya akan selesai dan kau tidak perlu memikirkan atau pun mengingatnya lagi. Anggap saja beberapa hal yang pernah terjadi hanyalah sebatas mimpi buruk dan mari kita jalani kehidupan kita dengan penuh kebahagiaan, karena mimpi buruk kita sudah berlalu pergi.'' Ravin menggenggam tangan lembut istri menyalurkan rasa yang ada dalam hatinya.


"Terimakasih kak, kau seperti sebuah cahaya yang menerangi jalan ku yang penu kegelapan. Kau bahkan menuntun ku ke arah yang benar saat aku kehilangan arah tujuan hidupku. Aku mencintai mu tuan muda." Mila mengungkapkan isi hatinya yang tak pernah bisa ia ungkapan sebelumnya pada sang suami.

__ADS_1


Di dalam kamar apartemen Erik terbangun dari tidurnya dan terkejut saat seorang wanita tengah tertidur pulas berbantalkan lengannya.


Bersambung...


__ADS_2