Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 40


__ADS_3

Ravindra keluar dari ruangan dokter Ian ia berjalan menuju kamar inap yang di tempati Mila saat ini, dari kejauhan ia mendengar suara tawa putranya. Tawa yang tidak pernah ia dengar sebelumnya.


"Apakah dia sangat bahagia saat bersama dengan wanita itu. lala sekarang aku harus apa, memastikan dia hamil atau tidak atau tetap menikahinya demi Kenzo. Lalu apa dia mau!" Ravin menghela nafasnya dan mulai membuka pintu ruangan tersebut.


"Hmmm..'' Ravin berdehem membuat suasana menjadi hening, Mila dan semua orang yang berada di sana menatap ke arahnya dengan berbagai ekspresi.


"Aku ingin bicara dengan mu" Pinta Ravin dengan wajah datar tanpa ekspresi sedikit pun, menatap Mila dengan tatapan mata elangnya.


"Ada apa ini, kenapa dia seperti ingin memakanku saja"


"Baiklah, dek tolong ajak Kenzo sebentar" Bisik Mila pada adiknya. Tanpa menjawab ucapan kakaknya Mia langsung keluar dari ruangan itu dan membawa Kenzo dalam gendongan nya.


"Ada apa tuan?" Tanya Mila saat pintu ruangan sudah di tutup oleh sang adik.


"Aku ingin bertanya sesuatu padamu, tapi aku harap kau tidak tersinggung dengan hal ini"


"Silahkan saja tuan, katakan apa yang ingin tuan tanyakan pada saya'' Mila sedikit menunduk karena ia tidak berani menatap mata tajam Ravin yang seakan bisa mengulitinya saat ini juga.


"Apa kau sedang mengandung anakku" Tanya Ravin langsung pada intinya, membuat mila langsung menatap wajah tampan big bosnya.


"Tidak" Jawab Mila dengan cepat dan singkat.


Setelah mendapatkan Jawaban dari Mila. Kini suasana ruangan itu pun menjadi hening seketika.


"Mungkin tuan sudah salah paham dengan kejadian malam itu,'' Mila menjeda perkataan nya, ia menghela nafas panjang dan memberanikan diri untuk menatap kedua mata big bosnya.


"Dengar tuan, berulang kali saya mencoba untuk menjelaskan hal ini. Namun anda tidak mau mendengar cerita saya terlebih dahulu jadi, saya mohon kali ini biarkan saya menjelaskannya secara detail dan mohon agar anda tidak menyela cerita saya terlebih dahulu"


"Hmm" Ravin menjawab ucapan Mila dengan deheman saja, kini ia akan diam dan tidak mengatakan apapun sebelum Mila selesai bercerita tentang kejadian malam itu. Kejadian yang tidak bisa ia ingat sama sekali dan kejadian yang tidak bisa ia lacak menggunakan cctv, karena tak ada kamera apapun yang ia simpan di ruang kerjanya.

__ADS_1


Karena ruangan itu bersifat pribadi dan rahasia siapapun tidak boleh masuk selain Ravib dan Juna saja. Dan selain itu ia tidak memasang cctv di ruang itu karena ia tidak ingin jika ada seseorang yang tidak suka padanya, membobol keamanan dan membocorkan rahasia perusahaannya ke publik. Karena dalam dunia bisnis semua itu bisa saja terjadi.


"Malam itu tidak ada apapun di antara kita, anda memang memaksa saya untuk melayani anda, karena anda pikir saya adalah Anggun istri anda" Dengan perlahan Mila pun menceritakan tentang kejadian malam itu pada Ravin tanpa ada yang di tutup-tutupi dan di lebih-lebihkan. Mila bercerita sesuai fakta dan kenyataan yang ada dengan hati yang teriris, karena mengingat kembali kejadian malam itu.


Kejadian dimana ia merasa sangat di lecehkan oleh majikannya sendiri, Mila terus menceritakan dari A sampai z dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


"Maaf jika saya sudah berbuat kekerasan pada anda tuan, karena hanya itulah jalan satu-satunya untuk saya melindungi kehormatan saya sebagai seorang perempuan. Walau memang pada kenyataannya saya buka perempuan yang sempurna dan." Mila tak bisa meneruskan perkataanya lagi.


Sedangkan Ravin merasa dirinya sangat malu dan bersalah dalam hal ini, ia juga tidak terlalu mempermasalahkan tentang kejadian dimana Mila memukulnya dengan botol air mineral. Karena Ravin mengerti bahwa Mila hanya menyelamatkan dirinya dari kesalahan yang akan ia buat malam itu.


*


*


"Kenapa mereka berdua lama sekali di dalam sana, apa yang sedang mereka bicarakan" Gumam Mia dengan raut wajah khawatir nya.


"Bagaimana jika si kanebo kering itu menceritakan tentang kak Mila beberapa waktu lalu, karena selain Riri dan pria sombong itu dia juga ada di sana" Mia terus berjalan mondar-mandir sambil terus memainkan tangannya.


Ceklek..


Pintu pun terbuka dan menampakkan pria tampan berwajah dingin tanpa ekspresi itu datang menghampiri Mia, lebih tepatnya menghampiri sang putra.


"Ayo kita pulang sekarang." Ajaknya pada sang anak.


"No dad, aku ingin disini menunggu mommy" Tolak Kenzo.


"Dia akan istirahat. Jika kau disini maka dia akan merasa terganggu nanti itubakan membuat kesehatan nya menurun dan dia akan lama beranda di tempat ini, apa kau ingin seperti itu'' Tanya Ravin dengan nada dingin nya.


Sedangkan Kenzo langsung menggelengkan kepalanya dan menuruti perintah dari sang daddy, untuk meninggalkan tempat itu untuk kembali ke mansion.

__ADS_1


Setelah melihat ayah dan anak itu pergi Mia langsung masuk ke dalam ruangan kakaknya, ini adalah kesekian kalinya Mila masuk rumah sakit membuat Mia begitu prihatin dengan keadaan kakak yang seperti itu.


"Ini semua berawal dari keluarga Hendra, jika sejak awal kakak tidak menikah dengan lelaki laknat itu mungkin saja kakak tidak akan berada di titik ini"


"Dek, kenapa kamu bengong disitu. Dimana Kenzo'' Tanya Mila yang mencari keberadaan bocah imut yang sudah mengisi kekosongan hatinya.


"Ahh... dia sudah pulang kak, kau istirahat saja ada aku yang akan menjaga mu disini''


*


*


Dua hari pun berlalu Mia mempersiapkan berkas kepulangan kakaknya, "Semoga ini terakhir kalinya aku menyiapkan berkas seperti ini" Gumam Mia, yang terus berjalan tanpa melihat ke arah depan, hingga ia tidak sengaja menabrak seseorang membuat berkas-berkas yang berada di tangannya jatuh berserakan di lantai rumah sakit itu.


"Hey, kalau jalan itu pakai mata'' Bentak Mia tanpa melihat siapa orang yang sudah menabraknya, ia terus mengomel sambil merapikan berkas-berkas yang berserakan.


"Dengar kau harusnya...'' Mia langsung berhenti berbicara saat melihat siapa orang yang kini berada di hadapannya.


"Kau, sedang apa kau disini?"


"Pertanyaan macam apa itu" Ucap seorang pria yang berada di hadapannya kini dengan wajah sombongnya.


Mia tersenyum sinis menatap pria yang berada di hadapannya saat ini, ia menatap wajah pria itu dengan tatapan penuh kebencian dan begitu juga sebaliknya.


"Aku tidak menyangka bahwa pria seperti mu masih bisa berjalan-jalan dengan bebas di ruangan terbuka seperti ini'' Ucap Mia yang langsung menyindir pria yang berada di hadapannya.


"Jaga ucapan mu Mia" Hendra menggeram kesal pada gadis yang ada di hadapannya.


"Kenapa? itu kenyataan nya bahwa kau tidak pantas untuk berada di dunia ini" Ucap Mia dengan pedasnya, membuat pria yang ada di hadapannya kesal dan melayangkan pukulannya pada Mia. Namun seseorang mencegahnya membuat Mia dan Hendra langsung menatap ke arah yang sama.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2