Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 91


__ADS_3

Mila dan Ravin tersenyum melihat semua orang yang berada di sana menatap mereka dengan raut wajah penasaran, kini Ravin menatap ke arah sang istri begitu juga dengan Mila yang menatap sang suami dan menganggukan kepalanya tanda setuju.


"Hmmm... Baiklah aku akan memberi tahu siapa nama-nama triplet baby D. Yang pertama Devandraz Adyaksa, yang kedua Deandra Adyaksa dan yang terakhir si cantik Devira Annaya Adyaksa.'' Jelas Ravin yang langsung menggendong putrinya yang menangis karena terkejut dengan suara tepuk tangan yang ada di sekitarnya.


"Kalian bisa membedakan antara Devan dan Dean karena jika di lihat dengan seksama. Dean memiliki lesung pipi sedangkan Devan tidak.'' Timpal Mila yang kini tersenyum menatap dua jagoan kecilnya sedang tertidur pulas, mereka seperti tak terganggu sama sekali dengan suara bising di sekitarnya.


Sedangkan Devira terus menangis dalam gendongan grandma nya, "Ya ampun cucu cantik nya grandma, apa kau merasa sangat terganggu sayang. Cup.. Cup..'' Nyonya Renata berusaha untuk menenangkan cucunya, namun sayangnya Devira menangis semakin kencang.


"Mom mungkin dia lapar biarkan aku menyusuinya sebentar." Ucap Mila yang tak tega melihat tangisan putrinya semakin kencang.


''Ahhh... Iya mungkin dia lapar!'' sahut nyonya Renata membenarkan ucapan menantunya. dan langsung memberikan Devira pada Mila


"Dad, andaikan kau masih ada disini kau pasti akan sangat senang melihat mereka. Ravin sudah memberikan berikan empat cucu untuk kita dad, lihatlah mereka sangat lucu! mansion kita tidak akan pernah sepi lagi sekarang." Batin nyonya Renata yang kembali mengingat almarhum suaminya.


Kini tatapannya tertuju pada Kenzo yang sedang mengganggu kedua adik laki laki nya yang sudah terbangun, nyonya Renata pun menghampiri mereka dan mengecupnya satu persatu.


"Aunty kenapa jari mereka sangat kecil sekali?'' tanya Kenzo dengan wajah polosnya membuat semua orang yang berada di ruangan itu tertawa karenanya.


"Mereka masih sangat kecil Zo jadi wajar saja jika jari mereka lebih kecil dari jarimu, dulu kau pun sama seperti mereka!'' jawab Mia yang berada di samping Kenzo, yang langsung terkekeh geli saat melihat Kenzo langsung memeriksa jari-jarinya.


"Aunty mu benar Kenz, kau pun dulu sama seperti ketiga adikmu." Sahut Nyonya Renata yang mengelus rambut cucu kesayangan nya.

__ADS_1


''Benarkah grandma! lalu apakah aku juga melakukan hal yang sama seperti Devira?'' tunjuk Kenzo pada adik perempuan nya yang sedang mengisap asi di balik kain penutup.


Semua orang terdiam dan tak ada yang bisa menjawab pertanyaan Kenzo saat ini, karena mereka tahu bagaimana saat Kenzo lahir dan di saat itu juga ibu yang melahirkannya ke dunia menghadap sang khalik karena pendarahan hebat yang di alaminya.


Senyuman Ravin memudar saat mendengar pertanyaan kenzo yang bagaikan batu besar yang menghimpit hatinya, sedangkan nyonya Renata pun tak bisa menjawab pertanyaan Kenzo saat ini begitu juga dengan Ravin yang memilih pergi meninggalkan tempat itu, dari pada harus menjawab pertanyaan putra tertuanya yang akan kembali mengingatkan pada kisah beberapa tahun silam.


Mila menghela nafas secara perlahan ada rasa lain di hatinya saat Kenzo mengajukan pertanyaan tersebut, sejenak ia melihat ke arah punggung Ravin yang semakin menjauh dan menghilang di balik dinding.


"Kenzo sayang kemarilah nak!" panggil Mila yang langsung menyudahi pemberian asinya pada Devira.


''Mia tolong gendong Devira sebentar!" Mila menitipkan putrinya pada Mia. Sedangkan ia mulai mensejajarkan dirinya dengan Kenzo dan langsung memeluk putra sambungnya dengan sangat erat.


"Kenzo, tidak semua anak bisa seberuntung dirimu nak, walaupun kau tidak bisa seperti adik-adikmu saat ini karena mommy yang melahirkan mu sudah lebih dulu di panggil ke surga sebelum melihat dirimu tumbuh. Namun percayalah kasih sayang nya akan akan selalu ada untukmu sepanjang masa."


"Mommy dimanakah surga itu ada?" tanya Kenzo yang mulai menangis terisak.


"Surga adalah tempat untuk orang-orang baik seperti mommy Anggun, dan mommy Anggun akan sangat senang sekali jika Kenzo yang tampan ini selalu mendoakan dirinya. Karena doa anak soleh akan selalu di dengar oleh allah.''


"Aku akan mendoakan mommy Anggun agar dia senang dan aku juga akan memberi tahu nya sekarang aku punya mommy Mila dan Triplet baby sebagai adikku. Terimakasih mom, terimakasih sudah menjadi mommy ku.'' Kenzo memeluk Mila dengan sangat erat seakan takut kehilangan nya.


Kini semua orang di ruangan itu pun benar-benar tak bisa membendung lagi air matanya, mereka merasa sangat terharu dengan hubungan antara Mila dan Kenzo yang begitu kuat hingga tak ada siapapun yang menyangka jika mereka tak memiliki hubungan darah.

__ADS_1


"Kalau begitu sekarang mainlah bersama adik-adikmu, mommy akan mencari daddy sebentar!" ucap Mila yang langsung di angguki oleh Kenzo.


Mila berjalan mencari keberadaan suaminya setelah ia menitipkan triplet baby D pada Mia


dan mommy mertuanya. Mila terus menelusuri seluruh ruangan mansion dan menemukan keberadaan suaminya setelah bertanya pada para pengawal yang berjaga.


Mila menghampiri Ravin yang kini tengah memandang potret mendiang istrinya di gudang, ada rasa cemburu di hatinya namun Mila berusaha untuk tetap tenang.


Mila menghela nafasnya secara perlahan dan ikut berdiri di samping suaminya, ''terkadang kenangan indah di masa lalu memang sulit di lupakan! tapi percayalah semua itu sudah di gariskan oleh yang maha kuasa." Ucap Mila dengan suara tercekat menahan tangis menyadarkan Ravin dari lamunan panjangnya.


"Sayang!'' Ravin menoleh ke arah istrinya yang kini tersenyum dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.


"Jangan katakan apapun hari ini kak, di luar masih banyak tamu yang menghadiri acara aqiqah triplet baby D. Aku kemari hanya untuk mengajakmu kembali ke dalam saja!'' sahut Mila yang langsung melangkah akan pergi meninggalkan tempat itu. Namun dengan cepat Ravin menarik tangan istrinya hingga terjatuh menabrak dada bidangnya.


"Lala aku mohon kau jangan salah paham tentang hal ini. Aku hanya,"


"Tidak apa-apa kau ayah dari anak-anakku sedangkan dia ibu dari salah satu putramu. Aku tidak akan marah dan cemburu padanya tapi aku akan berterimakasih padanya karena telah melahirkan Kenzo untukku, walaupun Kenzo bukan putraku tapi dia adalah segalanya bagiku. Dan aku tidak marah padamu kak, kau berhak menentukan pilihanmu sendiri karna aku percaya hati tidak akan pernah salah memilih.''


"Terimakasih kau sudah hadir di hidupku dan memberikan warna yang indah pada dalam hidup ini, terimakasih kau sudah menjadi mommy yang hebat untuk ke empat anak kita, aku mencintaimu Lala aku sangat mencintaimu." Ravin memeluk erat dan mengecup kening istrinya mencurahkan segala yang ada dalam hatinya bahwa hanya Mila lah yang sudah mengisi hatinya saat ini.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2