
Ravin meraba tubuh putra kecilnya dan menemukan sebuah foto yang yang tak bisa ia lihat jelas dalam kegelapan. "Foto siapa ini?'' Tanya Ravin pada dirinya sendiri, Karena sangat begitu penasaran ravin pun menghidupkan kembali lampunya. dan betapa terkejutnya saat ia melihat gambar gadis kecil yang tak asing lagi baginya sedang tersenyum bahagia.
"Lala'' Ravin mengusap foto itu dengan penuh kelembutan.
"Lala dimana kau sekarang, Kenzo dari mana ia mendapatkan foto Lala ku" Ravin merasa sangat bahagia hingga tanpa sadar ia meneteskan air matanya karena terlalu senang saat menemukan foto cinta masa kecilnya, sekaligus cinta pertama yang tak pernah bisa ia lupakan sampai saat ini.
"Kenz. Tidak! jangan sekarang, aku akan menanyakan nya besok pagi saja.'' Ucap Ravin yang memeluk erat foto masa kecil Mila dengan perasaan yang tak bisa ia jelaskan dengan apapun lagi.
"Lala ku aku sangat merindukan mu, maafkan aku setelah hari itu aku tak bisa lagi menemuimu di tempat biasa kita menghabiskan hari-hari yang indah kita. Tapi aku berjanji saat kita bertemu nanti aku akan membawamu kembali ke tempat itu lagi untuk meneruskan ucapan ku yang sempat tertunda dulu.'' Ucap Ravin dengan penuh semangat, setelah puas melihat foto cinta pertamanya Ravin pun tertidur dengan memeluk foto masa kecil Mila dengan tersenyum bahagia.
*
*
Pagi hari di dapur mansion Mila sedang berkutat dengan bahan makanan yang akan ia masak untuk sarapan pagi, "Menurutku ini adalah hukuman paling konyol, bagaimana jika aku tidak bisa memasak sesuai dengan keinginan nya" Ucap mila lirih, namun ia juga tidak bisa protes karena Mila mengerti dimana letak kesalahan nya saat ini.
"Nona biar saya bantu'' Salah satu koki mansion menawarkan dirinya untuk membantu Mila, namun depan lembut Mila menolak nya. Karena Mila berpikir tidak ingin menyeret orang lain ke dalam hukuman nya, ia mengingat bahwa Ravin melarangnya untuk meminta bantuan pada koki mansion.
Para koki itu pun pasrah dengan keinginan Mila, kini mereka hanya berdiri dan menonton Mila yang sedang pokus dengan masakannya. setelah satu jam berkutat dengan pekerjaan nya di dapur, ia pun pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap untuk melakukan tugas lainnya.
Sedangkan di kamar Kenzo. Setelah bangun tidur kenzo tak langsung pergi ke kamar mandi seperti biasanya ia mengingat sesuatu yang ia bawa dari rumah Mila. Namun sayangnya ia tak menemukan barang yang ia cari.
"Dimana foto masa kecil mommy, aku rasa semalam masih ada tapi kenapa sekarang hilang begitu saja''
Kenzo terus mencari foto masa kecil Mila, namun nihil ia tak menemukan benda yang ia cari walau setelah membuang semua bantal dan selimutnya kesembarang arah.
__ADS_1
"Kenz, apa-apaan ini kenapa kau membuat kamar ini seperti kapal pecah!'' Seru Ravin saat membuka pintu kamar putranya dan melihat betapa berantakannya kamar kenzo saat ini, Ravin pun berjalan menghampiri putranya yang terlihat sedang sangat kesal.
"Ada apa?" Tanya Ravin pada sang putra, namun Kenzo tak menjawab pertanyaan Ravin dan pergi begitu saja meninggalkan sang daddy.
"Kenz aku sedang bertanya padamu.'' Ucap Ravin penuh penekanan membuat Kenzo langsung menghentikan langkah nya dan berbalik pada sang daddy.
"Apa kau mencari sesuatu?'' Tanya ravin, dan kenzo pun langsung menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Apa ini yang sedang kau cari'' Ucap ravindra menunjukan foto gadis kecil yang sedang tersenyum manis. Dengan mata berbinar Kenzo pun langsung menghampiri sang daddy untuk mengambil foto masa kecil Mila, namun dengan cepat Ravin menjauhkan foto tersebut dari putranya.
"Berikan padaku dad'' Ucap Kenzo yang berusaha mengambil foto Mila dari tangan daddy nya.
"Baiklah aku akan memberikan nya padamu, tapi apakah kau tahu foto siapa ini?'' Tanya Ravin dengan sangat hati-hati, Karena ia sangat tahu bagai mana putranya jika sedang kesal Kenzo pasti tak akan mau menjawabnya dengan cepat.
"Kenzo, apa kau tahu menyembunyikan rahasia di umur mu sekarang itu bisa membuat mu lebih cepat dewasa apa kau ingin itu terjadi?''
"Itu tidak buruk, aku bisa melundungi mommy dari orang yang akan berbuat jahat padanya'' Ucap Kenzo dengan wajah polosnya.
"Baiklah jika kau tidak ingin mengatakan siapa gadis kecil ini, aku akan membakar foto ini sekarang juga'' Ancam Ravin yang langsung menghidupkan korek api di dekat foto itu.
"Jangan aku mohon jangan bakar foto mommy" tanpa sadar kenzo sudah mengatakan apa yang di rahasiakannya.
Deggh..
Ravin terdiam saat Kenzo mengatakan kata mommy, kini ia pun berjongkok mensejajarkan dirinya dengan sang putra, ''Kenz apa maksdmu ini adalah foto Mila?'' Pertanyaan Ravin bukan tanpa alasan karena hanya Mila saja wanita yang selalu di panggil mommy oleh putranya.
__ADS_1
Kenzo menutup mulutnya saat ia tersadar sudah membuka rahasia nya sendiri, namun ia kembali menganggukan kepalanya tanpa sadar karena pertanyaan Ravin seperti menghipnotis dirinya saat ini.
"Benarkah!" Seru ravin dengan wajah penuh kebahagiaan.
"Lala akhirnya aku menemukan mu, andai sejak awal aku tahu itu adalah dirimu." Ravin menghela nafasnya lega dan mengecup foto itu dengan penuh kasih sayang.
Ravin tak sadar bahwa sejak tadi putranya terus menatap nya dengan tatapan penuh tanya. ''Kenz kau ingin dia jadi mommy mu sepenuhnya kan?'' Tanya Ravin dengan semangat dan senyuman yang tak pernah pudar menghiasi wajahnya.
"Iya'' Jawab Kenzo dengan cepat.
"Permintaan mu akan segera di kabulkan, sekarang cepatlah mandi mommy mu pasti sedang menunggu mu sekarang."
"Baik!" Seru Kenzo yang langsung berlari meninggalkan Ravin.
Mood yang baik membuat ravin terus tersenyum hingga menjadi pertanyaan para pelayan mansion yang saling berbisik, walau Ravin mendengar nya ia tak menegurnya sama sekali karena ia merasa separuh jiwanya yang hilang kini sudah kembali dan melengkapi raganya.
"Senyuman yang sama saat dua puluh lima tahun yang lalu" Gumam Pak Lim lirih saat melihat Ravin kini sudah duduk di meja makan.
"Dimana Lala ku kenapa dia lama sekali, siang nanti aku akan mengajaknya untuk kembali ke tempat berakhir kalinya kami bertemu, aku ingin melihat bagaimana reaksinya.''
Jantung nya terasa berdetak begitu cepat saat melihat mils sedang menuruni tangga bersama dengan putranya. "Andai saja aku menemukan mu lebih awal. Tidak aku yang bodoh karena tak mengenalimu padahal kau sudah sangat lama berada di dekatku'' bukan ravin dalam hatinya.
Cinta pertama pertama mengajarkan apa itu cinta dan kesetiaan, banyak orang menginginkan cinta pertamanya menjadi cinta terakhir, namun terkadang takdir membawa kita ke tempat lain dan mengajarkan segala hal dalam hidup ini.
Bersambung..
__ADS_1