Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 39


__ADS_3

"Jika kau terus melangkahkan kaki mu, maka aku tidak akan segan-segan menembak kau sekarang juga" Ancam ravindra pada wanita yang kini masih membelakangi nya dan berusaha untuk tetap bejalan menghampiri Kenzo.


Namun setelah mendengar ancaman dari Ravin. Karina lebih memilih untuk melarikan diri dan mencoba menyelamatkan nyawanya sendiri agar dia masih bisa keluar masuk mansion dengan leluasa.


"Aku harus segera pergi dari tempat ini tapi bagaimana caranya'' Gumam Karina dalam hatinya.


Sedangkan Kenzo yang masih pura-pura tertidur ia mengambil tanah kering dan melemparnya ke arah Karina. membuat Karina berteriak.


"Rasakan ini wanita jahat"


"Aaa.... Dasar bocah sialan'' Teriak Karina kelepasan karena matanya begitu perih terkena tanah kering yang di lemparkan Kenzo padanya.


''Karina, Juna tangkap wanita itu. Berani sekali dia menyakiti putraku"


"Hey, lepaskan aku " Teriak Karina meraung minta di lepaskan.


"Dengar mungkin saja kau di lepaskan setelah nyawamu terlepas dari tubuhmu, seperti mereka" Bisik Juna sambil memperlihatkan pada preman yang membawa Kenzo.


"baj*g*an"


"Jika aku begitu lalu kau seperti apa? Sekarang lebih baik kau ikut aku dan jangan bertingkah macam-macam jika tidak, kau akan merasakan seperti preman sewaan mu"


Kini Ravin langsung menggendong putranya keluar dari gudang terbeng kalai itu, agar Kenzo tak menyaksikan bagaimana para anak buahnya menghabisi para preman yang sudah menculik putranya.


"Kenzo kau baik-baik saja kan?'' Tanya Ravin dengan raut wajah datarnya, dia nampak khawatir namun ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya saat ini.


Sedangkan Kenzo yang melihat raut wajah sang daddy yang terlihat biasa saja, ia merasa sedikit kecewa.


''Kenzo jawab pertanyaan ku"


"Aku baik-baik saja, dimana mommy. Wanita jahat itu sudah mencelakai mommy juga, apa mommy baik-baik saja? Dimana dia sekarang!'' Kenzo langsung memberondong banyak pertanyaan pada sang daddy, sedangkan yang di tanya hanya diam tak menjawab.


karena ini baru pertama kalinya ravin mendengar putranya yang begitu irit bicara kini berbicara panjang lebar, hanya demi menanyakan keadaan orang asing yang ia panggil mommy.


Mata ravin sedikit berkaca-kaca karena apa yang selama ini ia pikirkan tentang putranya kini tidak terbukti, Ravin memeluk Kenzo dengan sangat erat.


''Apa kau begitu menyayangi orang asing itu?, maksudku Mila wanita yang kau panggil mommy" Tanya Ravin saat ia tengah memeluk tubuh mungil putranya.


"Sangat. da adalah mommy terbaik di dunia ini" ucap kenzo dengan senyum mengembang menghiasi wajahnya, membalas pelukan hangat yang diberikan daddy nya.

__ADS_1


"Anggun jika aku menikah lagi apa kau akan mengijinkan nya, ini demi putra kita. Dan anak ku yang lainnya maaf Anggun jika kau merasa terhianati, tapi mungkin inilah takdir yang harus ku jalani saat ini"


"Kita pulang" Ucap Ravin yang langsung menggendong putranya meninggalkan tempat itu.


SedangkanJuna dan para pengawal lainnya masih membereskan para parasit yang mengganggu kenyamanan tuan majikannya.


*


*


''Dokter bagaimana keadaan kakak saya'' Tanya Mia dengan wajah cemasnya.


"Pasien sudah melewati masa kritisnya, kemungkinan akan sadar setelah beberapa menit kemudian''


"Terimakasih dok, apa saya boleh masuk untuk melihat keadaan kakak saya?"


"Tentu, silahkan"


"Terimakasih" Ucap Mia yang langsung pergi meninggalkan sang dokter yang masih berdiri di tempatnya memandang mia dengan wajah anehnya.


"Aku seperti pernah bertemu dengan gadis itu, tapi dimana ya?'' Ucap sang dokter, ia pun mulai mengingat-ingat kembali. "Ahh sudahlah itu tidak terlalu penting, aku seorang dokter dua puluh sembilan persen pasti melihat orang yang sama setiap harinya''


"Kak jangan membuat ku takut, karena hanya kamulah satu-satunya keluarga yang ku miliki di dunia ini." Mia menggenggam tangan sang kakak dengan deraian air mata yang membasahi pipinya.


"Kak jangan terus membuatku khawatir, bukankah kau ingin melihat adikmu ini menjadi orang sukses di masa depan?" Mia terus mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam hatinya, berusaha untuk menyadarkan Mila dari alam bawah sadarnya


Tanpa Mia sadari sedari tadi ada seseorang yang berdiri di ambang pintu mendengarkan semua keluh kesah Mia, ''Sepertinya kita tidak bisa menemani mommy untuk hari ini, karena ada adiknya yang menjaganya," Ucap Ravin memberikan pengertian pada putranya.


Namun Kenzo menggelengkan kepalanya dengan cepat, dan turun dari gendongan sang daddy kemudian berlari menghampiri Mila yang masih belum siuman.


"Mommy" Gumam Kenzo lirih.


"Kenzo dari mana saja kau, kakak mencari mu dengan sangat cemas tadi, dia bahkan mengira kalau kau di culik orang'' Tanya Mia dengan hebohnya. Namun yang di tanya hanya diam saja tak menggubris pertanyaan yang di ucapkan Mia padanya.


"Ya ampun bocah ini, aku sudah bertanya panjang kali lebar tapi dia tak menghiraukan keberadaan ku'' Kesal Mia.


Setelah melihat putranya lebih memilih menghampiri Mila, Ravin pergi untuk menemui dokter yang menangani Mila untuk mencari tahu bagaimana keadaan bayi yang berada di dalam kandungan mila saat ini.


Ravin berjalan menuju ruangan dokter Ian dokter andalan keluarga Adyaksa, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ia langsung masuk begitu saja. Membuat yang berada di dalam ruangan terkejut saat melihat kedatangan Ravin.

__ADS_1


"Tuan"


"Teruskan saja dulu aku akan menunggumu di luar" Ucap Ravin yang langsung keluar dari ruangan tersebut.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pasien dokter Ian pun keluar dari ruangan itu di ikuti sang dokter di belakangnya.


Pasien dokter Ian menatap ke arah Ravin dengan tatapan anehnya, namun Ravindra bersikap acuh seperti biasanya.


"Tuan mari" Ajak dokter Ian pada Ravindra.


"Hmm..''


"Silahkan duduk"


Dengan instruksi dari dokter Ian, Ravin pun duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan dan sang dokter.


"Bagaimana keadaan bayi nya?" Tanya Ravin tanpa basa-basi.


"Bayi..!?"


"jya bayi.''


"Bayi siapa?" Tanya dokter Ian dengan perasaan bingung nya.


"Aku datang untuk menanyakan tentang bayi wanita itu''


"Bayi. Sepertinya dia tidak hamil" Ucap dokter Ian.


"Hey.. Kau jangan main-main dengan ku, jelas sekali aku melihatnya mual muntah pagi tadi."


"Owh soal itu''


"Bagaimana cara aku menjelaskan nya ya?''


Dokter Ian terlihat sangat bingung.


"Hanya itu, apa maksudmu? cepat jelaskan''


"Hmm... Baiklah, nona Mila sepertinya tidak sedang hamil, tanda-tanda yang anda sebutkan tadi mungkin gejala awal keracunan makan itu, mual muntah di sertai diare dan sakit perut melilit juga di sertai sakit kepala. Tapi jika anda ingin mengetahui informasi lebih jelas untuk memastikan bahwa dia hamil atau tidak silahkan anda bawa gadis itu kedokter Obgyn" jelas dokter Ian panjan lebar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2