
Di lain tempat. Tepatnya di sebuat taman yang terlihat begitu sepi karena hari sudah sangat malam, Mia duduk di bangku sambil menyeruput kopi hangat untuk menenangkan pikirannya.
Mia masih memikirkan kata kata pria yang menyebut dirinya sebagai papa, saat berada di rumahnya siang tadi sampai membuatnya tak bisa tidur malam ini.
"Sebenarnya siapa pria tua itu? kenapa kakak seperti sangat menghindarinya? apa yang sebenarnya tidak aku ketahui.'' Mia menghela nafas panjangnya menatap langit malam yang indah.
"Ini seperti sebuat teka teki yang rumit, apakah ini juga karma karena aku pernah menyembunyikan suatu hal yang besar pada kakak. Dan sekarang kakak membalasnya? tidak, tidak! kakak tidak seperti itu." Mia terus bertanya pada dirinya sendiri.
Angin malam itu tak mendinginkan suhu tubuhnya, namun otaknya terasa beku karena tak bisa memikirkan apapun saat ini. "Aku harus mencari tahu siapa pria tua itu.'' Gumam Mia lirih.
"Apa kau sedang memikirkan sesuatu?'' tanya seseorang yang Mia hapal betul siapa pemilik suara itu.
"Bukan urusan mu!" jawab Mia dengan nada ketusnya, tanpa melihat orang yang kini sedang berdiri memakai penutup kepala tak memperlihatkan wajahnya.
"Apa kau yakin? aku sangat tahu apa yang ada di dalam otak kecilmu itu nona! jadi jangan sok pintar saat berada di hadapanku." Ucapnya sarkas.
Mia mendengus kesal, kini ia pun mulai menatap ke arah orang yang berdiri di hadapannya kini. "Otakku memang kecil, tapi jangan meremehkan kemampuanku!'' seru Mia dengan wajah kesalnya.
"Hmm aku tahu itu, karena gen seorang ayah pasti akan turun pada anaknya.''
"Hey, apa maksudmu. Jangan membuatku kesal dan membawa bawa nama orang tua disini, karena ayah dan ibuku sudah tak ada di dunia ini." Emosi Mia langsung memuncak dan langsung menghampiri orang yang ada di hadapannya dan berusaha membuka penurup kepalanya. Namun dengan cepat orang itu mencegahnya dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Hey sebenarnya kau itu siapa? kau memang pernah membantu ku untuk mrnyelidiki kasus perselingkuhan kakak, tapi kau tak bisa menyeretku begitu saja dari sini. Lepaskan!'' Mia terus memberontak. Namun orang yang memakai menutup kepala terus menarik tangannya meninggalkan tempat itu.
"Aku akan memberi tahu siapa aku, dan dimana ayahmu berada tapi bukan disini."
"Omong kosong!'' ayahku sudah tiada kenapa kau terus mengatakan tentang ayahku. Tunggu! apa ini berkaitan dengan pria tua itu?"
"Ya, dan sekarang duduk diam dan ikut dengan ku.''
"Kau akan membawaku kemana?" tanya Mia saat orang memakai penutup kepala itu kini membawa nya ke dalam mobil.
__ADS_1
"Duduk dan diam, itu lebih baik gunakan otak dan akal mu saat sedang bekerja."
"Cihh kasar sekali, apa begitu caramu membujuk seorang gadis. Aku tidak yakin kalau kau sudah memiki istri atau kekasih." Ucap Mia yang langsung memanyunkan bibirnya.
Sedangkan pria misterius yang memakai penutup kepala itu hanya diam dan tak mengatakan apapun lagi, ia mengemudikan mobilnya ke sebuat tempat yang tak jauh dari tempat mereka tadi hanya saja Mia merasa sedikit takut karena dia di ajak ke sebuah vila yang terkenal angker.
"Untuk apa kau membawaku kesini? uji nyali atau uka uka?'' tanya Mia yang enggan turun dari mobil.
"Cepat turunlah, atau hantu disini akan memakanmu bulat bulat."
"Tidak, tidak tunggu aku!'' seru Mia yang langsung keluar dan berlari mengejar pria yang menutupi seluruh kepalanya.
Mia berjalan beriringan dengannya, ia berusaha keras untuk melihat siapa pria yang ada di balik penutup kepala itu. Namun usahanya hanya sia sia saja saat pria misterius itu menjauhkan dirinya dari Mia.
"Jangan menatapku seperti itu, dan lihat ke arah pijakanmu jika tidak kau pasti akan jatuh terdandung semak belukar disini."
"Siapa yang melihat mu, percaya diri sekaki kau ini." Sanggah Mia.
Bugh...
''Awhh... Lututku'' Mia meringis saat lututnya mendarat sempurna di tanah.
"Sudah ku peringatkan padamu lihat jalan!" seru pria itu dengan nada dinginnya.
"Aku sudah berusaha, lagi pula kenapa kau membawaku ketempat seperti ini. Kau tidak akan berbuat macam macam padaku kan? kau harus ingat aku ini gadis baik baik!"
''Buang otak kotormu itu, lagi pula aku sama sekali tidak tertarik dengan tubuh mu yang tipis itu.'' Jawab sang pria dengan telak dan meninggalkan Mia begitu saja.
"Apa? tipis dia bilang! apa matanya sudah katarak.'' Mia merasa sangat kesal pada pria misterius itu.
"Aku yakin dia pasti pria jelek, tua dan katarak itu mengapa dia memutuskan untuk menyembunyikan wajahnya itu di balik penutup kepalanya." Ucap Mia yang langsung berdiri dan jalan melewati semak semak untuk mencapai sebuah vila yang terkenal angker di mata masyarakat sekitarnya.
__ADS_1
"Entahlah dia waras atau tidak, tapi yang pasti aku juga ikut bodoh karena aku juga mengikuti nya sampai kesini.''
"Cepatlah kau lama sekali."
"Kau pikir ini mudah!" kesal Mia yang berusaha keras melewati semak belukar yang tumbuh subur di sekitar vila.
"Tuan anda sudah kembali.'' Ucap seseorang mengejutkan Mia.
"Aaa... Siapa itu? tolong jangan makan aku, aku mohon. Karena aku belum menikah aku masih muda dan dagingku sangat pahit." Mia merasa sangat ketakutan keringat dingin pun kini mulai bercucuran membasahi keningnya.
Sedangkan pria penjaga, yang di tugaskan pria misterius itu pun hanya diam tak mengatakan apapun lagi saat tuannya memberikan kode untuk pergi.
"Konyol sekali." Ucap pria misterius itu yang langsung membawa Mia ke tempat rahasia nya. Sedangkan Mia hanya menurut saja tanpa membuka matanya.
Namun. Sebuah cahaya membuat matanya silau membuat mia merasa sangat penasaran dan mulai membuka matanya, kini Mia merasa sangat terkejut saat melihat di dalam vila angker itu seperti sebuah rumah mewah.
"Apa aku sudah masuk ke dunia lain? dan dimana pria itu." Mia menatap ke sekelilingnya, namun ia tak menemukan keberadaan siapapun di sana.
"Hiks...Hiks.. Sepertinya aku tersesat di dunia hantu saat ini. Kakak tolonglah adikmu yang malang ini.'' Mia menangis sendu menyembunyikan wajahnya di balik kedua lututnya.
"Apakah sudah selesai dengan drama konyol mu?"
Mendengar suara pria misterius, Mia pun langsung berdiri dan menatapnya dengan sangat intens.
"Sebenarnya siapa kau? dan kenapa kau membawaku ke tempat ini. Apa tujuanmu Sebenarnya? dengar aku tidak suka berbasa basi jadi perlihatkan wujud aslimu sekarang! bukankan ini adalah dunia hantu mu jadi buka saja penutup kepalamu itu, jangan malu jika wajahmu jelek aku akan tetap diam dan tak akan berkomentar apapun tentang rupamu.'' Ucap Mia panjang lebar.
Sedangkan pria misterius itu hanya mendengus kesal saat mendengar ucapan Mia padanya. ''Baiklah aku akan membuka penutup kepala ini dan memperlihatkan siapa diriku padamu, tapi setelah ini kau harus membantu ku untuk mengerjakan suatu misi rahasia dariku.'' Ucapnya dan langsung di angguki oleh Mia.
Dengan sangat perlahan, kini pria itu pun membuaka penutup kepalanya dan memperlihatkan sosok aslinya. Mia menutup mulutnya yang terbuka lebar saat melihat siapa sosok di balik menutup kepala itu.
Bersambung...
__ADS_1