
Ravin mendekat ke arah Mila. Membuat Mila sedikit memundurkan tubuhnya. Ravin menarik seatbelt dan memasangkannya pada Mila, wajah tampan Ravin pun kini sangat dekat dengan nya membuat ia semakin gugup dan salah tingkah. Hingga suara detak jantung nya pun terdengar sampai ke telinga Ravin.
"Apa yang kau pikirkan'' Ucap Ravin saat menjauhkan tubuhnya dari Mila.
" Hmmm.. Tidak ada tuan " Jawab Mila dengan gugup. Sedangkan Ravin yang mendengar jawaban Mila hanya menggelengkan kepalanya.
"Mommy, daddy cepatlah mengapa kalian hanya diam saja'' Ucap Kenzo dengan wajah tidak sabar karena ingin tahu kemana mereka akan pergi. Setelah mendengar ucapan putranya Ravin pun langsung melajukan mobil nya membelah jalanan.
Dalam perjalanan suasana nampak hening tak ada obrolan atau hanya sekedar basa basi di antara mereka, hanya suara Kenzo yang sesekali bertanya pada Mila memecah keheningan dalam ruangan itu.
Setelah beberapa saat mengendara Ravin pun memarkirkan mobil nya di sebuah halaman tempat wisata yang paling populer di kota nya, tanpa banyak kata Mila langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Kenzo.
"Mommy apa kita sudah sampai'' Tanya Kenzo dengan wajah cerianya. Karena ini baru pertama kalinya ia mendapat kejutan istimewa, yaitu pergi bersama dengan mommy dan daddy nya. Walaupun Kenzo tahu wanita yang ia panggil sebagai mommy nya bukanlah wanita yang melahirkannya ke dunia ini, namun kasih sayang yang Kenzo dapatkan dari Mila begitu tulus membuat Kenzo nyaman berada di samping Mila.
"Iya anak tampan kita sudah sampai, ayo biar aku gendong''
"Tidak mom, aku sudah besar jadi aku akan berjalan saja'' Tolak Kenzo yang langsung berjalan memegangi tangan Mila, sedangkan Ravin hanya diam melihat interaksi putranya yang begitu dekat dengan mila.
Mila mengerutkan keningnya saat melihat tempat wisata itu begitu sepi dan tak ada pengunjung satu pun disana. ''Tunggu apa tempat ini libur, tapi aku yakin tadi aku berhasil membeli tiketnya'' Gumam Mila yang langsung mengambil ponsel nya untuk memastikan bahwa yang ia tidak keliru.
"Sudah benar dan berhasil tapi''
''Mommy ada apa?'' Tanya Kenzo saat melihat Mila hanya berdiri mematung menatap ponsel nya.
"Tidak ada sayang. Ayo'' Ajak Mila dengan ragu-ragu memasuki tempat itu. lalui ia melirik sekilas pada ravin yang sedang sibuk berbicara dengan seseorang di telepon.
"Lihatlah di sana ada premen kapas ayo kita beli'' Ajak Mila yang di angguki Kenzo dengan penuh semangat.
"Lets go''
"Tolong berikan itu satu'' Tunjuk Mila pada salah satu premen kapas yang berbentuk lucu.
"Terimakasih" Ucap Mila saat sudah selesai membayarnya.
__ADS_1
"Stop Kenzo jangan makan makanan aneh itu, itu tidak baik untuk kesehatan'' Ucap Ravin dengan wajah tegasnya.
''Tuan ini hanya premen kapas dan.."
"keau jangan mengajariku'' Sahut Ravin yang langsung memotong perkataan yang di lontarkan Mila padanya.
Mila menghela nafasnya saat mendengar berbagai ocehan Ravin yang melarang ini dan itu, kini acara menikmati berbagai wahana yang ada di sana pun hanya tinggal angan-angan saja. Karena sejak insiden premen kapas ravein terus melarang Kenzo dan Mila untuk melakukan hal yang ingin mereka lakukan di sana.
"Mommy aku bosan sekali''
''Aku juga''
"Mommy, daddy tidak membiarkan kita bermain di tempat ini harusnya kita tak mengajaknya tadi''
"Hmm kau benar''
"Mommy daddy sedang sibuk dengan pekerjaan nya, lebih baik kita pergi aku ingin sekali menaiki itu'' Tunjuk Kenzo pada salah satu wahana yang paling di sukai para anak-anak mau pun orang dewasa.
"Tapi..''
Namun Mila takut jika Ravin akan murka padanya nanti. Kini ia pun melirik ke arah Ravin yang masih sibuk berbicara di telepon.
"*A*pakah dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya sebentar saja demi menyenangkan hati putranya sendiri"
Mila pun menghela nafasnya, dan mengiakan apa yang di inginkan Kenzo. Saat ini mereka sudah berada di dalam wahana wajah Kenzo berbinar bahagia saat menaiki nya. ''Waw mommy ini terlihat keren dan sangat menyenangkan.'' Teriak Kenzo bahagia.
Kini mereka berdua pun mulai bermain dan melupakan keberadaan Ravin di sana. "Ini sangat menyenangkan mommy'' Ucap Kenzo saat menuruni wahana permain itu.
''Iya kau benar, ayo kita lihat kesana'' Ajak Mila. Namun langkah mereka terhenti saat mendengar suara bariton di belakang mereka. Mila dan Kenzo pun kini saling menatap dan memutar tubuh mereka secara bersamaan.
"Apa kalian tidak mendengar kan aku?''
"Tuan sebaiknya kau ikut kami sebentar'' wil mengedipkan sebelah matanya pada Kenzo, dan Kenzo yang mengerti kode rahasia itu pun mulai membantu Mila untuk membawa Ravin dari sana.
__ADS_1
'' Lepaskan aku'' Ucap ravin memberontak. Saat dua manusia di hadapan nya kini membawanya pergi secara paksa.
"Tuan aku mohon untuk kali ini saja, jangan menolak lihatlah putramu yang sangat bersemangat dengan hal ini apa kau ingin membuat wajah bahagianya menjadi sedih.'' Bisikan Mila membuat Ravin langsung melihat ke arah putranya yang begitu bersemangat membawanya ke sebuah wahana permain boom-boom car yang ada di sana.
Tanpa ia sadari Ravin pun tersenyum dan kini menggendong putranya berjalan ke arah wahana tersebut. "Daddy apa kau tidak marah?''
"Tidak. Wahana itu adalah salah satu mainan favoritku dulu'' Ucap Ravin yang mulai mengingat kembali masa kecilnya yang indah bersama mommy dan daddy nya. Namun masa indah itu mungkin tidak di rasakan oleh putra kecilnya saat ini.
''Maafkan aku Kenz'' Ucap Ravin lirih. Menatap putranya dengan wajah penuh penyesalan.
"Daddy cepatlah aku sudah tidak sabar untuk menaiki itu''
Dari tempat yang tidak terlalu jauh dari dua pria beda usia itu Mila berdiri menatap mereka dengan perasaan senangnya. Mila sangat senang Karena misinya untuk mendekatkan kenzo dan ravin berjalan dengan lancar. tak lupa ia pun memotret momen itu dan mengirimkan nya pada nyonya renata.
[Misi berhasil]
Ting..
Suara pesan masuk di ponsel nyonya Renata.
Iia pun langsung membuka pesan gambar yang di kirimkan mila padanya. Nyonya Renata tersenyum saat melihat foto yang di kirimkan mila padanya.
"Kerja yang bagus Mila, aku harap setelah ini kenzo akan semakin dekat dengan daddy nya'' Gumam nyonya Renata lirih.
Di saat ia sedang asyik menatap potret putra dan cucu kesayangan nya. Namun tiba-tiba nyonya Renata merasa sangat terganggu saat mendengar suara keributan yang ada di luar mansion.
"Ada apa disana Pak Lim'' Tanya nyonya Renata berteriak memanggil kepala pelayan mansion.
"Iya nyonya besar'' Pak Lim pun datang dari arah belakang dan langsung menghadap nyonya Renata.
"Ada keributan apa di luar sana pak?''
"Saya akan melihatnya nyonya'' Ujar pak Lim yang langsung berlalu dari hadapan nyonya Renata.
__ADS_1
Bersambung