
"Bos'' Para preman itu terlihat begitu ketakutan saat melihat Karina memegang sebuah pistol dan mengarahkan nya pada mereka.
"Siapa yang membuat bocah tengik itu tertidur?" Tunjuk Karina pada Kenzo yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri.
Mendengar perkataan Karina, para preman pun menunjuk pada salah satu diantara mereka dengan wajah yang Sedikit berkeringat karena ketakutan.
"Dasar tidak berguna haha...." Aawa Karina membuat para preman itu pun merinding, saat mendengar suara tawanya.
"Wanita ini benar-benar seperti psikopat"
"Hey, kau kemarilah" Tunjuk Karina pada pria yang kini sedang mengumpat nya dalam hati, pria terlihat ketakutan saat melihat karina terus mengangkat pistolnya ke arah sang pria.
"Kau mau apa bos" Tanya si preman itu, sangat enggan menuruti perintah Karina untuk mendekat padanya.
"Siapa kau benani sekali tidak mematuhi perintah ku'' Ucap Karina dengan suara lantang, hingga membangunkan Kenzo dari pingsannya.
"Mommy" Gumam Kenzo lirih. Kenzo langsung memindai seluruh ruangan itu dan ia pun begitu terkejut saat melihat Karina juga ada di sana dengan membawa senjata di tangannya.
''Kau urus bocah tengik ini, sedangkan aku akan mengurus wanita kampungan itu" perintah Karina pada pria preman.
"Siapa yang anda maksud wanita kampungan bos?" Tanya pria preman karena ia sangat begitu penasaran siapa yang di maksud oleh wanita psikopat yang ada di hadapannya kini.
"Itu bukan urusanmu, kau tidak perlu tahu. Tugasmu hanya mengurusnya saja" Tunjuk karina pada Kenzo yang masih terbaring di sana.
"Aku tahu mungkin yang dimaksud wanita jahat itu adalah mommy, aku harus mencari bantuan daddy secepatnya tapi bagai mana ponselku sudah hancur" Ucap Kenzo dalam hatinya, Kenzo pun kembali memejamkan matanya untuk berpura-pura masih tak sadarkan diri untuk mengelabui para preman, agar ia bisa keluar dari tempat yang begitu menjijikkan bagi Kenzo "Wanita jahat, lihat saja jika kau sampai melukai mommy ku. Aku tidak akan mengampunimu" ucao Kenzo dalam hatinya, menatap karin dengan wajah penuh dengan kebencian.
Sedangkan di luar tempat tersebut seluruh pengawal Ravin sudah mengepung tempat itu, namun mereka masih diam karena belum mendapatkan perintah dari tuan mudanya.
"Jangan sampai lengah, pastikan tidak ada seorang pun yang bisa keluar dari tempat ini" Ucap Erik ketua dari para pengawal Ravin.
"Siap bos"
"Lalu bagaimana dengan tuan kecil di dalam"
__ADS_1
"Kalian tenang saja, semuanya aman tuan kecil sepertinya masih tak sadarkan diri setelah mendapatkan pukulan dari baji*g*n itu"
"Lalu apa yang akan kau lakukan nanti?"
"Memotong tangannya, karena dia sudah berani menyentuh tuan kecil kita"
"Baiklah, aku serahkan semuanya pada kalian'' ucap sang ketua.
*
*
"Iya, hallo ada apa?" Tanya Juna dalam sambungan teleponnya, sambil menyetir mobil untuk menuju ke lokasi dimana Kenzo di sekap saat ini.
[Tuan, nona Mila di larikan ke rumah sakit dugaan dokter dia keracunan makanan]
"Apa! lalu bagaimana keadaannya sekarang"
"Baiklah kalau begitu urus saja terlebih dahulu. aku dan tuan muda harus menjemput tuan kecil terlebih dahulu" Ucap Juna di akhir panggilannya.
"Ada apa?" Tanya Ravin saat melihat perubahan raut wajah asisten pribadinya langsung berubah seketika, saat setelah menerima panggilan telepon.
"Sekarang aku harus apa? mengatakan yang sejujurnya saat ini juga atau nanti setelah kami membawa tuan kecil ke mansion"
"Juna aku bertanya kepada mu, kenapa kau malah diam saja" Ucap Ravin dengan nada tegasnya saat melihat asisten pribadi nya hanya diam saja tak memperdulikan pertanyaannya.
"Maaf tuan, saya baru mendapat informasi dari pengawal yang anda tugaskan untuk menjaga nona Mila. Nona Mila sedang kritis di rumah sakit" Juna berkata dengan sedikit gugup, sambil menatap wajah Ravin melalui kaca spion. Ia ingin melihat seperti apa reaksi tuan muda nya saat mendengar wanita yang begitu dekat dengan putranya sedang berada di rumah saat ini.
Namun sayangnya yang di harapkan Juna tak terjadi, Ravin hanya diam tak berkomentar apapun atau sekedar bertanya keadaannya saat ini membuat Juna yakin bahwa tuan mudanya benar-benar tidak memiliki perasaan lain untuk Mila.
"Aku pikir saat tuan muda memerintahkan beberapa pengawal untuk menjaga nona Mila karena dia sudah mulai memiliki perasaan lain pada wanita itu, namun ternyata aku salah. Maafkan aku Riri mungkin kali ini aku tidak bisa menepati janjiku padamu."
Jalanan yang begitu terjal saat membuat Juna sedikit kesulitan untuk mengendarai mobilnya, sedangkan Ravin seperti tak perduli dengan hal itu. Ravin diam melamun memikirkan sesuatu yang hanya dia sendiri yang tahu.
__ADS_1
Setelah menempuh jarak beberapa kilometer dari kota, dengan melewati jalanan yang berkelok-kelok akhirnya mobil yang di kendarai Juna pun sampai di tempat tujuan. Juna dan Ravin keluar dari dalam mobil dan memindai seluruh lokasi itu.
"Tuan muda anda sudah datang?" Tanya Erik untuk berbasa-basi menghampiri big bosnya.
"Tak perlu berbasa-basi, dimana putraku dan siapa yang sudah berani membawanya ke tempat ini.''
"Di dalam ada sekelompok preman dan satu wanita, tapi sayangnya kami tidak bisa melihat wajahnya karena wanita itu menggunakan penutup wajah." Ucap Erik menjelaskan.
"Lalu dimana putraku saat ini?"
"Masih di dalam, sepertinya tuan kecil masih tak sadarkan diri" Ucap Erik keceplosan.
"Apa katamu! kenapa dia sampai tak sadarkan diri?" Tanya Ravin dengan raut wajah garang nya, membuat Erik sedikit ketakutan saat melihat tuan muda dengan mode mafianya.
Ya, sebelumnya ravin adalah seorang ketua mafia berdarah dingin sebelum ia menikah dengan Anggun wanita yang sangat begitu ia cintai. Namun setelah ia menikah dengan Anggun Ravin berjanji tidak akan menginjakkan kakinya di dunia hitam itu lagi untuk selamanya. Dan sampai setelah Anggun tiada Ravin masih menyimpan janjinya untuk sang istri.
"Bodoh. Lalu kenapa kalian hanya diam saja melihat putraku mendapatkan perlakuan buruk seperti itu"
"Maaf tuan'' Hanya kata itulah yang keluar dari mulut Erik saat ini.
"Menyingkir kau'' Ravin pun mendorong tubuh Erik hingga tersungkur ke tanah, dengan langkah penuh amarah Ravin memasuki gudang terbengkalai itu untuk mencari keberadaan putranya. Dan juna yang masih setia mengikutinya dari belakang.
Braakk... Braakk...
Suara pintu di tendang. Membuat manusia yang berada di dalamnya menatap kearah sumber suara.
"sial" Kini Karina merasa dirinya sedang sangat terdesak, ia pun berlari untuk menghampiri Kenzo.
"Diam di tempat atau peluru ini akan menancap tepat di kepalamu'' Ancam Ravin membuat langkah Karina pun terhenti seketika.
"Siapa kau dan apa tujuan mu untuk menyandera putraku, apakah kau sudah bosan hidup.'' Teriak Ravin pada wanita yang menutupi seluruh tubuhnya, kini sedang berdiri membelakangi nya.
Bersambung.
__ADS_1