
Hendra menggendong tubuh Mila ala bridal style dan membawanya pergi keluar melewati pintu belakang rumah itu. Karena tidak memungkinkan baginya untuk membawa Mila lewat pintu depan.
"Maafkan aku sayang, aku melakukan semua ini untuk kebaikan hubungan kita. Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut cintaku termasuk tuan Ravin sendiri, aku tidak perduli siapa dia tapi bagiku kau adalah segalanya.''
"Aku akan menikahimu kembali dan kita akan hidup bahagia bersama seperti dulu lagi" Hendra membawa Mila dengan cepat sebelum Ravin mulai menyadari keberadaan nya disana.
Hendra memasukan Mila masuk ke dalam mobilnya, dan pergi meninggalkan tempat itu Hendra berencana akan membawanya pergi ke suatu tempat yang jauh dari sana.
Hendra terpaksa mengambil keputusan itu setelah mengetahui kebenaran siapa Ravin sebenarnya. Ya! Hendra mengetahui nya beberapa saat yang lalu, saat Ravin membawa mila ketempat yang pernah Mila ceritakan padanya dulu.
"Kau adalah Mila ku, bukan Lala nya. Walaupun dia lebih punya segalanya dariku tapi aku tidak akan pernah mundur untuk terus untuk memiliki mu kembali."
Di dalam mobil Ravin membuka matanya dan melihat jam di pergelangan tangannya. "Sudah lama sekali Lala pergi Tapi kenapa dia belum juga kembali'' Ravin merasa sangat bosan duduk menunggu sendirian di dalam mobilnya.
Karena sudah tak sabar lagi untuk menunggu Mila kembali, kini Ravin pun berinisiatif untuk menghampiri Mila ke dalam rumah sederhana itu.
"Lala apakah kau kesulitan mencari foto ayahmu?'' Tanya Ravin saat memasuki ruang tamu.
"Lala ayo keluar saja kau tidak perlu mencarinya lagi kita akan mencarinya dengan cara lain saja. Kenzo pasti sedang kesal karena terlalu lama menunggumu, ayo kita harus kembali ke mansion sekarang.'' Ajak Ravin yang berbicara dengan lemah lembut. Namun tak ada jawaban apapun dari Mila, rumah itu terlihat sangat sepi seperti tak ada penghuninya.
"Kenapa Lala tak menjawab pertanyaan ku'' Ravin merasa curiga dan langsung masuk memeriksa seluruh ruangan yang ada di dalam rumah itu.
"Lala, apa kau di dalam?" Ravin mencari keberadaan Mila di seluruh ruangan, namun sayangnya ia tak menemukan keberadaan Mila disana.
"Apa dia pergi dari sini. Itu tidak mungkin sekali." Ravin merasa aneh saat ia menginjak sesuatu dan langsung melihatnya.
"Foto. Pria ini, apakah pria ini adalah Ayah Lala ku?'' Tanya Ravin dengan wajah tak percaya nya. Kini pandangan ravin pun tertuju pada pintu belakang rumah itu yang terbuka lebar.
"Sial. Ada yang sedang bermain-main denganku" Ucap Ravin yang langsung mengepalkan tangannya dan keluar dari rumah itu dengan cepat.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun membawa Lala ku pergi" Ravin langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh untuk mencari keberadaan Mila saat ini.
__ADS_1
"Erik kumpilkan semua anak buahmu untuk mencari Mila Agatha sekarang juga. Dan periksa semua kendaraan yang lewat jangan sampai ada yang terlewat dan bobol semua cctv sepanjang perjalana dari rumah Mila. Lakukan semunya dengan cepat, sebelum dia di bawa pergi jauh dari kota ini.'' Perintah Ravin melalui sambungan teleponnya, Ravin melemparkan ponselnya begitu saja setelah memberikan perintah.
"Siapapun yang membawa Lala ku pergi, maka aku tidak akan segan-segan untuk menghukum nya." Ucap Ravin dengan wajah penuh kemarahan.
*
*
''Aunty dimana mommy, kenapa dia lama sekali?'' Tanya Kenzo dengan wajah murungnya.
"Entahlah, Aku juga sedang berusaha untuk menghubungi nya tapi kakak tidak bisa di hubungi sama sekali'' Jawab Mia, Yang sedang pokus pada layar ponselnya.
"Barang-barang ini tidak bisa dikirim jika tidak ada tanda tangan dari kakak, sebenarnya kenana dia pergi sudah hampir satu jam aku menunggunya. Bisa saja pengiriman hari ini gatot alias gagal total.''
"Aunty, aku rindu mommy"
"Sabar Zo kita tunggu sebentar lagi, mungkin saja kakak terjebak kemacetan panjang'' Jawab Mia asal.
"Zo Kenapa disana ramai sekali, Apakah ada hal yang serius?'' Tanya Mia menunjuk pada para pengawal mansion yang masuk ke dalam beberapa mobil.
Mia melihat pada ke arah para pria berbaju hitam itu kini memenuhi semua mobil yang terparkir disana, diantara puluhan pria itu kini tatapan Mia tertuju kepada Erik yang tengah sibuk memberikan sebuah intruksi pada yang lainnya.
"Kalau dilihat dengan teliti dari segi mana pun dia terlihat tampan, tapi sayangnya pria di mansion ini kayak kanebo kering semua. Cihh.. Bisa karatan kalu jadi istri salah satu di antara mereka. Huhh sangat sulit di bayangkan.''
Mia memegangi lengannya yang tiba-tiba merinding saat memikirkan hal yang jauh di luar logikanya. "Kau ikut aku" Ajak Erik menyadarkan Mia dari haluannya.
"Hah sejak kapan kau disini?'' Tanya Mia yang begitu terkejut dengan kedatangan Erik secara tiba-tiba. Namun Erik tak menjawab pertanyaan Mia, Ia langsung pergi menarik tangan Mia untuk bergabung dengan tim nya untuk mencari keberadaan Mila.
"Tidak sopan cepat lepaskan tangan ku'' Mia memukuli pergelangan tangan Erik, namun Erik tak memperlihatkan ekspresi apapun.
"Aku rasa sepertinya tangan mu terbuat dari batu"
__ADS_1
"Diam dan duduk saja, ikut dengan kami untuk mencari keberadaan kakakmu'' Ucap Erik sambil menutup pintu mobil itu.
"Apa maksudmu dimana kakakku?'' Tanya Mia sedikit berteriak.
"Diam dan jangan berbisik, jangan sampai tuan kecil mendengar suara sumbang mu'' Ucap Erik memperingatkan Mia dan melajukan mobilnya untuk mencari keberadaan Mila.
*
*
Di tempat lain. Kini mobil Hendra sudah sampai di pelabuhan. Hendra benar tidak main-main dengan keputusannya. Ia akan membawa Mila ke sebuah pulau terpencil agar dia bisa hidup bersama dengan Mila kembali.
Namun sebelum ia pergi ke tempat yang dituju nya. Hendra akan mendatangi tempat sewaannya terlebih dahulu untuk menikahi Mila kembali, karena tak memungkinkan untuk Hendra menikah disana karena suku dan adat yang berbeda.
"Rias dia secantik mungkin" Ucap Hendra pada perias pengantin tersebut.
"Baik tuan''
Hendra menidurkan tubuh mantan istrinya yang masih tak sadarkan diri secara perlahan, setelah itu ia pun keluar dari ruangan itu untuk mempersiapkan dirinya sebagai calon pengantin pria.
SATU JAM KEMUDIAN
Kini para perias pengantin itu sudah selesai mendandani Mila bak putri dalam dongeng.
"Gadis ini terlihat seperti putri tidur dengan gaun pengantin yang indah'' Ucap sang perias sebelum ia pergi meninggalkan Mila disana.
Setelah kepergian perias pengantin itu, Mila mulai membuka matanya dan memindai seluruh ruangan yang terasa begitu asing baginya. Mila mulai memegangi kepalanya yang masih terasa sangat pusing.
"Dimana aku sekarang?" Tanya Mila pada dirinya sendiri, kemudian bayangan saat Hendra berada di rumahnya pun kembali muncul di ingatan Mila.
"Hendra apa yang dia lakukan padaku'' Kini Mila terkejut saat melihat pantulannya di cermin, gaun pengantin dan mahkota indah sudah tertanam di kepalanya.
__ADS_1
"Apa ini aku tidak mau menikah dengan nya kembali. Aku harus pergi dari tempat ini sebelum Hendra datang menjemputku''
Bersambung