
Di meja makan Ravin terus memperhatikan Mila yang sedang menyuapi putranya, membuat Mila sedikit risih karena tatapan aneh yang di tunjukan Ravin padanya.
"Ada apa dengan tuan muda kenapa dia terus menatapku seperti itu?'' tanya Mila dalam hatinya.
Nyonya Renata hanya menggelengkan kepalanya saat melihat putranya terus memperhatikan Mila, ia mengerti bahwa putranya kini sudah mulai tertarik pada Mila namun nyonya Renata tak mengetahui bahwa Mila adalah cinta masa kecil putranya. Yang pernah Ravin cari beberapa tahun yang lalu sebelum Ravin memutuskan untuk menikah dengan Anggun.
"Hmmm.. vin bagaimana keadaan di kantor apa semuanya baik-baik saja?'' Tanya nyonya Renata berbasa basi untuk mengalihkan perhatian sekaligus menghilangkan kecanggungan di ruangan itu.
"Semuanya baik mom, kau jangan khawatir!'' Sahut Ravin dengan memakam sarapannya dengan sangat lahap.
"Aku percaya padamu" Ucap nyonya Renata dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Ayo'' Ajak Mila pada Kenzo yang sudah selesai dengan sarapannya, Kenzo hanya menganggukan kepalanya dan mulai berpamitan pada nyonya renata.
"Grandma aku pergi dulu''
"Iya sayang''
"Aku akan mengantarkan kalian berdua" Sahut Ravin yang langsung berdiri dan menggendong putranya keluar dari mansion dengan Mila yang mengikuti nya dari belakang.
''Nyonya, apakah anda melihat tuan muda sedikit berbeda hari ini'' Tanya Pak Lim saat membereskan meja makan.
"Iya kau benar pak Lim, hari ini setelah dua puluh lima tahun Ravin kembali memperlihatkan sisi aslinya. Dia adalah sosok yang ceria sama seperti Kenzo hanya saja setelah kejadian hari itu Ravin berubah menjadi pria yang dingin dan kaku, walau Anggun sangat begitu di cintai oleh Ravin namun dia pun tak bisa mengembalikan senyuman ravin yang hilang dan.. " Ayo nya Renata terdiam dan tak meneruskan kata-kata nya kembali dan ia pun lebih memilih pergi masuk ke dalam kamarnya.
Pak Lim menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. ''Semoga ini adalah awal yang baik untuk akhir yang baik.'' Gumam pak Lim lirih.
*
Di dalam mobil kecanggungan pun di mulai, Mila merasa sangat aneh dengan sikap Ravin yang berbeda dari biasanya, pria yang biasanya diam seperti patung kini mulai sering tersenyum walau senyuman nya terlihat kaku dan sedikit aneh bagi Mila.
"Mom, dad. Aku masuk dulu'' Pamit Kenzo pada Ravin dan Mila dan berlari memasuki gedung sekolah nya.
"Jangan berlari'' Ucap milw memperingatkan.
__ADS_1
"Baik mom'' dengan patuh Kenzo pun langsung menuruti perintah Mila padanya.
"Aku ingin bicara sesuatu dengan mu'' Ravin mulai membuka pembicaraan dengan Mila dengan raut wajah yang di buat semanis mungkin, namun sebelum Mila menjawab pertanyaan Ravin padanya. Ponsel Ravin berbunyi terlebih dahulu memotong pembicaraan yang baru saja akan mereka berdua mulai.
"Ada apa'' Tanya Ravin dengan nada ketusnya, Karena merasakan sangat kesal pada Juna yang menelpon nya di waktu yang tidak tepat.
[Tuan ini darurat, anda harus segera datang kemari sekarang juga]
"Baiklah, aku akan datang sekarang!" Seru Ravin yang langsung menutup teleponnya.
Setelah mendengar percakapan Ravin, Mila pun berinisiatif langsung keluar dari mobil itu. ''Kau mau kemana?" Tanya Ravin saat melihat Mila yang akan keluar dari mobilnya.
"Anda pasti sedang terburu-buru tuan biar saya naik taksi saja untuk kembali ke mansion"
"Tidak, aku tidak akan membiarkan mu pergi sendiri. Sekarang pakai sabuknya dan aku akan mengantarkan mu ke mansion dengan selamat.'' Ucap Ravin dengan penuh ketegasan.
''Tapi tuan"
"Diam dan jangan banyak protes'' Ravin langsung memotong perkataan Mila. Dengan pasrah Mila pun mengikuti perkataan Ravin untuk mengantarkan nya kembali ke mansion.
"Ingat kau harus mengantarkan makan siangku jam sebelas siang dan jangan sampai terlambat'' Ucap Ravin mengingatkan Mila.
"Baik tuan'' Sahut Mila dengan sedikit membungkukan badannya.
"Aku pergi dulu'' Pamit Ravin pada Mila dengan senyuman yang merekah menghiasi wajahnya, membuat Mila merasa semakin aneh dengan sikap dingin Ravin berubah menjadi pria yang hangat.
"Apa aku tidak salah lihat, aku rasa tuan muda sangat aneh sekali hari ini atau hanya perasaan ku saja ya!" Mila menatap mobil yang di kendarai ravin yang semakin jauh dari pandangannya.
*
*
Setelah selesai dengan masalah kantor nya kini Ravin duduk diam tak melakukan apapun selain menatap ke arah jarum jam yang berjalan sangat lambat bagi Ravin. ''Kenapa hari ini jam nya kambat sekali'' Ravin merasa kesal menunggu Karena ia sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Mila menceritakan semua hal yang terjadi dalam hidupnya. Hingga ia terpaksa harus pergi dalam waktu yang lama.
__ADS_1
"Lala aku sudah tidak sabar untuk melihat reaksimu nanti, aku harap kau masih ingat denganku jika tidak aku pasti akan merasa sangat sedih dan kecewa" Ravin terus bergumam sendiri. Kini pintu depan nya di ketuk oleh seseorang menyadarkan Ravin dari lamunannya.
"Masuk'' Sahut Ravin setelah merapikan pakaian nya dan bersikap seperti biasanya.
"Tuan muda saya membawakan makan siang anda"
Ravin langsung tersenyum saat mendengar suara orang yang sedang ia tunggu kini sudah ada di hadapan nya, ''Bawa kemari'' Titah Ravin. Sesuai perintah Ravin Mila pun berjalan mendekat ke arah pria yang sedang duduk manis di kursi kerjanya.
"Apa anda akan memakannya sekarang tuan'' Tanya Mila dengan nada ramahnya.
"Iya'' Jawab Ravin singkat dan langsung membuka semua rantang makanan yang di bawakan Mila untuk nya.
"Kalau begitu saya pamit tuan, Karena saya harus menjemput tuan kecil di sekolah"
"Kau duduklah dan ikut makan bersama dengan ku, biarkan eerik yang akan menjemput Kenzo. Sekarang duduklah disana'' Tunjuk Ravin pada kursi yang ada di hadapan nya.
"Terimakasih atas tawarannya tuan, tapi saya sudah makan beberapa menit yang lalu''
"Baiklah kalau begitu tunggu aku sampai selesai makan'' Ucap Ravin dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Baik tuan" Dalam hati Mila merasa sangat senang saat Ravin memakan masakannya dengan sangat lahap. Beberapa menit kemudian Ravin pun sudah selesai dengan acara makan siangnya.
"Tuan saya permisi dulu'' Ucap Mila setelah selesai merapikan rantang makanan yang sudah kosong dan membawanya kembali.
"Silahkan'' Ucap Ravin dengan nada cueknya.
Mila mengerutkan keningnya saat melihat perubahan sikap Ravin yang begitu cepat, kini ia pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
''Lala''
Deghh..
Langkah kaki Mila langsung berhenti saat mendengar nama masa kecilnya di panggil. Kini Mila berbalik menatap ke arah Ravin yang sedang duduk sambil menatap ke arah nya.
__ADS_1
Bersambung