Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 55


__ADS_3

Karena tak bisa tidur Ravin memutuskan untuk berjalan keluar dari kamarnya dan menuju kamar Kenzo. Karena ia sangat begitu yakin bahwa saat ini Mila juga berada di sana jadi ia tak perlu beralasan lagi untuk bisa dekat dengan janda muda itu.


Kreeekkk..


Ravin membuka pintu kamar putranya secara perlahan agar tak menimbulkan suara yang bisa membangunkan penghuni kamar itu. Namun betapa terkejut nya Ravin saat melihat kamar putranya kosong tak berpenghuni.


"Kemana mereka, mungkin mereka ada di kamar Mila.'' Dengan langkah cepat Ravin pun berjalan menghampiri kamar Mila dan membukanya secara perlahan. Namun nihil kamar itu pun sama kosong nya dengan kamar kenzo.


"Mereka juga tidak ada disini, pergi kemana mereka" Geram Ravin. Kemudian ia pun membuka seluruh kamar yang ada di mansion utama. Namun ia tak menemukan keberadaan mereka berdua di sana.


Ravin mengepal tangannya dan berteriak memanggil Pak Lim hingga membangunkan seluruh penghuni mansion utama termasuk Nyonya Renata sendiri.


"Tuan muda ada apa?'' Sahut Pak Lim sedikit berlari menghampiri Ravindra. Begitu juga dengan nyonya Renata yang menghampiri putranya dengan wajah mengantuk.


"Ravin ada apa ini kenapa harus berteriak malam-malam begini apakah ada sesuatu yang darurat?" Tanya nyonya Renata sambil menguap menahan kantuk.


"Dimana Kenzo, kenapa aku tidak bisa menemukannya'' Tanya Ravin dengan kilatan mata penuh emosi menatap ke arah semua orang yang ada hadapan ya saat ini.


"Owh jadi kamu cuman mencari Kenzo. Tenang saja dia aman, dia ikut bersama dengan Mila untuk mengantar adiknya pulang dan tadi mereka memelpon mommy bahwa mereka tidak pulang, Kenzo ingin menginap disana''


''Lalu mommy mengijinkan nya begitu saja tanpa bertanya pada ku terlebih dahulu''


"Sudahlah Ravin biarkan putramu bersenang-senang dia aman bersama dengan Mila, dan mommy juga sudah menempatkan pengawal khusus untuk mereka." Ucap nyonya Renata yang langsung pergi begitu saja setelah menjelaskan pada putranya dimana keberadaan Kenzo saat ini, Nyonya Renata pun kembali ke kamarnya untuk melanjutkan mimpinya yang sempat tertunda.


Berada dengan di suasana mansion yang mencengkram karena karena kekesalan Ravin. Di dalam rumah sederhana Mia dan Kenzo sedang asyik tertawa saat melihat foto kenangan masa kecilnya dan Mila. Itu karena Kenzo tak sengaja menemukannya saat ia bermain bersama dengan Mia.


"Aunty siapa gadis kecil ini'' Tanya kenzo dengan wajah ingin tahunya. Menunjuk pada foto usang dengan mata berbinar saat melihat dua gadis kecil yang menggemaskan.


"Itu aku dan kakak saat kami kecil dulu, ini aku dan yang ini kak Mila saat seusia mu" Tunjuk Mia menjelaskan.


"Mommy sangat cantik saat seusia ku''


"Zo kau curang sekali kau hanya memuji kakak ku saja" Ucap Mia yang pura-pura merajuk pada Kenzo.


"Tentu saja kau juga cantik tapi bagiku mommy lah yang paling cantik di dunia ini.''


Blusss....

__ADS_1


Pipi Mila kini memerah seketika saat mendengar kata pujian dari Kenzo. "Terimakasih sayang tapi kau jangan menilaiku terlalu berlebihan" Ucap Mila menghampiri mereka berdua.


"Kenapa begitu mom?'' Tanya Kenzo dengan raut wajah bingung dan penuh tanya.


''Aku takut terlalu sayang padamu dan tak bisa meninggalkan mu di kemudian hari. Karena aku hanyalah sebatas bekerja bukan ibu mu yang sesungguhnya.


Mila tersenyum sambil mengelus rambut Kenzo dengan penuh kasih sayang. ''Karena aku pasti di bully aunty Mia, karena dia lebih keren dariku''


"Tidak, bagiku kau adalah yang nomor satu" Ucapan Kenzo pun kini membuat Mila dan Mila tertawa.


"Ini sudah larut ayo kita tidur sekarang" Ajak Mila pada Kenzo yang masih asyik menatap foto kenangan masa kecilnya.


"Tunggu sebentar mom, mom siapa pria ini'' tunjuk kenzo pada foto seorang pria muda yang sedang tersenyum dengan manisnya.


''Kenapa masih ada foto itu disana"


Kenzo bertanya pada Mila namun tak ada jawaban apapun darinya, ia pun bertanya pada Mila yang sedang asyik dengan tugas kuliahnya. ''Aunty apa dia kekasihmu?''


''Aunty tidak pernah punya kekasih, itu adalah foto Hendra mantan suami kakakku'' Jawab Mia asal ia tak melihat bahwa kakaknya sudah memperingatkan nya untuk diam dan tak menjawabnya, Mia pun lupa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan anak kecil.


''Mommy apa menurutmu dia tampan?''


"Kenapa kau bertanya begitu?''


"Jawab saja mom!''


"Iya dia...''


"Tidak mom dia tidak tampan! Daddy lebih tampan hanya saja dia tidak bisa romantis" Ucap Kenzo dengan wajah polosnya. Mila menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedangkan Mia tertawa terbahak-bahak saat mendengar perkataan jujur Kenzo.


"Anak kecil kau tahu apa tentang romantis, tapi ada benarnya juga sih daddy mu yang seperti kanebo kering itu mana mungkin bisa romantis untuk tersenyum saja ia tidak bisa. Wajah tampannya seperti kaku dan tak bisa di gerakkan. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana menjadi istri dari pria macam itu'' Mia bergidik ngeri.


"Saat membayangkan nya saja aku sudah merinding duluan!'' Ucap Mia di akhir kalimatnya.


"Mia jangan bicara sembarangan di hadapan anak kecil itu tidak baik dan Kenzo sekarang tidur lah atau aku akan marah padamu'' Ancam Mila.


"Maaf kak" Ucap Mia dengan perasaan bersalah nya, sedangkan Kenzo langsung menuruti perintah Mila dengan cepat.

__ADS_1


Mila menghela nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan ia pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Kenzo. Begigu juga degan yang Mia langsung membereskan tugasnya dan ikut tertidur bersama mereka setelah Mia mematikan lampunya.


Kenzo kembali terbangun saat melihat Mila dan Mia sudah tertidur ia turun secara perlahan dan menghampiri album foto masa kecil Mila dan Mia. Kemudian ia mengambil foto Mila yang sedang tersenyum manis dengan rambut panjang yang di kuncir dua.


"Mommy sangat cantik aku akan menyimpan foto ini untukku" Gumam Kenzo dalam hatinya dan memasukan foto Mila kedalam bajunya. Setelah itu ia pun kembali tidur di antara Mia dan Mila.


*


*


"Lebih cepat sedikit juna'' Perintah Ravin pada asisten pribadinya.


"Ini sudah sangat cepat tuan'' Sahut Juna yang masih menahan kantuknya.


"Cepat bagaimana sejak tadi kita_''


"Sudah sampai tuan" Dengan cepat Juna memotong ucapan bosnya yang terus uring-uringan sejak tadi karena terlalu mencemaskan keadaan putranya.


''Bagus, sekarang kau keluar dan jemput mereka'' Titah Ravin pada asisten pribadinya.


"Apa?!''


"Aku pikir dia sendiri yang akan menjemputnya ke dalam''


"Cepat tapi jangan sampai mengganggu mereka yang sedang tidur" Ucap Ravin memperingatkan.


"Lalu saya harus bagaimana tuan muda, jika kita akan menjemput tuan kecil pasti nya kita akan mengganggu mereka yang sedang tertidur'' Tanya Juna dengan wajah bingungnya.


"Kerjakan saja apa yang aku perintahkan.''


''Ya tuhan, haruskah aku menjadi seorang penculik yang seperti di film-film'' Gumam Juna yang kini mulai berjalan menuju rumah Mila.


Untuk meraih kesuksesan tidak cukup dengan duduk diam dan menunggu hasilnya, Karena melakukan yang terbaik saja belum tentu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.


berusaha keras jalani proses nya dan nikmati alurnya, maka kamu akan tahu apa saja yang kamu butuhkan untuk mencapai tujuanmu.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2