Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 56


__ADS_3

Saat ini Juna mengendap-endap masuk ke dalam rumah Mila seperti pencuri yang sedang melakukan aksinya, membuat Ravin bertanya tanya apa yang sedang dilakukan asisten pribadinya.


''Apa yang dia lakukan dengan mengendap-endap seperti itu?'' Ravin hanya menggelengkan kepalanya memperhatikan kekonyolan asisten pribadinya dari dalam mobil.


Juna masih berusaha keras untuk membuka pintu rumah Mila, ''Bos apa yang sedang anda lakukan disini'' Ucap Erik mengejutkan Juna.


''Kau, sedang apa kau disini'' Tanya Juna sambil memegangi dadanya karena terkejut.


''Saya sedang menjalankan perintah nyonya besar untuk menjaga keamanan tuan kecil disini, lalu sedang apa anda disini?''


"Aku disini karena menjalankan perintah tuan muda untuk membawa tuan kecil tanpa mengganggu tidur mereka, jadi cepat bukan kan pintu ini untuk ku'' Perintah Juna pada Erik, dan dengan senang hati Erik pun membuka pintu rumah Mila dengan sangat mudah membuat Juna begitu tercengang saat melihat nya.


''Kenapa kau tidak bilang sejak tadi kalau pintu ini tidak terkunci'' Kesal Juna yang langsung masuk begitu saja meninggalkan Erik yang masih berdiri di depan pintu.


"Anda tak bertanya bos." seahut erik tanpa ekspresi.


Juna masuk ke dalam mencari keberadaan tuan kecilnya, ia bernafas lega saat melihat tuan kecilnya berada di satu kamar yang sama dengan Mila dan Mia hingga ia tak perlu repot lagi mencari keberadaan tuan kecilnya.


Dengan sangat perlahan Juna pun mengangkat tubuh mungil kenzo untuk membawanya dari sana, namun karena gelap dan tak bisa melihat apapun yang ada di sekitarnya tanpa sengaja Juna menyenggol gelas yang ada di atas meja hingga pecah.


"Siapa itu?'' Tanya Mia tanpa membuka matanya karena ia masih sangat mengantuk.


"Kucing'' Jawab Juna sambil berjinjit keluar dari ruangan itu.


"Owh kucing!'' Mia pun kembali melanjutkan tidurnya.


"Hanya kucing!'' Gumam Mia lirih.


Namun detik berikutnya ia langsung terbangun dari tidurnya.


"Maling'' Pekik Mia yang langsung membangunkan Mila dari tidur lelapnya begitu juga Kenzo yang kini sudah ada di dalam gendongan Juna. Suasana rumah itu pun menjadi riuh hingga terdengar sampai ke telinga Ravin.


"Dimana, dimana?'' Mila langsung menyalakan lampu nya.


''Saya bukan maling!'' Seru Juna bersamaan dengan lampu yang menyala.


"Tuan asisten sedang apa anda disini?" Tanya Mila dengan raut wajah penuh tanya.

__ADS_1


"Maaf sudah mengganggu tidur anda nona, tuan muda menyuruh saya untuk membawa tuan kecil jadi"


"Kenapa kau tidak membangunkan kami saja''


"Kenz, ayo kita pulang" Ucap Ravin dengan suara bariton nya menghampiri Kenzo yang masih dalam gendongan juna.


"Aku ingin bersama mommy dad'' Jawab Kenzo sambil menguap menahan kantuk.


"Juna bawa dia ke mobil dan kau ikut aku ke mansion aku akan memberikan hukuman padamu karena sudah membawa putraku tanpa seijinku."


"Tapi tuan saya sudah_''


"Ayo cepat ikut dengan ku dan jangan banyak alasan" Ucap Ravin yang langsung meninggalkan Mila yang masih mematung di sana.


"Sudah aku bilang kan kak dia itu kanebo kering sangat keras dan kaku" Ucap Mia dengan penuh kekesalan. Ingin sekali Mia menendang Ravin saat ini karena sudah mengatakan akan menghukum kakaknya.


"Sstttt.. Diamlah nanti dia dengar.'' Bisik Mila memperingatkan adiknya.


''Itu kenyataan. Biarkan saja jika dia mendengar nya aku tidak perduli'' Sahut Mia masih dengan nada kesalnya.


"Sudah diam!, kakak pergi sekarang dan kunci pintunya dek'' Ucap Mila yang langsung meninggalkan adiknya, Mia langsung mengerucutkan bibirnya walau kesal ia tetap mematuhi apapun yang di perintahkan Mila padanya.


"Siap kak" Mia pun menuruti perintah sang kakak, kini mata Mia melihat ke arah pria memakai kaos hitam yang berdiri seperti patung membuat mia terkejut.


"Kau lagi, sedang apa kau disini'' Tanya Mia dengan wajah ketusnya pada Erik. Namun Erik tak menjawab pertanyaan yang di lontarkan mia padanya dan berlalu pergi begitu saja saat melihat mobil yang di kendarai juna sudah meninggalkan halaman rumah Mia.


"Ayo kita pergi sekarang'' ucap Erik pada para anak buahnya.


"Dasar pria aneh'' Mia mecebikan bibirnya sambil mengunci pintu rumahnya.


*


*


Mila duduk di depan bersama dengan Juna sedangkan Ravin bersama Kenzo duduk di jok belakang, sekilas juna melirik pada Mila dan baru menyadari betapa tipisnya baju tidur yang Mila kenakan saat ini.


"Nona pakai ini" Ucap Juna yang menyodorkan jas miliknya pada Mila.

__ADS_1


"Tuan asisten itu tidak perlu" Tolak Mila dengan sangat halus.


"Saya mohon jangan menolak, nona sekarang lihatlah dirimu'' Ucap Juna tanpa memandang ke arah Mila, namun tampa ia sadari kini seseorang tengah menahan kesal pada Juna Karena sudah berani memberikan jasnya pada Mila.


Wajah mila sedikit memerah karena merasa sangat malu, ia baru menyadari bahwa pakaian yang ia kenakan sangat tipis hingga tercetak jelas apa yang ia kenakan saat ini.


Hawa dingin dan mencekam pun kini mulai di rasakan oleh juna, ia baru menyadari kesalahan saat ini. "Mampus kau Juna'' Umpatnya dalam hatinya saat ia melihat tatapan mematikan dari kaca spion.


Setelah beberapa saat berkendara mobil yang di kendarai Juna pun sampai di halaman mansion utama. Ravin langsung keluar mobil tanpa menunggu Juna membukakan pintu untuk nya terlebih dahulu.


''Kau ikut aku ke kamar Kenzo dan lepaskan jas itu, pakai ini saja'' Ravin memberikan selimut yang ada apa dalam mobilnya.


"Tidak perlu tuan saya_" Perkataan Mila terhenti saat Juna langsung mengambil jasnya begitu saja.


"Tuan benar nona anda pakai selimut itu saja akan lebih nyaman'' Dengan cepat Mila mengambil selimut itu dari tangan Ravin.


"Terimakasih tuan" Ucap Mila yang kini berjalan di belakang Ravin dan mengikuti nya sampai di kamar Kenzo.


"Tuan"


"Hmm...''


"Apakah saya sudah boleh pergi sekarang, Karena tuan kecil sudah terlelap sekarang''


"Apa kau tidak ingat aku akan memberikan hukuman padamu, baiklah sekarang aku sudah memikirkan hukuman ringan untukmu karena sudah membawa putraku tanpa seijinku''


"Tapi tuan saya sudah meminta ijin pada nyonya dan"


"Dan apa? kau tetap tidak meminta ijin padaku kan.'' Ucap Ravin memotong perkataan Mila. kini Mila pun menganggukan kepalanya mengakui kesalahan nya saat ini.


"Apa kau tahu betapa cemasnya aku saat melihat kalian tidak ada, maksudku putraku tak ada di kamarnya."


"Maaf'' hanya kata itu yang keluar dari bibir Mila, membuat Ravin merasa gemas saat Mila dengan wajah polosnya.


"Baiklah hukuman mu yang pertama kau harus menyiapkan makanan untukku dan kau sendiri yang memasaknya tanpa bantuan dari koki mansion dan satu lagi makanan itu harus sangat enak, dan hukuman yang ke dua kau harus mengantarkan makan siang untukku ke kantor dan itu harus tempat waktu, dan..''


"Ada lagi tuan?'' Tanya Mila saat Ravin tak meneruskan kata-kata nya.

__ADS_1


"Itu saja dulu, aku akan memikirkan hukuman yang lain untukmu nanti dan sekarang pergilah." Mila pun pamit undur diri setelah Ravin mengusirnya, dan Ravin pun mulai merebahkan dirinya di samping Kenzo memeluk tubuh putranya dengan erat. "Apa ini?'' Ravin meraba tubuh putranya saat merasakan sesuatu yang aneh.


Bersambung..


__ADS_2