Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 63


__ADS_3

"Kami akan menikah!" Ucap Ravin menatap mata Mila dengan penuh ketulusan.


"Apa?" Mila tercengang dengan Ucapan yang di lontarkan Ravin padanya saat ini.


"Kenapa?'' Kini Ravin mulai menatap Mila dengan berbagai macam pertanyaan dalam hatinya.


"Aku''


"Aku mengerti ini terlalu cepat untukmu, bukankah hal baik tidak boleh di tunda terlalu lama.'' Ravin mulai meyakinkan Mila. Sedangkan Mila hanya menganggukan kepalanya tanda setuju dengan yang Ravin ucapkan saat ini.


"Juna!'' Panggil Ravin pada asisten pribadinya.


"Ini tuan.'' Dengan cepat Juna pun menghampiri Ravin dan memberikan kotak kecil berwarna merah padanya.


Kini Ravin menatap lekat pada wajah Mila yang sudah terlihat seperti pengantin sungguhan dengan gaun mewah yang melekat di tubuhnya, dan mahkota indah yang tertanam di kepalanya.


Ravin menekuk sebelah lututnya di hadapan Mila dengan tangan yang menyodorkan kotak merah berisi cincin berlian yang indah. "Mila Aghata. Aku bukan pria yang romantis dan pandai merangkai kata-kata, aku hanya pria yang biasa yang mengharapkan cintamu dan kehadiran mu dalam hidupku. Will you marry me?" Ravin menatap Mila penuh harap.


"Kenapa aku harus terjebak di antara kedua pria ini, seperti keluar dari lubang satu dan masuk ke lubang lainnya.'' Ucap Mila dalam hatinya.


Kini semua orang menatap ke arah Mila dengan penuh tanda tanya, karena sejak tadi Mila hanya diam saja membuat suasana di dalam ruangan itu sedikit tegang.


Berbeda dengan mereka yang ada di dalam ruangan, Erik memanggul Mia bagaikan karung beras untuk membawa Mia menjauh dari ruangan itu.


"Turunkan aku dasar pria mesum.'' Mia memukuli punggung Erik dengan sekuat tenaganya, namun Erik tak menunjukan ekspresi apapun.


Mia merasa sangat ketakutan jika Erik akan melemparkan tubuhnya begitu saja seperti yang pernah ia lakukan padanya beberapa hari yang lalu. Namun yang Mia pikirkan tidak terjadi, saat Erik mendudukan dirinya di sebuah bangku secara perlahan.


"Duduk diam dan jangan mengganggu tuan muda yang akan melamar nona Mila'' Ucap Erik tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Apa melamar kakak?'' Pekik Mia dengan raut wajah senang nya.


"Yang akan di lamar itu nona Mila bukan kau, tapi kenapa kau yang senang?" Ucap Erik penuh tanya melihat gadis kecil yang berada di hadapannya.


"Memangnya kenapa dia itu kakakku, apa salahnya jika aku juga ikut bahagia?" Tanya Mia penuh selidik. Namun Erik hanya diam saja tak menjawab apapun Mia.


"Dasar pria aneh'' Ucap Mia yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Erik yang masih berdiri mematung di tempatnya.


Di dalam ruangan terasa hening karena sejak tadi Mila hanya diam saja tak mengatakan hal apapun, dengan sedikit rasa kecewa Ravin menurunkan tangannya dan menutup kembali kotak cincin yang sempat ia buka di hadapan Mila. Namun Mila menghentikan aktifitas nya saat ini mila memegang erat tangan Ravin dan membawanya untuk berdiri.


"Aku bersedia menikah dengan mu kak'' Ucap Mila setelah memikirkan dan mempertimbangkan keputusan nya beberapa saat yang lalu.


Ravin menatap wajah Mila dengan lekat saat mendengar ucapan yang mila lontarkan untuk nya, perasaan senang dan bahagia pun kini ia rasakan. Namun Ravin tak ingin membuat keputusan dengan terburu-buru dan membuat Mila merasa tertekan dalam hal ini.


"Lala kau tidak perlu terburu-buru dalam hal ini, jika ini terlalu sulit untukmu maka jangan di paksakan aku tidak ingin membuat mu merasa tertekan''


Mila tersenyum saat mendengar betapa bijaknya seorang Ravindra Adyaksa, tak heran jika dia di nobatkan sebagai pemimpin yang disiplin dan bertanggung jawab.


Deghh...


Hendra merasa sedikit tersindir karena dia lah yang pernah berjanji untuk menjaga dan menyayangi Mila, tapi dia sendirilah yang mengingkari janji itu.


"Maafkan aku Mila aku sangat merasa bersalah padamu dan pada calon janin kita yang sudah tak ada lagi, andaikan saja aku tidak terlalu egois dan serakah. Mungkin saat ini kita masih tetap bersama dan hidup bahagia bersama dengan anak-anak kita.''


Hendra memundurkan langkahnya perlahan-lahan untuk meninggalkan tempat itu. Sedangkan Juna dan para pengawal yang melihat itu pun hanya diam tak mencegah kepergian Hendra.


"Terimakasih sayang kau sudah menerimaku, jadi ayo kita menikah sekarang!'' Ajak Ravin dengan penuh semangat.


"Tuan sepertinya kau sangat terburu-buru sekali untuk menikah.'' Ucap Juna yang sedikit menggoda big bosnya.

__ADS_1


"Diam kau." Sahut Ravin memperingatkan asisten pribadinya dengan tatapan tajam. Sedangkan Mila hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saat melihat Ravin seperti melihat Kenzo yang sedang marah.


Kini tiba-tiba Mila teringat kembali pada bocah kecil yang menggemaskan itu, kini bayangan masalalu saat mereka bertemu pun kembali bermunculan di pikiran Mila dan bayangan saat pertama kalinya Mila datang ke mansion utama pun tak luput dari pikirannya.


"Apakah keputusan ku ini sudah benar? apakah tuan Ravin benar-benar sudah melupakan mendiang istrinya. Aku pernah melihat begitu besar cinta tuan Ravin untuk Nyonya Anggun tapi apakah secepat itu dia melupakan rasa cintanya?'' Pertanyaan demi pertanyaan pun muncul di dalam hati Mila saat ini. Rasa ragu dan bimbang pun mulai memenuhi isi pikirannya.


"Lala apakah kau sudah siap?" Tanya Ravin saat melihat calon istrinya hanya diam saja.


"Ada apa?" Tanya Ravin kembali saat melihat raut wajah bingung Mila.


"Tidak ada.'' Jawab Mila sambil tersenyum ke arah pria yang akan jadi suaminya itu.


"Jika ada pertanyaan dalam hatimu katakanlah aku akan menjawab pertanyaan mu dengan sejujurnya"


Mila menatap ke arah Ravin yang kini sedang menatap ke arahnya dengan penuh tanya. ''Aku hanya ingin bilang... ''


"Apa?" Ravin mulai penasaran dengan apa Ya akan di tanyakan Mila padanya, saat Mila menjeda ucapannya dengan tatapan tak bisa di artikan oleh Ravin.


"Aku lapar'' Ucap Mila sedikit kikuk.


''Kenapa kau tidak mengatakan nya sejak tadi ayo ikut aku'' Ucap Ravin yang langsung menggendong Mila ala bridal style keluar dari ruangan itu.


Mila terpaksa mengurungkan niatnya saat akan bertanya tentang masalalu Ravin bersama dengan Anggun istri pertamanya, karena sama seperti Ravin Mila juga punya masalalu bersama dengan Hendra yang tak ingin ia ingat kembali.


Kini Mila tersenyum saat melihat wajah tampan Ravin yang sedang menggendongnya keluar dari ruangan itu, Mila pun memberanikan diri untuk mengalungkan tangannya di leher ravin.


"Maaf tolong jangan salah paham aku hanya takut terjatuh saja.'' Ucap Mila yang menyembunyikan wajah malu nya di dada bidang Ravin, saat melihat Ravin menatapnya dengan tatapan aneh.


"Mereka terlihat sangat romantis sekali" Ucap Mia dengan tatapan berbinar dan mulai melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah sang kakak. Namun langkah nya terhenti saat melihat seseorang yang begitu ia benci juga ada di tempat itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2